
"Jika itu keinginanmu, aku menghargainya!" Jasson keluar dari ruangan, Bunga menatap punggung belakang suaminya yang menghilang dari pandangan.
"Kau sangat menyakiti ku, Jasson! Aku tidak percaya, jika sahabat kecilku memiliki sifat yang begitu buruk sepertimu!"
"Nona, apakah anda membutuhkan sesuatu?" Lamunan Bunga membuyar, ia menggeleng "Tidak! Aku tidak membutuhkan apapun! Kau bisa duduk di tempatmu sekarang!"
Gerry pun mengiyakan ucapan bosnya, ia duduk di tempat sebelumnya Jasson berada. Bahkan fasilitas keduanya tiada beda.
Di ruangan lain, Jasson merasa senang ia pun menghubungi kekasihnya Ade.
Keduanya saling bercerita dan bercanda dari panggilan WhatsApp.
Bunga yang sudah menyadap WhatsApp suaminya pun membaca pembicaraan keduanya.
Bukannya ia ingin menembus privasi dari Jasson, namun ia hanya menginginkan bukti untuk di pengadilan nanti. Dengan pintar, Bunga bermain cantik, mengikuti permainan dari Jasson.
__ADS_1
Mungkin saat ini, ia masih begitu mencintai Jasson. Namun saat hatinya merasa lelah, ia akan melepaskan segalanya.
Gerry menatap bosnya dari jauh, walau Bunga tidak mengatakan apapun. Namun lelaki itu dapat merasakan kesakitan dari mata Bunga.
Sektaris Bunga mengatakan jika mereka akan mengadakan pertemuan dengan Klien penting. Bunga setuju, ia meminta kepada sektarisnya untuk mengatur semua jadwalnya. Perusahaan akan kembali ia ambil ahli.
Sementara Jasson, hanya ia jadikan sebagai managernya saja.
Bunga sangat berperan begitu penting didalam perusahaan keluarganya. Apalagi, ia lah pewaris tunggalnya.
Gerry mengangguk setuju, ia pun tidak banyak bicara kepada Bunga. Karena memang Gerry bukan pria yang banyak bicara.
********
Sektarisnya pun menemui Jasson, dan mengatakan apa yang dikatakan oleh Bunga. Mendengar itu membuat darah Jasson mendidih. Namun ia pun tidak bisa berbuat sesuatu, ia akan merayu Bunga nantinya.
__ADS_1
Memang begitu jika kita hanya bergantung kepada pasangan tanpa mau berusaha sendiri.
*****
Di rumah, Ara membuat kue untuk semua orang. Salvira pun membantu sahabat dari anaknya itu "Sayang, kamu lebih baik kerja di perusahaan mami. Mami ingin kamu memiliki kegiatan, agar kamu bisa melupakan suamimu."
Ara ingin sekali, namun ia ragu apalagi dirinya tidak tamat kuliah. Itu memang karena keadaan, yang membuat Ara harus putus kuliah "Mi, Ara enggak bisa. Apalagi mami tahu kalau Ara putus kuliah karena keadaan. Ara enggak bisa bekerja di perusahaan ternama dan besar kota ini, dan ada enggak mau menbuat buruk di perusahaan mami."
"Hey, kamu jangan pesimis seperti itu Sayang! Mami percaya dengan kemampuan kamu, dan kamu bisa sambil melanjutkan kuliah mu nanti. Kamu dan Bunga masih sangat muda, usia kalian juga belum ada 25 tahun. Masa depan kalian sangat panjang, ayo dong bangkit. Dulu, mami juga ragu saat Bunga ingin menikah muda namun mami harus percaya dan menghargai keputusan anak mami,"
Ara tersenyum dan mengatakan jika Bunga beruntung hidupnya. Selain memiliki keluarga yang utuh dan kaya. Bunga juga mendapatkan suami seperti Jasson.
Tidak seperti dirinya, "Nak, entah mengapa hati mami itu ganjel banget loh. Apalagi saat temannya Jasson tinggal di rumah ini. Entah mengapa mami tidak tenang, walau Bunga sudah meyakinkan mami berulang kali."
Ara terdiam, feeling seorang ibu itu sangat kuat kepada anaknya. Hanya saja, Salvira belum memiliki bukti yang kuat! "Su-sudah lah mi, mami jangan memikirkan hal yang aneh lagi! Kita sudah melihat kebahagiaan di antara keduanya."
__ADS_1
Ingin sekali rasanya Ara bercerita kepada ibunya Bunga, namun ia tidak bisa karena Bunga memintanya untuk bungkam. Lagipula, ia melihat kebersamaan sahabatnya sudah membaik.