Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 78


__ADS_3

Mereka pun telah sampai di kantor. Saat sampai kantor, terlintas sedikit bayangan di kepala Bunga. Namun ia tetap berusaha kuat jika ia lemah maka dirinya tidak bisa mengingat apapun.


"Ayo Bunga!" Ara mengajak Bunga untuk naik ke atas, semua para Karyawan menyambutnya dengan begitu antusias. Mereka senang, setelah sekian lama akhirnya CEO perusahaan pun masuk juga "Selamat pagi CEO Bunga!"


Pria tua yang sedang membersihkan area kantor pun menyapa Bunga, Bunga tersenyum kepadanya. "Selamat pagi Bapak, maaf pak saya belum bisa mengingat apapun. Jika saya salah berkata, maafkan saya,"


"Tidak apa-apa CEO Bunga, bapak mengerti. Nak Ara juga sudah memberitahu bapak tentang kondisi kamu, bapak berdoa agar kamu kembali pulih,"


Bunga pun tersenyum, Ara kembali mengajak sahabatnya ke ruangan. Namun mata Bunga tertuju pada satu ruangan "Itu ruangan apa?"


"Itu ruangan almarhum papi kamu, mau ke sana?"


Bunga mengangguk, ia ingin melihat-lihat ruangan kenangan papinya.


Ara, Bunga dan Gerry pun mendekati ruangan itu. Ara membuka pintu, saat melihat ruangan itu. Begitu jelas ingatan Bunga


Bagaimana papanya tergeletak di lantai, bergelumuran darah.


Bunga sudah mengingat semuanya, bayangan-bayangan masa lalu itu. Bahkan setiap sisi kantor memiliki ingatan-ingatan tersendiri.


Yang membuat wanita cantik itu mengingat segalanya.


"Ara, aku ingat semuanya. Aku ingat, ini ruangan Daddy. Dan terakhir kali Daddy menghembuskan nafas terakhirnya, aku ingat bagaimana Daddy tergeletak berlumuran darah. Aku mengingat semuanya!"


Ara tersenyum senang, ia memeluk sahabatnya. Ia juga tidak menyangka jika Bunga bisa mengingat segalanya semudah itu ketika berada di kantor. Jika ia tahu, mungkin ia sudah membawa Bunga ke kantor sejak lama. Keduanya berpelukan terharu "Aku bahagia Bunga, akhirnya kamu mengingat segalanya. Aku sangat bahagia, sungguh jika aku tahu kau akan mengingat segalanya di sini, aku akan membawa mu ke sini sejak lama,"


Ara mengatakan itu dengan mata yang sendu. Sungguh ini mukjizat yang luar biasa baginya, Ara harus memberikan kabar berita bahagia ini kepada semua orang di rumah. Ia melepaskan pelukannya dengan sang sahabat sekaligus CEO perusahaan


"Bunga aku akan menghubungi mami, aku akan memberitahu mami jika kamu sudah mengingat segalanya!"


Bunga pun melarang "Tidak Ara! Kita akan memberitahu mami, mama dan papa nanti saja di rumah. Aku ingin memberitahu kabar baik ini secara langsung,"


"Yaaahhh....! Padahal aku udah enggak sabar memberitahu kabar ini di rumah bahkan di seluruh dunia"


Gerry menatap tingkah Ara, bahkan ia tidak peduli dengan kesembuhan bosnya. Bukannya Gerry tidak senang, ia bahkan sangat bahagia namun fokus dan tujuannya selalu kepada Ara.


Sudah beberapa bulan ini, Gerry selalu menjaga Ara dan ia memiliki perasaan kepada wanita itu walau Gerry tidak pernah mengatakan apapun


Ara meminta kepada Bunga untuk ke ruangannya saja "Bunga, sebaiknya kita istirahat ke ruangan kamu!"


Bunga mengangguk, ia pun mengingat kejadian kemarin di mana ia mengingat Jasson dan Ade sudah menikah lagi


"Mengapa Jasson tidak sabar Ara? Sungguh aku tidak marah kepadanya hanya saja. Mengapa dia mengingkari berjanjian kami, jika ia ingin menikah dengan Ade mengapa ia tidak menceraikan aku?"


Ara tahu, mode bucin Bunga sudah kembali "Hadeh! The power of bucin Bunga telah kembali. Susah deh kalau bicara dengan orang bucin. Tuhan kembalikan Bunga ku yang bijaksana seperti dulu," ujarnya


"Ara, aku enggak bucin! Sungguh!"


Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan Bunga, semuanya masih sama. Begitu nyaman dan tertata dengan rapih


"Aku tidak bucin, hanya saja aku tidak menyangka saja. Dan bagaimana dengan anak ku?"


Bunga memang selalu mendahulukan perasaannya daripada logikanya sebab itu Ara lebih menyukai Bunga yang hilang ingatan. Setidaknya ia lebih menggunakan akal daripada hati yang tidak masuk akal menurutnya


"Sudah lah! Aku sedang tidak ingin berdebat sekarang. Terserah kamu saja Bunga! Setidaknya saat kamu sudah membaik aku merasa senang,"


Ia langsung memeluk sahabatnya kembali, begitu juga dengan Bunga yang membalas pelukan hangat itu


"Terimakasih kamu begitu perhatian dengan aku!"


Ara akan selalu perhatian dengan Bunga, karena ia sangat menyayangi Bunga. Gerry melihat keduanya yang begitu saling menjaga satu sama lain


Bunga melirik ke arah Gerry, ia pun berdehem "Hem ada pandangannya enggak berhenti nih!"


Ara menoleh ke arah Gerry namun lelaki itu memalingkan wajahnya dengan malu.


"Lihat lah bahkan ia memalingkan wajahnya dari aku!" Ara terlihat kesal namun ia tidak mengatakan apapun, Bunga merasa sangat mual ia langsung bergegas ke kamar mandi


Huek...! Huek....!

__ADS_1


Ara berlari mendekati sahabatnya "Bunga, kamu enggak apa-apa?"


Bunga pun menggelengkan kepalanya "Tidak! Aku tidak kenapa-kenapa hanya saja kepala ku terasa sangat pusing! Dan begitu mual,"


"Bunga, lebih baik kamu di rumah saja! Aku enggak mau kamu kenapa-kenapa. Gerry tolong lah antar kan saja Bunga pulang, lebih baik dia istirahat!"


"Baik nona! Ayo nona Bunga, kita pulang!"


"Bunga, tolong lah jangan keras kepala! Kamu harus pulang dan istirahat. Setidaknya untuk anak mu yang ada di dalam perut?"


Bunga pun akhirnya mengangguk "Baik lah Ara, aku akan pulang sekarang tapi aku mohon, jangan beritahu mami jika aku merasa mual di sini. Aku enggak mau mami khawatir!"


"Aku tidak akan memberitahu mami dengan keadaan kamu, tenang saja!"


Bunga akhirnya di antar oleh Gerry kembali ke rumah, ia merasa penat. Karena aktivitas yang hanya bisa ia lakukan di dalam rumah semenjak menikah


"Aku sudah mengorbankan hidup ku, dan berbakti menjadi istri yang baik di rumah namun mengapa suami ku tidak pernah menghargainya?"


Saat ini, ia dan Jasson masih berstatus menjadi suami dan istri.


Bunga melihat Jasson yang mengendarai motor "Gerry tolong kamu ikuti dia!"


"Baik nona!" Lelaki itu tidak bisa menolak perintah bosnya, ia pun mengikuti semua permintaan dari Bunga.


Mobil Bunga berhenti di suatu perusahaan yang ia kenal itu adalah milik teman papanya


"Ini kan perusahaan om Arga, untuk apa dia ke sini? Apakah Jasson bekerja di sini?"


Setelah melihat suaminya masuk, Bunga meminta kepada Gerry untuk melajukan mobil mereka kembali pulang ke rumah


Ia tahu, jika Jasson pasti mengalami kesulitan, apalagi Jasson yang sudah terbiasa hidup mewah sejak kecil saat papanya masih berjaya dan walau pun keluarga mereka sudah bangkrut.


Bunga dan ibunya membantu kebutuhan ekonomi mereka, jadi Jasson tidak pernah merasa kesulitan mencari uang


"Kasian Jasson, pasti ia kesulitan mencari uang?" Gumamnya dengan pelan, air matanya menetes. Sebenarnya ia tidak tega dengan Jasson, mau bagaimana lagi? Terkadang cinta membuat kita menjadi bodoh


Bahkan Bunga tidak perduli walau orang-orang mengatakan ia bodoh. Namun Bunga memang begitu tulus jika sudah mencintai seseorang, ia pun menghapus air matanya saat mobil sudah berhenti di depan rumah.


Laras, David dan Salvira menyambut kedatangan Bunga "Sayang, kenapa kamu sudah kembali?"


"Tidak kenapa-kenapa mami, mami. Ada hal yang mau Bunga berikan kepada mami, papa dan mama!"


"Apa nak?"


"Ada apa Bunga? Apa sesuatu terjadi kepada mu?"


"Apakah Jasson kembali menyakiti mu nak?"


Bunga menggeleng, ia pun mengatakan jika Jasson tidak melakukan apapun "Tidak! Jasson tidak menyakiti Bunga, Namun ada yang lebih baik lagi,"


"Sayang, kamu jangan membuat kami penasaran nak! Katakan ada apa?"


"Bunga sudah mengingat segalanya," Bunga berjalan ke arah ayah mertuanya "Pa, Bunga sudah mengingat segalanya. Jadi papa harus melupakan semua kepahitan itu ya pa? Jangan menyalahkan diri papa sendiri karena perbuatan Jasson ya pa?"


"Nak, kamu tidak berbohong kan?"


"Tidak pa! Bunga tidak berbohong, Bunga ingat segalanya, mami ingat kan? Saat kita ke ruangan Daddy, dan Daddy sudah tiada berlumuran darah? Dan Bunga ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan? Saat itu Bunga merasa sangat takut dan trauma, mami ingat kan mi?""


Salvira mengangguk, ia memeluk mengangguk anaknya "Iya sayang, mami ingat. Dan sudah lah, mami enggak mau mengingat segalanya! Lebih baik kita kubur duka ini nak! Bukan berarti mami mau melupakan Daddy, namun jika kita terus mengingat kenangan pahit itu kami takut jika tidak bisa menuju kehidupan selanjutnya."


Bunga pun mengangguk "Iya mami! Bunga hanya ingin mami, mama dan papa tahu jika Bunga sudah ingat semuanya. Dan Bunga ingin papa juga tidak sedih, papa jangan menyalahkan diri lagi atas apa yang terjadi dengan Bunga. Dan tadi, Jasson juga menemui Jasson. Dia bekerja di perusahaan om Arga, Jasson juta mengendarai sepeda motor."


Laras murung mendengar ucapan menantunya namun Jasson juga harus bisa bertanggungjawab dengan semuanya "Biarkan saja dia nak! Biar Jasson bisa menyelesaikan kehidupannya dengan wanita itu!"


Laras mengatakan itu dengan hati yang berat, Bunga mengangguk. "Iya ma!"


Huek...! Huek...!


Bunga kembali mual, Salvira memberikan minyak kayu putih di hidung anaknya

__ADS_1


"Sayang, lebih baik kamu istirahat saja di kamar kamu! Mami enggak mau kamu kenapa-kenapa!"


"Iya mami, Bunga akan istirahat saja di kamar."


Salvira dan Laras mengantarkan Bunga ke kamar, mereka menaiki anak tangga satu persatu.


Bunga membuka pintu kamarnya, ia segera mendekati tempat tidur membaringkan tubuhnya di atas kasur


"Kamu kalau butuh apa-apa bilang sama mami. Mami akan menunggui kamu di sini!"


"Tidak usah mami, mami dan mama istirahat saja. Bunga enggak apa-apa kok, Bunga bisa sendirian di sini lagipula mami da mama juga ada di bawah kalau terjadi sesuatu kepada Bunga pasti Bunga akan memanggil kalian. Bunga akan membutuhkan bantuan kalian,"


"Baik lah nak!"


********


"Hey kamu Jasson bukan? Suaminya Bunga." Tanya seorang wanita, yang kebetulan adalah teman sekolah Bunga sewaktu di bangku SMA


Jasson mengangguk "Iya," memang saat ini ia masih menjadi suami Bunga.


"Bagaimana kabarnya Bunga? Dan mengapa kau di sini?"


"Aku bekerja di sini,"


"Bekerja di sini? Tapi kenapa? Bukan kah mertua mu memilikinya perusahan besar? Menantunya bekerja di perusahaan orang lain?"


"Maaf ya mbak, tapi ini urusan pribadi keluarga kami dan saya tidak memiliki kewajiban untuk menjawab pertanyaan anda, dan kenapa anda mengurusi rumah tangga kami?"


"Dih apaan sih! Enggak jelas, saya kan nanya baik-baik santai aja dong! Pantas saja kamu tidak di pakai oleh mertua mu karena model mu beginian. Amit-amit!" Wanita itu dengan terang-terangan menghina Jasson.


"Dan asal kamu tahu ya? Aku ini anak pemilik perusahaan ini, aku bisa saja memecat mu kapan pun aku mau!"


"Baik! Silahkan pecat saja!"


"Sombong sekali kamu! Baik lah!"


Wanita itu masuk ke dalam ruangan papanya. Bahkan ia meminta papanya untuk segera memecat suami Bunga


Jasson yang sombong bukannya meminta maaf, dia justru mengundurkan diri


"Dasar tidak tahu malu! Sombong sekali menjadi pria!"


Setelah menerima gajinya, Jasson segera pergi dari perusahaan itu. Baginya harga dirinya adalah nomer satu, bisa-bisanya ia terhina seperti ini. Di rumah, ia selalu ribut dengan Ade, dan pekerjaannya juga selalu di hina oleh orang-orang. Menantu dari keluarga yang terpandang bekerja di perusahaan orang lain


Itu hal yang memalukan. Namun Jasson tidak memiliki puluhan, ia harus membiayai Ade dan calon anaknya. Namun saat dirinya merasa terhina, lebih baik ia pergi dari perusahaan itu.


Jasson pulang dengan perasaan yang sangat kesal


"Jasson, ada apa? Kenapa kamu pulang cepat sekali?


Jasson memberikan maps coklat yang berisi uang


Ade menghitungnya "Wah banyak sekali, kamu mendapat gaji?" Jasson menggeleng


"Tidak! Aku mengundurkan diri dari perusahaan itu,"


"Apa? Kamu mengundurkan diri? Kenapa Jasson? Kamu tahu mencari pekerjaan tidak semudah itu, dan dengan gampangnya kamu keluar dari sana?"


Jasson menatap mata istirnya dengan kesal "Kamu bawel terus! Aku capek selalu di hina oleh orang-orang. Mereka menghina dan menertawakan aku! Bahkan menganggap aku sebagai pegawai biasa!"


"Jasson! Sekarang ini kau memang hanya pegawai biasa, bukan bos lagi! Mengapa kau bersikap seperti bos? Sekarang kau tidak bekerja, lalu bagaimana kita? Mau makan apa anak ini?"


"Apa ini enggak cukup? Ini ada dua puluh juta, kamu bisa gunakan dengan baik. Mereka memberikan pesangon ini karena aku suaminya Bunga! Jadi mereka masih menghargai aku, kamu gunakan dong uang itu dengan baik untuk beberapa bulan kedepan. Aku akan mencari pekerjaan yang layak!"


"Kamu enggak mikir? Hanya perusahaan itu yang mau memberi gaji besar di posisi mu sekarang! Uang segitu aja enggak cukup untuk kehidupan kita sehari-hari, aku harus memakai uang tabungan aku juga, dan sekarang kamu enggak bekerja mau makan apa kita? Makan mu sehari-hari harus enak! Aku masak tempe tahu, kamu protes. Harus makan daging, udang dan makanan yang mahal lainnya, kamu pikir itu enggak butuh uang?"


"Jadi kamu keberatan dengan makan aku? Baik! Aku bisa makan di luar!"


Ade menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya mengapa mudah sekali untuk Jasson mengatakan hal itu?

__ADS_1


"Kamu enggak mikir aku? Enggak mikirin anak ini? Kalau kamu makan di luar juga lebih mahal!"


"Jadi aku harus apa? Ayo katakan! Aku harus apa biar kamu merasa cukup? Aku udah berusaha dengan sekuat dan sebaiknya aku namun kamu enggak pernah menghargainya, aku capek tau enggak!"


__ADS_2