
Jasson tercengang mendengar ucapan Bunga, bagaimana bisa ia dikatakan mesum oleh istrinya sendiri?
Bunga pun menjauh dari Jasson, ia kembali berdiri di balkon kamarnya, Jasson mendekati Bunga.
Mengapa Bunga seakan menjauh dari dirinya? "Mengapa kau menjauh dariku? Apa salahku?"
Bunga masih terdiam, ia pun tidak menjawab ucapan Jasson, namun terlihat dari wajahnya yang begitu kesal.
"Kau marah karena aku pulang malam?"
Bunga menatap Jasson, mengangguk "Kau keterlaluan, aku merasa jijik didekat pria yang tidak bisa menjaga kesuciannya! Kau belum menikah dengan Ade, namun kau sudah menghamilinya."
"Itu bukan anakku!" Bunga terkejut mendengar ucapan Jasson, namun ia ingin meminta kepastian lagi. "Apa yang kau katakan?"
Jasson mengangguk, memang benar ia dan Ade sering melakukan hubungan suami istri namun Ade mengkhianatinya dan ia mendengarkan ucapan Ade dan Ratu sebelumnya.
"Namun, jika kau tahu itu bukan anakmu mengapa kau masih melakukan itu dengannya?"
Jasson mengacak rambutnya, ia pun tidak mengerti mengapa disaat Ade sudah jelas mengkhianati dirinya, ia tidak bisa marah?
__ADS_1
"Aku terlalu mencintainya, sehingga aku tidak bisa marah kepadanya."
Jasson mengatakan itu dengan sadar, ia pun meminta bantuan kepada Bunga agar membuatnya melupakan Ade.
"Tidak! Aku tidak bisa! Aku bukan pelarian untukmu!"
"Bunga, kau bukan hanya sahabatku. Namun saat ini kau sudah menjadi istriku, apakah sebagai seorang istri sekaligus sahabat kau tidak bisa membantuku?"
"Membantu dalam hal apa?"
"Mencintaimu, dan melupakannya!"
Bunga terdiam, ia tidak tahu harus mengatakan apa. Di sisi lain, dirinya sangat senang namun di sini lain ia merasa jika dirinya lagi dan lagi hanya di manfaatkan oleh Jasson.
Bunga mengatakan jika dirinya membantu Jasson bukan karena sebagai seorang istri, namun sebagai seorang sahabat.
Jasson yang senang langsung memeluk Bunga, sulit sekali untuk Bunga mengontrol perasaannya sendiri. Namun ia pun tidak tahu harus apa
"Aku berjanji, aku akan sering dirumah. Bahkan memperlakukan mu dengan baik."
__ADS_1
Bunga pun hanya mengangguk, melepaskan dirinya dalam pelukan Jasson "Aku mengantuk!" Bunga langsung meninggalkan Jasson seorang diri di balkon kamar mereka.
Mengapa di saat Bunga sudah merelakan yang terjadi, Jasson justru memintanya untuk tetap menetap? Padahal ia tahu jika hatinya Jasson hanya untuk Ade saja. Usaha yang akan ia lakukan nanti juga akan sia-sia.
"Tunggu, Bunga!"
Jasson mengejar Bunga, malam ini sikap Jasson sangat berbeda. Namun tak bisa ia pungkiri, jika dirinya senang dengan perlakuan Jasson.
"Agar aku mencintaimu, kita akan bersikap seperti suami dan istri!"
Bunga tidak menjawab, ia pun hanya pasrah.
"Jawab dong, sayang!" Bunga merasa merinding mendengar Jasson memanggilnya dengan sebutan sayang, apakah Jasson sedang ke sambet?
Bunga melirik kearah Jasson, lalu membuang pandangannya lagi. Gini, gantian Bunga yang menjual mahal.
Bukan ia ingin menjual mahal, hanya saja Bunga tidak mau terlalu berharap lebih yang akan membuat dirinya kembali hancur.
Ia hanya mengira jika suaminya itu terluka karena pengkhianatan yang dilakukan oleh kekasih suaminya itu, namun jika Ade berhasil membujuk Jasson. Jasson pasti akan kembali kepada Ade dan melupakannya.
__ADS_1
Bunga hanya bisa melakukan yang terbaik yang ia bisa. Jika Jasson memang di takdir kan untuknya, mereka pasti akan bersama. Namun jika Jasson bukan untuknya, walau sekuat apapun usaha yang Bunga lakukan, pasti akan sia-sia.
Wanita itu hanya menjauhkan dirinya dari luka dan kecewa yang begitu dalam.