
Gerry dan Ara masuk ke dalam kamar, terlihat Ara yang murung "Sayang, kenapa sedih?"
"Bagaimana aku tidak sedih? Seharusnya ini menjadi liburan yang menyenangkan, namun karena aku sakit. Aku tidak boleh liburan dengan leluasa,"
Gerry tersenyum, memeluk istirnya "Bukan enggak boleh, tapi harus istirahat dulu. Nona Bunga mengatakan hal yang benar, kesehatan kamu jauh lebih penting dari apapun. Aku enggak mau kamu sakit, lihat tadi kamu pusing dan,"
Belum sempat Gerry melanjutkan ucapannya, Ara sudah langsung mual-mual membuat ia merasa khawatir
"Huek! Huek!"
Ara langsung berlari ke dalam toilet, kepalanya juga terasa sangat pusing. Ketika sudah agak mendingan, Ara langsung keluar dari kamar mandi.
"Sayang, kamu enggak apa-apa?"
Ara menggeleng, dirinya terasa sangat mual "Apakah kamu hamil?" Gerry langsung bertanya dengan sumringah, karena kehamilan pertama Ara juga seperti ini. Ara menggelengkan kepalanya "Aku enggak tahu sayang,"
"Sayang, apakah kamu menyimpan persediaan alat pendeteksi kehamilan?"
__ADS_1
"Test pack maksudnya?" Gerry langsung menggeleng, Ara mengatakan jika dirinya tidak menyimpan persediaan test pack
"Sayang, aku mana punya. Lagipula, di rumah juga enggak ada. Enggak pernah kepikiran,"
"Ya sudah, aku keluar sebenar untuk membelinya. Di bawah aku lihat ada apotik, kamu di sini dulu ya?" Gerry mengarahkan istrinya ke tempat tidur. Ia langsung membaringkan dan mengecup kening Ara dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Ara pun bahagia dengan perlakuan suaminya itu "Terimakasih banyak sayang,"
"Iya sayang, sama-sama. Kamu tunggu sebentar,"
Gerry segera pergi meninggalkan Ara untuk membeli test pack tersebut. Dirinya merasa tidak sabar dan jika memang benar istrinya itu hamil membuat Gerry merasa sangat senang.
Cekrek!
Gerry membuka pintu kamar, ia segera mendekati Ara yang tertidur lemas di tempat tidur. Perutnya masih saja terasa mual, kepalanya juga begitu pusing
"Ini sayang, coba kamu test terlebih dahulu,"
__ADS_1
Gerry membantu Ara untuk bangkit dan berjalan menuju kamar mandi. Ara masuk ke dalam kamar mandi, membuktikan dugaan suaminya
Lima menit sudah ia di dalam kamar mandi
Gerry terlihat sangat tidak sabar "Sayang, bagaimana?"
Ara keluar dari kamar mandi, ia pun tersenyum senang dan mengangguk "Aku hamil sayang!"
Mendengar ucapan Ara, membuat Gerry sangat bahagia. Ia memeluk istrinya "Sayang, Justin akan memiliki adik,"
Ara terharu, air matanya menetes dahulu ia yang dianggap mandul oleh mantan suaminya. Kini sudah hamil anak kedua, Ara mengangguk tersedu "Aku bahagia sekali sayang, akhirnya Justin dan Jesslyn akan memiliki adik!"
"Iya sayang, mereka akan bermain bertiga. Tidak berdua lagi, selamat untuk kamu sayang ku! Aku sangat mencintai mu!"
"Selamat juga untuk kamu suami ku, aku juga mencintai mu."
Keduanya kembali berpelukan dengan penuh hangat dan cinta, Ara merasa sangat bahagia. Ia mengira jika Tuhan tidak akan mengizinkan dirinya untuk bahagia, namun nyatanya ia salah. Tuhan bahkan begitu baik dan adil kepadanya, Tuhan begitu sayang kepada Ara. Tuhan memberikan keluarga seperti Salvira dan Bunga. Juga mengirimkan suami yang sangat baik untuknya dan sekarang ia menjadi seorang ibu untuk Justin dan calon anak keduanya itu.
__ADS_1
Kebahagiaan meliputi seluruh ruangan, dan Ara akan memberikan kabar bahagia ini kepada Salvira dan juga Bunga