Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 9


__ADS_3

"Tunggu!"Jasson memanggilnya saat Bunga ingin pergi


"Apa kau keberatan?" tanya Jasson kembali, Bunga menggelengkan kepalanya. Dan mengatakan jika dirinya tidak merasa keberatan sedikit pun.


"Tidak! Aku senang jika kalian membutuhkan ku, Jasson!" Bunga tersenyum, menahan rasa sakitnya.


Mengapa Jasson tidak memperdulikan perasaannya dan hanya memperdulikan perasaan wanita lain?


"Jasson, lama sekali" tiba-tiba Ade masuk kedalam kamar Bunga, mendekati Jasson. Lalu bergelanyut di lengan Jasson. Kepalanya menempel di dada Jasson yang kekar.


"Aku akan segera memasaknya." Bunga segera pergi meninggalkan Ade dan Jasson. Melihat pemandangan itu akan membuat hatinya tidak enak.


Bunga akan tetap bersabar, ia akan mengambil suaminya. Bunga akan membuat Jasson jatuh cinta kepadanya selama tiga bulan kedepan.


Terkadang cinta membuat orang menjadi kehilangan akal sehatnya.


Apalagi CEO cantik seperti Bunga. Namun demi cinta, ia rela menjadi orang bodoh!


Sebenarnya Bunga tidak bodoh, ia hanya ingin mempertahankan pernikahannya dengan sang suami.


Jasson mengajak Ade untuk keluar dari kamar Bunga


"Sayang, lain kali kamu jangan masuk ke kamar Bunga ya?"


"Memangnya kenapa? Aku tidak mencuri barang-barangnya dan aku masuk ingin menemui mu. Sayang, aku ingin pernikahan kita segera dilangsungkan!"


Ade meminta kepada Jasson untuk mempercepat pernikahan mereka. Ia sudah muak menunggu terlalu lama, Jasson meminta kepada Ade untuk lebih bersabar.


"Bersabarlah, Sayang. Aku sudah mengatakan itu semua kepada Bunga dan dia meminta waktu untuk tiga bulan."


"Tiga bulan? Untuk apa?"


Terlihat Ade begitu kesal, mengapa Bunga seakan mempersulit jalannya agar menikah dengan Jasson.


"Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti ia membutuhkan waktu tiga bulan. Bersabarlah, Sayang!"


Jasson sengaja tidak memberitahu Ade agar kekasihnya tidak merasa cemas. Dan Jasson yakin, walau seribu tahun pun ia tidak akan mencintai Bunga!


Cintanya hanya untuk kekasih hatinya, yaitu Ade.


Jasson hanya ingin Ade tidak memikirkan hal yang berlebihan. Itu pasti akan menganggu kesehatan Ade, Jasson tidak ingin jika wanitanya jatuh sakit.

__ADS_1


Yang ada dipikiran Jasson hanyalah Ade saja! Bahkan ia tidak perduli walau Bunga menangis darah sekalipun! Yang terpenting kebahagiaan Ade jauh lebih penting dari apapun.


****


Di dapur, Bunga memasak makanan yang begitu lezat untuk keduanya.


Ade dan Jasson pun datang tanpa rasa malu, keduanya mengambil posisi ternyaman. Tentu saja Ade berada di sampingnya.


"Lama sekali, aku sudah lapar." Ade begitu manja mengadu kepada Jasson.


Jasson pun meminta Bunga untuk lebih cepat memasak, Bunga menggeram! Namun ia harus tetap sabar!


"Maafkan aku, Ade. Namun jika kamu sudah sangat lapar tidak usah menunggu masakan ku. Beli saja makanan cepat saji!" Bunga seakan ketus berbicara kepada Ade. Ia tidak suka sandiwara yang Ade lakukan!


Di depan Jasson, wanita itu bertingkah seperti anak kecil dan sangat polos. Namun jika tidak ada Jasson, Ade menunjukkan sifat aslinya.


Sangat buruk dan jahat!


"Jasson, lihatlah! Aku kan tidak bermaksud seperti itu." Ade menangis manja kepada Jasson, Jasson mengepalkan kedua tangannya. Menatap Bunga sinis


"Jika kau tidak bersedia memasak untuknya lebih baik tidak usah! Aku bisa membeli masakan cepat saji!"


"Jasson, aku bukan tidak mau memasak. Kamu sudah liat kan gimana aku? Kamu pikir aku sekarang ini lagi apa? Lagi ngopi atau lagi berenang? Aku sedang masak. Dan sabar dong!"


Jasson terdiam, memang ia melihat Bunga sedang memasak. Ia pun memberikan pengertian kepada Ade, jika kekasihnya itu harus lebih bersabar!


Ade pun mengangguk, ingin sekali rasanya ia memukul Bunga. Namun tidak mungkin! Jasson pasti akan membela Bunga, dan Ade tidak akan dibela.


Walau Jasson mencintai dirinya, namun Ade juga tahu jika Jasson menyayangi Bunga sebagai sahabat kecilnya.


Kemarahan dan kebencian Jasson kepada Bunga itu hanya semata rasa kesal dan kecewanya Jasson kepada Bunga.


Masakan pun sudah masak sempurna, Bunga meletakkan masakan itu di wadah mangkuk yang sudah disediakan.


Ia pun menata dengan rapih di atas meja makan. Setelah selesai memasak untuk Jasson dan Ade. Bunga segera meninggalkan keduanya


Jasson bertanya apakah Bunga tidak makan, Bunga pun mengatakan jika dirinya masih kenyang.


"Kau tidak makan?"


"Tidak! Aku masih kenyang makan hati,"

__ADS_1


Setelah mengucapkan itu, Bunga berlalu pergi meninggalkan keduanya. Jasson menatap kepergian Bunga. Sedangkan Ade, menikmati makanan yang di masak oleh Bunga.


Rasanya sangat lezat dan gurih, bahkan Ade berkali-kali menambah.


Jasson terlihat gembira melihat kekasihnya mau makan banyak.


"Begitu dong, Sayang. Aku senang melihatmu makan yang banyak seperti ini!"


"Iya, Jasson. Aku ingin Bunga setiap hari memasak untuk kita, Sayang. Agar aku bisa menambah nafsu makan ku."


"Jangan khawatir! Aku akan mengatakan kepada Bunga untuk memasak setiap harinya."


"Aku bukan pembantu!" Bunga yang tiba-tiba datang entah dari mana pun mengatakan itu dengan tegas.


"Jasson, kau tahu jika aku ini seorang CEO. Dan yang kau punya sekarang itu dariku dan keluargaku! Jadi bagaimana bisa aku menjadi pembantu kalian?"


Seakan menyindir, Bunga pun mengatakan hal itu, ia sudah kesal dengan sifat Ade.


Yang numpang di sini adalah Ade, mengapa ia bersikap seperti tuan putri disini.


Jasson terdiam, apa yang dikatakan oleh Bunga memang benar. Dan tidak bisa di pungkiri, Jasson saat ini hanya menumpang hidup di keluarga Bunga.


Jasson yang merasa harga dirinya di rendahkan pun berdiri


"Jika kau dan ibumu tidak memaksa ku, aku tidak akan menikah denganmu!"


Ucapan Jasson membuat hati Bunga terluka, Ade tersenyum puas melihat keduanya bertengkar.


"Dan pernikahan ini tidak akan terjadi jika kamu menolaknya, Jasson! Aku dan mama tidak memaksa sedikit pun. Kami hanya memberikan penawaran!"


Jasson kembali bungkam, sekarang Bunga lebih berani menjawab ucapan Jasson. Entah keberanian dari mana ia sendiri tidak tahu. Yang pasti, Bunga sudah lelah dengan semuanya. Seakan dia tidak memiliki harga diri


Semua kemewahan yang ada di rumah ini, miliki Bunga. Bahkan perusahaan yang dipegang oleh Jasson juga perusahaan keluarga Bunga.


Bunga rela melepaskan segalanya demi cintanya kepada Jasson. Namun Jasson justru membalasnya dengan luka seperti ini.


"Sayang lihatlah! Sekarang topengnya sudah terbuka. Sifat aslinya sudah keluar!" Ade mengatakan itu untuk membuat Jasson semakin panas.


Bunga meminta kepada Ade untuk tidak ikut campur, apalagi Ade hanya lah orang luar saja.


"Maaf Ade, kamu disini hanya lah orang asing. Bahkan menumpang dirumah ku, jangan campuri masalah Tuan rumah! Wanita pintar dan cantik sepertimu pasti memiliki harga diri."

__ADS_1


Ade bungkam, walau dirinya merasa geram namun ia pun tidak bisa melakukan sesuatu.


__ADS_2