
Tanpa Jasson sadari jika Bunga mendengar semua pembicaraannya. Bunga menangis, dan tidak menyangka jika pria yang ia percaya ternyata sudah mengkhianatinya.
"B-bunga?" Jasson terlihat gugup saat istinya mendekat, yang Jasson yakini jika Bunga sudah mendengar semuanya
"Aku ingin kita pisah!" Bunga tidak mengatakan apapun, selain mengatakan pisah
Ia tidak ingat apapun tapi bukan berarti Bunga itu bodoh! Ia tahu suaminya berkhianat dan ia tidak bisa menerima pengkhianatan itu!
Bunga berlari menuju kamar maminya. Salvira bertanya mengapa anaknya menangis "Sayang, kenapa kamu menangis?"
Isakan tangis dan teriakan Bunga membuat semua orang datang termaksud Ara "Mami, mama, papa, Ara. Jasson telah mengkhianati ku! Dia sudah menikah dengan wanita lain!"
Bagai di samber petir pernyataan Bunga membuat mereka terkejut "Nak apa yang kamu katakan" David bertanya dengan menantunya, ia ingin kepastian.
"Pa, Bunga mendengar pembicaraan Jasson di telepon. Ia berbicara dengan seseorang yang ia sebut sebagai istri keduanya!"
David menatap anaknya tak percaya. Salvira pun mendekati Jasson "Jasson, apakah yang di katakan oleh Bunga itu benar?" Jasson bungkam. Diamnya memberikan jawaban kepada yang lain jika memang apa yang Bunga katakan itu benar.
Jasson masih mengelak "Tidak mi! Bunga salah paham, mami tahu kan jika tadi Jasson meminta izin kepada Mami agar istirnya teman Jasson itu tinggal di sini. Dan Jasson Menghubungi teman Jasson, namun yang mengangkat Langsung istrinya teman Jasson. Jasson mengatakan kepada Ade jika dia tidak bisa di sini, Karena itu akan mengganggu kesehatan Bunga,"
"Bohong! Kau berbohong Jasson! Aku mendengar kau memanggilnya dengan sebutan sayang!"
__ADS_1
Bunga histeris namun entah mengapa Salvira masih mempercayai menantunya "Nak kamu mungkin salah dengar, Jasson sebelumnya sudah mengatakan hal itu kepada mami. Tapi mami mengatakan tidak, mungkin ia berbicara dengan Ade dan mengatakan mami tidak mengizinkan"
Satu notif pesan WhatsApp masuk di ponsel Jasson
Jasson, aku sudah memberitahu suami ku dan ia mengerti dengan keadaan mu. Maaf jika kami selalu merepotkan kamu dengan Bunga. Kami berharap jika Bunga segera mengingat semuanya! ~Ade
"Sayang, lihat lah. Ini pesan darinya, mi lihat lah ini!"
Salvira, dan Bunga akhirnya percaya. Bunga juga meminta maaf kepada suaminya karena sudah menuduh yang tidak-tidak
"Maafkan aku Jasson, aku salah!" Bunga memeluk suaminya, semua sudah tenang. Laras pun bernafas dengan lega, jauh berbeda dengan Ara
Ia yakin jika yang di dengar oleh Bunga itu memang benar, Ara semakin marah saat mengetahui Jasson sudah menikah dengan pelakor itu. Namun ia tetap bungkam karena tidak memiliki bukti apapun
"Jasson maafkan aku!" Bunga merasa tidak enak hati karena sudah menuduh suaminya. Jasson pun memaafkan
"Sudah la sayang! Aku sudah memaafkan semuanya!"
Bunga pun mengangguk, sekali lagi ia meminta maaf kepada suaminya itu "Maafkan aku, Jasson! Sungguh aku tidak bermaksud membuat mu merasa terpojok,"
Ara semakin geram, ia ingin sekali mengacak-acak rambut Jasson
__ADS_1
Bunga kapan sih kamu sadarnya, gemes banget aku! ~batin Ara
Jasson kini merasa lega, tidak sia-sia ia mengirimkan via suara kepada istri keduanya.
Saat Jasson melihat bayangan di belakangnya ia segera mengganti nama istri keduanya itu di ponsel miliknya. Lalu ia mengirimkan pesan suara di mana Bunga berteriak
Untung lah segera wanita itu mendengarkannya jika tidak maka habislah riwayatnya
"Bunga, sebaiknya kamu istirahat saja nak! Jangan kecapean nanti kamu bisa sakit," pinta Laras kepada menantunya.
"Mama maafin Bunga ya karena sudah membuat keributan tadi,"
"Enggak apa-apa sayang, yang terpenting hati kamu merasa lega. Kamu enggak bertanya-tanya lagi tentang semua ini. Dan semuanya sudah cukup jelas,"
"Cukup jelas apanya Tante?" Tanya Ara dengan geram namun masih menahan emosinya
"Iya cukup jelas, karena itu hanya lah kesalahpahaman saja,"
"Mudah-mudahan itu hanya salah paham ya Tante? Dan itu semua enggak bener!"
"Tentu saja dong sayang itu hanya salah paham, kita sudah membaca sendiri pesan yang Ade berikan kepada Jasson!"
__ADS_1
Bahkan karena pesan darinya lah Ara enggak percaya mami! Jasson, pelakor dan mamanya Jasson itu sama saja! Sama-sama pembohong! ~batin Ara