
Salvira memilih mengalah demi kebaikan cucunya "Baik lah jika kamu maunya seperti itu, mami tidak akan membahasnya lagi demi ketenangan Jesslyn,"
Bunga memeluk maminya mengucapkan terimakasih karena maminya sudah mau mengerti "Terimakasih banyak mami, karena mami sudah mengerti keadaan Bunga. Mami selalu mensupport Bunga dalam keadaan apapun,"
"Karena kamu anak mami, bagaimana bisa mami tidak mendukung kamu?"
"Mommy!" Lirih Jesslyn dengan suara manjanya, pembicaraan keduanya langsung terhenti. Bunga takut jika anaknya mendengar percakapan mereka "Jesslyn, kamu udah bangun. Sejak kapan?" Bunga ketakutan, ia tidak mau anaknya mendengar semua percakapan ia dan maminya tadi
"Sayang, kamu jangan seperti itu bertanya kepada anak kamu, nanti Jesslyn merasa takut nak,"
__ADS_1
Bunga meminta maaf kepada maminya "Maafin Bunga mami,"
"Kamu jangan meminta maaf dengan mami, minta maaf dengan anak kamu. Berulangkali mami katakan sama kamu, jangan terlalu keras dengan anak-anak namun kamu masih saja,"
"Mommy, Oma jangan bertengkar!" Jesslyn menangis, membuat keduanya mendekat langsung menggendong tubuh mungil Jesslyn "Sayang, maafin mommy ya? Kamu jangan menangis nak,"
Bunga langsung memeluk anaknya, seharusnya ia tidak berdebat didepan jesslyn. Bukan hanya Bunga yang meminta maaf, namun Salvira pun meminta maaf dengan cucunya "Sayang, maafkan Oma ya? Oma dan mommy tidak berdebat atau bertengkar, kami hanya saling memberikan nasihat saja. Cucu Oma jangan menangis ya sayang?"
"Sayang, mommy dan Oma tidak bertengkar nak, Jesslyn hanya salah paham. Terkadang ibu dan anak biasa saling memberikan nasihat, seperti mommy yang selalu memberikan penjelasan dan nasihat jika Jesslyn namun bukan berarti kita bertengkar sayang. Mommy memarahi Jesslyn karena mommy sayang sama Jesslyn, mommy enggak mau anak kesayangan mommy melakukan kesalahan, begitu juga dengan Oma. Saat mommy melakukan kesalahan, Oma akan menasehati mommy karena tugas seorang ibu memberitahu dan menegur anaknya jika anaknya itu salah,"
__ADS_1
Bunga mengelus bahu anaknya, ia begitu merasa bersalah karena sudah membuat anaknya menangis seperti itu.
"Seharusnya aku enggak egois dan berdebat dengan mami, kenapa sekarang aku seringkali berdebat dengan mami hanya karena hal sepele seperti ini. Lagipula, apa yang mami katakan memang benar!" Batin Bunga, ia menenangkan anaknya dengan lembut dan penuh kasih dan sayang.
Setelah Jesslyn tenang, baru lah Bunga menggendong anaknya dan kembali membawa anaknya ke tempat tidur "Jesslyn sayang, sekarang kamu tidur lagi ya? Lihat itu adik Justin masih tidur. Karena mommy, Oma, mami dan Daddy mempunyai kabar gembira dan sangat bahagia untuk kalian berdua,"
"Kabar gembira? Apa itu mommy?"
Bunga tersenyum menatap mata anaknya yang teduh "Rahasia sayang, kejutan untuk besok. Kamu sekarang tidur ya? Mommy dan yang lainnya akan memberitahu kabar gembira ini kepada Jesslyn dan Justin besok okey?"
__ADS_1
Jesslyn mengangguk, ia pun segera membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan tidak membutuhkan waktu yang lama, Jesslyn kembali tertidur. Bunga menatap maminya "Mami, maafkan Bunga ya? Seharusnya Bunga enggak melakukan kesalahan berulang-ulang yang sudah jelas mami tidak menyukainya. Maafin Bunga mami, Bunga hanya enggak mau anak bunga sedih dan menangis seperti tadi,"
Salvira pun mengangguk, ia juga meminta maaf kepada anaknya, seharusnya ia tidak terlalu tegas kepada Bunga