Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 128


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka semua bersiap ke bandara untuk segera berangkat.


"Sayang, ayo buruan! Nanti kita akan terlambat,"


Bunga mengangguk, mengatakan jika dirinya sudah bersiap. Bunga langsung menggandeng tangan anaknya Jesslyn


"Mommy, tunggu Justin!" Justin pun memanggil Bunga, memang dia lebih dekat dengan Bunga daripada maminya Ara.


Ara dan suaminya menuruni tangga membawa koper barang bawaan mereka "Kalian ini lama sekali, mobil sudah siap dari tadi!"


Salvira berjalan menuju mobil, memakai kaca mata hitam dan baju yang sangat modern. Walau umur Salvira tidak muda lagi, namun dirinya masih sangat modis. Rambut terurai berwarna cokelat dan kulit yang putih bersih membuatnya seperti anak remaja. Apalagi tubuh mungil dan sangat terawat


"Oma wangi sekali," Justin dan Jesslyn memuji harum nenek mereka yang sangat semerbak namun tidak membuat hidung terasa sakit


Salvira tersenyum dan mengatakan jika almarhum opa Justin dan Jesslyn yang membelinya "Sayang, parfum ini sudah sangat lama sekali. Saat opa kalian masih ada, dan ini di beli saat Oma dan opa liburan di Tokyo,"


"Mami, apakah masih ada?"

__ADS_1


Salvira mengangguk, Bunga kaget bukan main. Seminggu sebelum papinya meninggal memang mami dan Papinya baru pulang berlibur dari Tokyo.


"Iya sayang, mami jarang menggunakannya. Hanya untuk momen-momen abadi saja,"


Mata Bunga pun berkaca-kaca ia mengingat papinya "Bunga sangat merindukan papi,"


"Mami juga, namun kita enggak boleh terus bersedih. Papi sudah tenang, ayo!"


Bunga mengangguk, mereka pun menuju mobil. Supir langsung menuju ke bandara


"Hore, kita holiday! Jesslyn sangat senang sekali, Justin kamu senang juga kan?"


Bunga tersenyum menoleh ke arah Justin dan mengangguk "Iya sayang, mommy sangat senang apalagi ada kalian berdua. Liburan ini sangat menyenangkan jika anak-anak mommy merasa senang,"


Ara bersandar di bidang kekar suaminya, kepalanya terasa pusing entah kenapa. Perutnya terasa sangat mual "Sayang, apakah kamu tidak enak badan?"


Mendengar Gerry mengatakan itu, sontak membuat Salvira dan Bunga menoleh ke arah Gerry dan Ara "Sayang, kamu kenapa? Apa kamu sakit?"

__ADS_1


Salvira pun bertanya kepada Ara dengan cemas, Ara menggelengkan kepalanya "Tidak mami, namun entah kenapa kepala Ara terasa sangat pusing. Mungkin Ara masuk angin,"


"Mami jangan sakit! Nanti kita batal holiday!" Jesslyn terlihat takut, jika liburan mereka batal. Ara mengatakan kepada Jesslyn untuk tidak perlu khawatir "Jesslyn, kamu jangan khawatir sayang! Holiday akan tetap berjalan, oke?"


"Benar kan mami?"


"Iya sayang, liburan tetap akan berjalan. Jesslyn jangan takut jika holiday ini batal ya?"


Jesslyn mengangguk, awalnya Bunga memang ingin membatalkan perjalanan karena melihat sahabatnya sakit, namun karena tidak tega melihat Jesslyn ia pun hanya diam saja.


"Ara, sebaiknya kamu tidur saja dahulu. Nanti sampai di Bandara kami akan membangunkan kamu,"


Bunga mengambil minyak kayu putih di tasnya, ia berikan kepada Ara "Gunakan lah ini, mungkin akan membuat kamu lebih mendingan,"


Ara menerima pemberian sahabatnya dan tidak lupa ia mengucapkan terimakasih "Terima kasih Bunga,"


Ara langsung meletakkan minyak kayu putih ke beberapa bagian tubuhnya yang terasa pusing dan tidak enak.

__ADS_1


Gerry memeluk istirnya "Sayang, kamu tidur saja ya!" Ia pun mengecup kening istrinya membuat Salvira merasa senang.


Aku sangat senang melihat kemesraan keduanya. Terutama Gerry yang tidak pernah berubah sikapnya kepada Ara ~batinnya


__ADS_2