
Bunga membersihkan tubuhnya setelah mami dan anak-anaknya membersihkan diri. Ia pun bercermin di depan kaca melihat tubuhnya yang mulai kurus "Mami, sepertinya tubuh aku semakin kurus saja,"
Salvira menatap anaknya "Bagaimana kamu tidak kurus kalau kamu saja susah sekali makannya, bahkan lebih gemuk Jesslyn Daripada kamu,"
Bunga menyangkal "Tidak mami! Bunga bukannya tidak mau makan, namun sekarang Bunga terasa mudah kentang," Salvira hanya diam, karena ia tahu itu bukanlah jawaban yang sebenarnya. Bunga terlalu memikirkan Jasson, sehingga dirinya tidak memikirkan dirinya sendiri
"Mommy, Jesslyn sangat bosan sekali. Jesslyn ingin jalan-jalan," Bunga mendekati anaknya, ingin mengajak jalan-jalan namun Jesslyn ingin bersama keluarga dengan utuh "Jesslyn mau dengan Oma, mami dan Daddy juga Justin,"
Jesslyn cemberut membuat Bunga merasa bersalah kepada anaknya "Sayang, kamu jangan cemberut seperti ini dong! Nanti mommy sedih melihat kamu seperti ini sayang,"
"Jesslyn mau jalan-jalan!"
Salvira menghibur cucunya, ia memeluk Jesslyn dan mengatakan jika besok mereka akan bermain di pantai. Ucapan Salvira membuat Jesslyn kini merasa tenang dan terhibur
__ADS_1
"Sayang, besok kita akan ke pantai okay? Kamu jangan menangis ya, jika sekarang kita pergi tidak akan puas, hari semakin malam dan itu pasti akan membuat kita tidur puas liburannya. Sebaiknya besok saja ya?" Jesslyn mengangguk, ia akhirnya mau istirahat.
Dibandingkan dengan Justin, Jesslyn jauh lebih berisik dan sangat menyebalkan. Ia juga sangat manja, sedangkan Justin cenderung lebih cuek dan dingin. Bahkan ucapannya sangat pedas membuat Jesslyn sering sakit hati namun keduanya saling menyayangi satu sama lain. Mereka juga saling menjaga satu sama lain.
Bunga kini menidurkan Justin dan Jesslyn "Akhirnya mereka tidur juga. Mami bingung harus menjelaskan semuanya kepada Jesslyn yang sangat sulit sekali menerima penjelasan," gumam Salvira. Karena memang Jesslyn sangat tidak mudah untuk diberikan pengertian
"Mami juga sebaiknya istirahat. Bunga enggak mau mami terlalu lelah sekarang!"
Salvira mengangguk, ia segera membaringkan tubuhnya di samping Jesslyn dan Justin. Setelah melihat mereka tidur, Bunga memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di daerah hotel
Bunga keluar dari kamar menuju bawah luar hotel "Suasana di sini sangat menyenangkan!" Gumamnya sambil tersenyum sumringah. Ia menikmati kesejukan dari angin yang ada di Yogyakarta.
Ia pun memutuskan untuk berjalan-jalan ke luar dengan tidak membawa ponselnya "Jika aku kembali membawa ponsel Justin dan Jesslyn pasti akan terbangun, mereka pasti akan merengek lagi, sebaiknya aku tidak usah membawa ponsel saja!"
__ADS_1
Bunga terus berjalan keluar hotel, mencari suasana yang lebih sejuk. Tiba-tiba saja ia ingin meminum teh. Bunga segera mencari restauran terdekat untuk meminum teh
"Itu kenapa ramai sekali?"
Bunga tidak ingin, namun entah mengapa rasa penasarannya bergelonjak. Seakan hatinya meminta untuk pergi ke tempat itu. Bunga berjalan menyebrangi untuk menuju restaurant yang sangat ramai itu
"Sepertinya gran opening,"
Dan memang benar saja, itu adalah pembukaan restaurant tersebut. Bunga kaget melihat nama yang ada di papan Bunga
"Jasson Anggara Utama?" Gumamnya perlahan, apakah mungkin itu orang yang ia cinta?
Bunga menggelengkan kepalanya, ia pun segera masuk untuk melihat lebih lanjut dan betapa terkejutnya Bunga saat melihat Jasson dan mamanya laras.
__ADS_1
"Jasson, mama Laras. Ternyata mereka ada di sini?"
Bunga segera pergi dari tempat itu saat Jasson menyadari keberadaannya