
Laras terdiam, ia tidak bisa memaksa kehendaknya.
"Baik lah sayang tapi mama harap kamu bisa terus menjenguk mama di sini,"
Jasson mengangguk, lelaki itu segera pergi. Air mata Laras tak tertahankan melihat anaknya yang pergi
"Mama sebaiknya kita masuk! Bunga enggak mau mama sakit,"
"Iya sayang!"
Laras dan Bunga pun masuk,. sedangkan Jasson kembali pulang ke rumah istri keduanya
Jasson membuka pintu
"Wah hebat, baru pulang pacaran ya?"
Ade sudah menyambut suaminya dengan pertanyaan yang sensitif "Maksud kamu apa?"
"Maksud aku apa? Gila kamu ya jasson! Aku di rumah menunggu kamu pulang, enggak tahunya kamu enak-enakan berpacaran dengan Bunga! Otak kamu di mana hah?"
Jasson menatap Ade yang semakin keterlaluan "Kelewatan kamu tau enggak! Kamu udah melewati batas!"
"Aku melewati batas kata mu? Lalu kamu apa Jasson?"
Jasson yang geram memukul dinding dengan keras. Sontak membuat Ade terkejut "Bunga itu juga istri aku! Kamu jangan egois dan mau aku terus sama kamu. Bagaimana dengan Bunga? Dia juga hamil anak aku, bukan cuman kamu aja. Dan sekarang kamu seolah-olah aku menyakiti dan mengkhianati mu?"
Ade meneteskan air matanya "Kamu mikirin aku di sini enggak? Aku nungguin kamu pulang sedangkan kamu bermesraan dengan istri pertama mu!"
Keduanya kembali berdebat hebat membuat Jasson kesal "Sudah lah! Aku capek harus berdebat sama kamu. Lebih baik aku Istirahat!"
Jasson pergi ke kamarnya, membuat Ade histeris "Kamu egois! Kamu hanya memikirkan diri mu sendiri Jasson!"
Ratu yang melihat kakaknya menangis langsung menghampiri "Bangun!"
Ratu tidak terima kakaknya di perlakukan seperti itu "Lemah banget sih kamu jadi wanita! Mana kakak ku yang dulu? Karena lelaki brengsek itu kamu nangis seperti ini? Bodoh!"
Ade tidak tahu harus apa, sepertinya ia sudah kehilangan akalnya dengan Jasson. Seharusnya ia tahu jika hubungannya dengan Jasson tidak akan bahagia namun dengan bodohnya Ade tetap ingin menjalin rumah tangga dengan Jasson.
Ratu yang kesal mengejar kakak iparnya
"Brengsek kamu! Bajingan! Cih! Lelaki apaan kamu? Hah? Dasar enggak tahu malu, udah numpang di rumah kita. Terus buat kakak aku seenaknya? Enggak punya malu? Kakak aku menangis di bawah dan kamu enggak peduli? Dasar setan! Kalau enggak bisa adil enggak usah menikah dengan dua wanita sekaligus dong! Kamu udah buat kakak aku hamil dan sekarang setiap hari kamu buat dia nangis?"
Plak!
Ratu menampar suami kakaknya
"Jangan karena kami enggak memiliki ibu, kamu bisa sesuka hatinya menyakiti kakak aku brengsek!"
Berulangkali cacian mendarat di wajah Jasson, Jasson tidak menjawab "Bisa tau diri enggak kalau udah numpang di rumah istrinya?"
Jasson tidak tahan lagi "Cukup ya! Selama ini aku diam karena aku menghargai kamu sebagai adiknya istri aku,"
__ADS_1
"Iya, aku juga begitu! Karena kamu suami kakak aku. Dan ini pantas jadi suami? Hah? Mikir!"
Ade melerai keduanya "Udh cukup! Aku yang salah, tolong kalian jangan berdebat lagi!"
"Kamu ajarin adik mu sopan santun!"
"Hey, manusia seperti mu enggak perlu di hargai tau enggak! Udah buat susah malah buat orang menderita. Lelaki enggak berguna!"
Ratu berteriak, Ade meminta adiknya untuk berhenti "Tolong dong ratu, bagaimana pun Jasson adalah suami ku. Aku masih membutuhkan dia sebagai suami ku, anak ini juga membutuhkan ayah! Kamu jangan kasar sama dia, nanti Jasson bisa ceraikan aku, mau aku jadi janda?"
"Lebih baik! Daripada kamu menikah dengan lelaki tidak tahu diri sepertinya kak! Lebih bagus kamu jadi janda saja! Kakak enggak mikir ya? Selama ini kakak menafkahi aku, memberikan yang terbaik untuk aku sedangkan dia seenaknya aja menyakiti kakak? "
Ade tidak menjawab membuat ratu semakin kesal.
Ting!
Bel berbunyi, ratu menuruni anak tangga. Ade segera menghapus air matanya
Yang datang ternyata adalah Eyden, Eyden melihat mata Ade yang sembab
"Ade, ada apa?"
Ade menggeleng, ia segera masuk kamar.
"Ratu,.kenapa mata Ade begitu sembab?"
Ratu diam sejenak lalu ia mengajak Eyden untuk masuk. Ratu akan menceritakan segalanya dengan Eyden.
"Apakah ade menjadi istri kedua?"
Ratu mengangguk "Iya, dan kakak ku merasa sangat menderita sekarang. Suaminya hanya memikirkan istri pertamanya saja!"
"Jika memang begitu mengapa dia menikah dengan Ade? Kalau dia mencintai istri pertama nya?"
"Kakak tahu kan lelaki serakah? Itu deh sepertinya dia! Aku juga enggak mengerti mengapa dia menikah dengan kakak ku jika dia saja tidak menghargai kakak ku?"
Eyden merasa kesal dengan cerita Ratu. "Mengapa kamu membiarkan kakak mu menikah dengan orang sepertinya?"
"Apa aku tahu jika dia brengsek seperti itu? Kalau aku tahu, aku tidak akan membiarkan kakak ku menikah dengannya. Apa kakak tahu, mereka sudah berpacaran sangat lama dan suaminya dulu tidak seperti itu. Suaminya sangat lembut dan mencintai kakak ku tapi entah mengapa akhir-akhir ini sikapnya berubah, kakak ku menderita karenanya!"
Ingin rasanya Eyden membunuh' pria yang sudah menyakiti hati kekasih hatinya
"Kak, kenapa?"
"Aku kesal ratu! Lalu mengapa Ade memilih mempertahankan rumah tangganya?"
"Cinta kak! Semua karena cinta! Kalau enggak cinta, aku yakin kakak ku tidak akan bodoh mau bertahan dengan lelaki sepertinya. Setiap bulan hanya memberikan uang tiga juga. Kakak tahu itu tidak cukup kan?"
Eyden semakin terkejut mendengar ucapan ratu, ia tahu bagaimana penghasilan Ade selama ini
"Lalu, mengapa Ade diam saja?"
__ADS_1
"Sudah aku katakan itu semua karena cinta kak! Kalau enggak cinta kakak aku enggak bodoh begitu!"
Eyden terdiam, cinta memang membuat orang menjadi bodoh. Buktinya Eyden yang selalu menunggu Ade
"Kau tahu ratu, aku akan menunggu hingga kakak mu menjadi janda. Aku siap membuatnya bahagia,"
"Hahaha! Kakak jangan mimpi deh! Kakak ku sangat mencintai suaminya. Tidak mungkin mereka berpisah, kakak hanya membuang-buang waktu saja!"
Ratu mengatakan itu dengan ketus, hatinya sakit mendengar ucapan Eyden. Seakan Eyden tidak pernah menganggapnya.
"Namun, jika dia berpisah aku siap menikah dengannya!"
"Iya udah kak, kakak tunggu aja kakak ku sampai tua! Baru kakak bisa menikah dengannya!"
Ratu yang kesal memilih meninggalkan Eyden.
Cinta memang buat rumit baginya
Cinta memang konyol, aku mencintai mu kak! Tapi kau mencintai kakak ku, sedangkan kakak ku mencintai orang lain!
*******
"Bunga terimakasih ya sayang, kamu sudah mau menghabiskan waktu dengan anak mama,"
"Bunga hanya melakukan tugas Bunga sebagai istri ma! Walau Bunga enggak tahu apakah ini benar atau tidak namun yang pastinya..saat Bunga masih menjadi istrinya Jasson. Bunga harus bisa membuatnya merasa senang ma,"
"Apakah kamu bahagia sayang?"
Jika di tanya bahagia atau tidak, dia pasti bahagia namun Bunga memilih tetap diam
"Sayang?"
"Eh iya ma, ma. Maafin Bunga ya? Bunga harus pergi istirahat sekarang."
Laras mengangguk, ia berharap jika Jasson dan Bunga bisa bersatu seperti dahulu lagi. Seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anak-anaknya
"Sayang, kamu sudah pulang nak?"
"Mami, maafin Bunga ya? Mami pasti nunggui Bunga iya?"
"Iya, emangnya kamu kemana? Tau enggak mami khawatir!" Ara menjawab dengan ketus
"Maafin aku ya? Aku udah membuat kalian merasa khawatir!"
"Sudah la sayang, kamu jangan galak dengan Bunga," Salvira meminta kepada Ara
Namun bagaimana dia tidak galak? Sedari tadi Salvira merasa khawatir dengan Bunga
Terlihat Bunga yang merasa bersalah dengan maminya "Mami maafin Bunga ya?"
"Iya sayang, sudah lah! Lebih baik kamu istirahat sekarang!"
__ADS_1
Bunga mengangguk, Ara berharap jika Bunga tidak terpengaruh dengan segala bujuk rayu Jasson