
"Jasson sudah melihat semua kebenarannya mama, dan Jasson mohon mama jangan lagi membuat Jasson merasa sedih, Jasson mohon ma!"
Laras menghela nafas dengan panjang "Sayang, kamu harus sadar! Mama tidak memanas-manasi kamu tapi mama ingin kamu mengambil Jesslyn. Jesslyn harus tinggal bersama kita sayang! Kamu lihat! Bunga sudah memiliki anak lain dan sekarang dia hamil. Jika Jesslyn bersama kamu, Bunga tidak akan kesepian, iya mungkin dia akan terluka berpisah dengan Jesslyn namun ia masih mempunyai anak yang lain. Dan satu lagi, kasihan Jesslyn jika terus tinggal bersama Bunga dan suami barunya,"
Jasson menoleh ke arah mamanya, ia tidak mengerti apa yang ada dipikiran mamanya. Dan apa yang dimaksud oleh mamanya "Apa maksud mama? Kenapa Jesslyn kasihan jika tinggal bersama Bunga dan Gerry?"
Tentu saja jasson mengetahui nama lelaki itu, karena mereka pernah satu kantor "Sayang, Bunga sedang hamil. Pasti semuanya akan fokus dengan Bunga, dan saat Bunga mengidam ia tidak akan fokus dengan Jesslyn. Sedangkan anak lelaki itu, pasti akan tetap diberikan perhatian oleh suami barunya Bunga karena memang itu adalah papa kandungnya. Sedangkan Jesslyn? Bukan anak kandungnya, ia pasti akan mengabaikan Jesslyn. Dan saat Bunga melahirkan, Bunga akan fokus dengan baby-nya. Lalu bagaimana dengan Jesslyn? Kamu enggak kasihan sama anak kamu? Dia akan diabaikan nantinya,"
Jasson seakan memikirkan ucapan mamanya "Kalau kamu cinta sama anak kamu, sayang sama Jesslyn. Kamu ambil dia! Biar kita merawatnya setelah Jesslyn tinggal bersama kita, mama tidak akan memaksa kamu menikah lagi Jasson! Tolong dengarkan ucapan mama sekali ini saja, mama ingin saat mama meninggal dunia nanti,"
__ADS_1
Jasson menutup mulut mamanya menggunakan tangannya dengan lembut "Mama tolong jangan berbicara seperti itu! Mama harus tetap hidup untuk Jasson dan Jesslyn! Mama tahu jika Jasson sangat menyayangi mama,"
"Nak, tapi itulah kebenarannya! Mama tidak bisa selamanya bersama kamu, dan saat mama tidak ada siapa yang akan menjaga dan menemani kamu?"
Jasson langsung memeluk mamanya, menangis dalam pelukan mamanya "Ma tolong jangan berbicara seperti itu lagi! Jasson akan melakukan apapun yang mama mau, demi kebahagiaan mama!"
*********
"Justin sayang," Ara mendekati Justin dan memeluk anaknya "Sayang, maafkan mami nak! Tolong jangan marah dan pergi seperti tadi lagi, mami sangat menyayangi kamu!"
__ADS_1
"Mami, Justin tidak ingin punya adik!"
Ara menangis, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada anaknya "Ra, biarin Justin istirahat dan tenang dulu. Kamu juga, aku akan membawa Justin ke kamar!"
Ara mengangguk mendengar ucapan sahabatnya, memang benar saat ini anaknya justin hanya butuh ketenangan saja. Tidak lebih, Bunga pun menggendong Justin masuk ke kamar. Sedangkan Salvira mengajak Jesslyn untuk berjalan-jalan didekat hotel "Jesslyn sayang, kamu sama Oma yuk? Kita akan berjalan-jalan sebentar,"
"Iya Oma!"
Salvira membawa Jesslyn pergi meninggalkan Gerry dan Ara. Ara menatap suaminya dengan sendu, Gerry tidak mengatakan apapun hanya memeluk dan mengelus rambut istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang
__ADS_1