
Baginya, tidak ada yang harus di salahkan atau pun di benarkan. Air mata terus saja menetes, bohong jika ia tidak mencintai Jasson lagi namun ia juga harus bisa menerima semua kenyataan yang ada.
"Jasson mungkin telah menyakiti ku, tapi ada alasan di setiap perbuatannya. Jika aku tidak egois waktu itu, aku yakin dia juga tidak akan melakukan ini. Aku terlalu memaksa kan kehendak ku, iya mungkin kami adalah sahabat sejak kecil namun bukan berarti takdir ku padanya,"
Bunga tidak tahu harus apa, ia hanya bisa ikhlas dengan semua kehidupannya.
"Papa dan papi telah tiada. Dua lelaki yang begitu menyayangi dan aku sayangi. Kalian pergi sebelum melihat cucu kalian lahir,"
Kesedihannya menambah, namun ia tahu dirinya tidak boleh berlebihan. Ia tidak mau anaknya kenapa-kenapa
Cekrek!
Terdengar suara pintu kamarnya terbuka, Bunga segera menghapus air matanya. Mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat, ia pun melihat ternyata itu adalah Ara
"Ara, kenapa belum tidur?" Ara memeluk Bunga dengan terisak, ia merasa bersalah "Bunga maafkan aku, ini semua salah ku. Jika saja aku tidak membuat keributan mungkin om David tidak akan meninggal hiks,"
Bunga membelai rambut Ara, ia mengatakan kepada sahabatnya untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri "Ara, semua ini sudah takdir. Kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini! Mungkin, kalau kau tidak berdebat jika memang papa sudah saatnya bersama Tuhan tentu saja tetap di panggil. Sudah lah Ara! Jangan menyalahkan diri mu seperti ini!"
"Aku merasa bersalah Bunga! Aku jahat, aku menyayangi om David dan menganggapnya seperti papa ku. Namun aku tidak pernah menghargainya, aku tidak pernah berpikir dampak dari setiap ucapan yang aku keluarkan kepada Tante Laras,"
"Sudah lah Ara! Yang terpenting saat ini kita berdoa untuk ketenangan papa, aku juga tahu papa tidak membenci mu. Tidak pernah marah atau merasa sakit karena mu,"
"Tidak Bunga! Om David merasa sakit karena ia sempat meminta Tante Laras pergi dari rumah ini," Ara semakin terisak, mengingat semua itu membuat dirinya semakin merasa bersalah.
"Sudah lah! Jangan mengatakan apapun lagi! Lebih baik kita tidur sekarang! Sini, kamu tidur sama aku aja. Kita masih sedih dengan kepergian papa, sama aku juga. Aku juga merasa bersalah, karena aku juga ikut andil dalam ini semua."
*********
"Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik namun kami tidak bisa menyelamatkan kandungan istri anda. Anak anda meninggal di dalam kandungan dan kami harus melakukan operasi untuk mengeluarkannya, ini harus di lakukan segera jika tidak akan membahayakan nyawa Ade,"
Jasson terluka dan hancur mendengar itu, begitu juga Ratu. Ia menyalahkan Jasson dengan semua yang terjadi "Kau pembunuh!"
"Ratu, tenang kan diri mu! Sebaiknya kita mengambil langkah selanjutnya untuk menyelamatkan kakak mu,"
"Tan-tante, tolong lakukan apapun yang terbaik untuk kaka-kakak ku! Tolong Tante!" Ratu memohon kepada dokter yang selama ini menangani mereka. Dokter itu pun mengangguk "Tapi kami membutuhkan persetujuan dan tanda tangan dari suaminya,"
Jasson pun mengangguk dengan berat hati "Lakukan yang terbaik agar Ade selamat dok!"
Dokter memberikan kertas dan pulpen untuk Jassin tanda tangani. Lelaki itu tidak berpikir banyak, ia lakukan tanda tangan yang terpenting saat ini Ade selamat.
__ADS_1
Setelah Jasson menandatangani surat itu, dokter segera masuk ke dalam ruangan operasi mempersiapkan operasi Ade.
"Puas kamu? Atau belum puas menghancurkan kehidupan kakak aku? Semenjak menikah dengan mu, bukannya kakak ku bahagia justru menderita dan sekarang dia kehilangan anaknya!"
Ratu berteriak kesal, namun Jasson tidak mengatakan apapun. Ini memang kesalahannya, ia begitu egois sebagai lelaki sehingga menyakiti orang-orang terdekatnya
Pertama Bunga, mama dan papanya sehingga papanya meninggal dunia. Dan sekarang Ade, sehingga mereka kehilangan anak mereka
Jasson merasa menjadi manusia tidak berguna.
Terdengar suara lari dari arah koridor rumah sakit, Ratu melihat Eyden yang menghampiri dirinya. Segera Ratu memeluk Eyden "Kak, kakak ku!"
Eyden mengelus kepala Ratu untuk menenangkan adik dari wanita yang cinta "Tenang kan diri kamu Ratu, katakan kepada ku apa yang sebenarnya terjadi?"
"K-kakak jatuh dari tangga, dan sekarang anaknya yang ada di dalam kandungan enggak selamat. Dokter saat ini sedang meng-operasi kak Ade karena jika lama, akan memperburuk keadaan kakak ku!"
Eyden memeluk Ratu dengan lembut, membuat wanita itu merasa tenang. Eyden pun merasa hancur saat mendengar anaknya tidak selamat, ia menatap Jasson dengan tatapan mengerikan. Melepaskan pelukannya dari Ratu dan mendekat ke arah Jasson
Buk!
Satu pukulan mendarat di wajah Jasson, bukan hanya satu namun beberapa pukulan hingga membuat lelaki itu jatuh ke lantai. Namun Jasson tidak membalas, bukan karena ia takut dengan pria yang ada di hadapannya namun karena ia sadar memang ini kesalahannya.
Eyden mengumpat beberapa makian untuk Jasson, lelaki itu hanya diam menerima segala pukulan dan makian dari Eyden
"Ak-aku memang bersalah tapi sungguh aku tidak bermaksud menyakitinya,"
Bruak!
Satu pukulan lagi mendarat di wajah Jasson, hingga security rumah sakit mengamankan mereka berdua jika tidak. Mungkin Jasson sudah habis di tangan Eyden "Pak, suruh dia pergi dari sini! Dia sudah membunuh anaknya sendiri!"
Ratu meminta security mengusir Jasson namun Jasson tidak ingin "Tidak! Saya suaminya dan saya berhak menemani istri saya pak! Lebih baik bapak bawa lelaki ini pergi, karena dia bukan siapa-siapa dia hanya lah orang luar!"
Security itu pun membawa Eyden keluar dari rumah sakit agar tidak membuat kekacauan lagi "Jika kamu suaminya seharusnya kamu bisa menjaga kakak ku! Tapi nyatanya, kau membuat kakak ku kehilangan anaknya,"
"Itu juga anak ku! Apa aku gila? Aku seorang ayah! Tidak mungkin aku membunuh anak ku sendiri!" Jasson kini kesal kepada adik iparnya "Lalu mengapa kakak ku bisa seperti ini?"
Keduanya pun mengalaminya perdebatan, security kembali datang dan meminta mereka untuk tidak membuat keributan
"Pak, sudah saya katakan. Bawa dia pergi! Dia sudah menyakiti kakak saya, dia menang suaminya namun dia suami yang pengecut!" Ratu berteriak kepada security yang menurutnya begitu bodoh menjalankan tugasnya
__ADS_1
"Lalu, karena dia suaminya. Saat suaminya ingin membunuh kakak ku, bapak diam aja? Kemana sih kepala security di sini mengapa bodoh memperkerjakan orang seperti anda!"
Mendengar ucapan Ratu, membuat security itu meminta maaf dan membawa Jasson keluar dari rumah sakit "Pak, tolong jangan usir saya biarkan saya menemani istri saya!"
Namun security itu tidak mendengarkannya, kini Jasson bertemu dengan Eyden di luar rumah sakit.
Eyden yang belum puas pun kembali menghajar Jasson dengan geram "Lelaki bajingan, urusan Lo dengan gue belum selesai! Lo udah membunuh anak gue!"
Ucapan Eyden membuat Jasson merasa terkejut "Apa? Anak mu?"
Eyden terdiam, menyadari dirinya yang salah bicara. Namun Jasson langsung tersulut emosi dan memukuli Eyden berulangkali
"Sialan! Sejak tadi gue diem saat lo memukuli gue di dalam karena gue merasa bersalah sama anak gue, dan ternyata itu anak Lo?"
Jasson yang murka berulangkali memukul Eyden, hatinya hancur Ternyata selama ini Ade mengkhianati-nya
"Iya, itu anak gue! Sebelum kalian menikah dan gue yakin itu anak gue!"
Jasson semakin kesal, keduanya pun mengalami perkelahian yang serius. Banyak orang yang melerai bahkan security membawa mereka ke kantor polisi
********
Operasi sudah selesai, tinggal menunggu Ade membuka matanya. Ratu mengikuti para perawat dan kakaknya yang akan di pindahkan ke ruangan VVIP.
Ratu yang membayar semua biaya rumah sakit kakaknya yang di bantu oleh Eyden, karena ia tahu jika Jasson yang tidak berguna itu tidak akan memiliki uang untuk membayar rumah sakit
Kini, Ratu menunggu kakaknya sadar. Dokter yang sudah menganggap mereka sebagai anak pun memeluk Ratu "Kamu harus kuat demi kakak mu, kalian hanya berdua. Jadi harus saling menjaga satu sama lain,"
Ratu membalas pelukan wanita itu "Tante, enggak akan terjadi sesuatu kan kepada kakak? Ratu takut, hanya kakak yang ratu punya sekarang,"
"Tenang lah Ratu, kita tunggu sampai kakak kamu sadar. Saya akan menemani kamu di sini,"
Dokter itu pun mencari keberadaan Jasson, suaminya Ade "Di mana suami kakak mu?"
Ratu menggelengkan kepalanya "Lelaki pengecut itu sudah aku usir Tante. Untuk apa dia di sini? Hanya akan menyakiti kakak saja, aku menyesal telah membiarkan kakak ku menikah dengan lelaki sepertinya,"
Terlihat kemarahan di mata Ratu, dia sangat membenci Jasson yang sudah menghancurkan kehidupan kakaknya
Ratu mengira jika kakaknya akan bahagia dengan Jasson lelaki pilihan kakaknya namun nyatanya ia salah. Jika ia tahu akan seperti ini, lebih baik ia merelakan Eyden untuk kakaknya yang benar-benar mencintai kakaknya dengan tulus.
__ADS_1
"Ratu, kamu jangan memikirkan apapun. Saat ini kita harus fokus dengan kesembuhan kakak kamu, dan saat ia sadar nanti dirinya pasti lebih terluka dengan kabar ini. Kita harus kuat demi kakak kamu!"