Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 91


__ADS_3

"Dia adalah Ade, istri kedua ku!"


Hah?


Apa?


Astaga, Jasson menikah lagi tanpa sepengetahuan kita?


Semua orang terkejut mendengar ucapan Jasson dan mengatakan jika Jasson lelaki yang buruk


"Apa kau tidak tahu malu Jasson? Selama ini kau menumpang di rumah Bunga dan kau bisa-bisanya menikah dengan wanita lain!" Cecar salah satu kerabat, suasana memanas! Bunga pun melerai agar suasana tidak semakin memanas


"Sudah! Ini bukan waktunya untuk menyalahkan siapapun, saat ini biarkan papa David di makam kan terlebih dahulu. Dan ini masalah rumah tangga kami tolong biarkan ini menjadi masalah keluarga kami. Jangan mencampuri nya!"

__ADS_1


"Keluarga? Bunga, kami ini juga keluarga kamu! Dan kami tidak terima jika kamu di perlakukan seperti itu. Kami marah karena kami sangat menyayangi kamu!"


"Aku tahu jika kalian sangat menyayangi aku! Dan aku sangat bersyukur untuk itu semua. Tapi aku mohon, tolong jangan memperdebatkan ini sekarang. Ini bukan waktu yang tepat"


Tantenya Bunga mendekat "Jika bukan karena papanya Jasson meninggal, kami tidak akan tahu masalah ini. Dan mbak Salvira, mengapa mbak menutupinya dari kami? Kami ini adalah tantenya Bunga. Adik kandung mbak, namun mbak merahasiakan ini kepada kami! Hancur hati saya mbak melihat keponakan kesayangan saya di perlakukan seperti ini!"


Tantenya Bunga bahkan menangis, hatinya teriris mengetahui kenyataannya "Kalian harus menerima semua kenyataan ini! Kenyataannya aku adalah istrinya Jasson juga dan aku sedang mengandung anak Jasson!" Ade tiba-tiba saja menjawab bahkan membuat Jasson terkejut


"Sayang, tolong jangan membuat masalah lagi! Aku sudah sangat terluka dengan semua ini! Aku mohon, hargai papa ku untuk terakhir kalinya!" Jasson memelas mengatakan itu kepada Ade, membuat wanita itu pun mengalah. Namun sebelum itu ia memperingatkan semua orang yang ada di rumah Bunga.


"Iya Ade, kau sangat benar. Dan aku tidak akan melarang kau dan Jasson untuk melihat jasad papa!" Bunga mencoba tersenyum kepada madunya itu, namun Ade justru menatapnya dengan tatapan kebencian.


Membuat orang yang ada di situ geram, namun mereka tidak mau ikut campur terutama Bunga sendiri yan mengatakan untuk tidak ikut campur.

__ADS_1


"Masuk lah!" Bunga meminta Ade dan Jasson untuk lebih dekat dengan jasad David.


"Kalian ke sini lah! Berikan kesan terbaik untuk upacara pemakaman terakhir papa!"


"Sudah lah! Kau jangan mengajari kami! Tanpa kau minta, kami akan melakukan hal itu!"


Ade mengatakan itu dengan ketus, namun Bunga hanya membalas senyuman. Ia tidak mau memperpanjang masalah


Ara ingin memukul Ade, namun Bunga mencegahnya "Ara, aku mohon sekali untuk sekali ini saja mengalah, biarkan ia ingin mengatakan apa! Aku tidak perduli, yang penting saat ini pemakaman papa kita urus,"


Ara pun mengangguk, ia janji akan mengendalikan amarahnya demi menghargai jenazah David untuk terkahir kalinya.


Jasson dan Ade duduk di samping David, Jasson menangis. Ia tidak rela jika papanya pergi meninggalkan dia "Pa, bangun lah! Maafin Jasson pa!"

__ADS_1


"Untuk apa kau meminta maaf kepada papa mu yang telah tiada? Kau anak yang tidak tahu diri! Pergi kau! Aku menyesal telah melahirkan anak seperti mu!"


__ADS_2