Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 147


__ADS_3

"Kenapa melamun? Sudah lah, jangan memikirkan apapun lagi, aku tidak masalah!"


Ara pun menceritakan apa yang dikatakan oleh suaminya beberapa waktu lalu "Kemarin aku sangat emosional, aku marah kepada mu juga kepada Justin. Aku ibu kandungnya namun Justin sangat dekat dengan mu. Bahkan, dia sangat luluh dan menurut saat kau yang memberitahunya. Sedangkan dengan ku? Dia pergi, tanpa mau mendengarkan ucapan ku. Lalu, Gerry mengatakan jika aku marah kepada mu, bagaimana perasaan mu selama ini? Kau rela berbagi ibu dengan ku, kau anak tunggal. Namun berbesar hati untuk membagi ibumu kepada ku, bahkan bukan hanya itu. Kau juga memberikan aku hak ibu atas Jesslyn. Lalu, kenapa aku marah saat anakku juga dekat dengan mu?"


Bunga tersenyum, ia mengatakan jika dirinya sangat senang jika harus berbagi ibu dan anak kepada Ara "Aku senang kok kalau kita berbagi ibu dan anak, asal jangan berbagi suami saja haha!"


Ara memukul bahu sahabatnya dengan lembut "Jika kau berbagi dengan suami ku, akan ku gantung kau hidup-hidup!"


Keduanya tertawa dengan terbahak-bahak, mereka tidak bisa membayangkan jika keduanya harus berbagi suami juga. Bunga bahkan tidak memiliki pikiran untuk merebut suami sahabatnya, begitu juga dengan Ara.


"Sudah lah! Pikiran mu sangat kacau!" Bunga pun segera memukul kepala Ara dengan lembut "Iya aku tahu, suami ku itu enggak type mu haha!"


"Gerry ganteng juga kok, termaksud suami idaman tau," kini Bunga kembali menggoda sahabatnya, seketika Ara cemberut hal itu membuat Bunga semakin tertawa. Ia sangat suka menganggu sahabatnya itu.

__ADS_1


"Udah ah, jangan membuat ku cemburu!"


"Xixixi,"


Bunga memegang perutnya yang sakit akibat terlalu banyak tertawa. Membuat Salvira mendekati mereka "Kedua anak mami kenapa sih? Bahagia banget?"


Salvira ikut bahagia melihat Bunga dan Ara kembali Akur seperti biasa "Ini mi, masa Bunga bilang mau berbagi suami. Kan aneh!"


"Iya sayang,"


Ara langsung melotot kepada suaminya, Gerry pun tersenyum melihat istrinya yang cemburu. Ternyata, itu memang sudah rencana Bunga karena sebelumnya Gerry bercerita kepadanya jika ia ingin tahu seberapa besar cintanya Ara kepada dirinya. Selama pernikahan, Ara tidak pernah menunjukan kecemburannya kepada Gerry.


Kini, Gerry tahu jika Ara sangat mencintainya, Salvira hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari mereka semua "Mami lihat lah, Bunga menggoda suami ku!" Ara mengatakan dengan manja, ia tidak marah atau pun cemburu.

__ADS_1


"Mommy,"


Pembicaraan mereka terhenti, Jesslyn pun mendekat kepada Bunga "Iya anak mommy, ada apa?"


"Jesslyn mau ketemu papa,"


Senyuman di wajah Bunga memudar saat mendengar permintaan anaknya, apakah ia harus mengabulkan permintaan anaknya? Atau ia harus marah? Bunga bingung, namun ia harus bersikap tenang agar anaknya tidak lagi salah paham.


"Yaudah kalau itu kemauan Jesslyn, kita akan bertemu dengan papa ya?"


Salvira, Ara dan juga Gery kaget mendengar ucapan Bunga. Namun mereka tidak mau mempertanyakan keputusan Bunga karena mereka tahu itu yang terbaik. Bunga melihat mama, dan sahabatnya secara bergantian.


"Aku tahu kalian bingung dengan keputusan aku sekarang, tapi percayalah. Semua ini aku lakukan, demi kebaikan Jesslyn. Aku tidak ingin Jesslyn dan papanya menjadi jauh walau papanya sendiri tidak mau mencoba bertemu dengannya,"

__ADS_1


__ADS_2