
Seminggu telah berlalu
Walau Bunga dan yang lainnya bersikap seolah tidak terjadi apapun, namun tak bisa di bohongi jika semuanya masih sedih dengan kehadiran Jasson di kehidupan Bunga lagi. Ara bukan lah wanita jahat, namun ia berharap Jasson lebih baik meninggal dunia daripada harus membuat sahabatnya merasa sedih seperti itu.
"Mami, semenjak pertemuan Bunga dengan Jasson lihat lah. Bunga semakin sedih, bukan hanya Bunga namun Jesslyn juga."
Salvira memahami kekhawatiran yang di alami oleh Ara, namun Ara juga harus memikirkan tentang kondisi janin yang ada dikandungannya "Nak, mami berterimakasih banyak karena kamu mengkhawatirkan Bunga, tapi sayang kamu juga harus menjaga kandungan kamu! Mami enggak mau kamu terlalu stres lalu kamu dan anak kamu mengalami bahaya, mami tidak ingin!"
"Tidak mami! Ara bahkan tidak bisa tidur nyenyak saat memikirkan keadaan Bunga,"
"Kamu jangan khawatir! Percaya semua ini kepada mami! Mami tahu, jika Bunga akan baik-baik saja,"
__ADS_1
Ara mengangguk, mencoba mempercayai ucapan salvira walau ia tahu semuanya tidak akan baik-baik saja.
"Mami, Ara makan malam sudah selesai, kita sebaiknya makan dahulu. Setelah itu kita istirahat,"
Bunga mengajak mami dan sahabatnya untuk makan bersama, baginya kesedihan tidak boleh terlalu berlarut "Aku tahu, beberapa waktu belakangan ini kejadiannya sangat tidak mengenakan tetapi bukan berarti membuat kita terus berlarut dalam kesedihan,"
"Lalu, apakah kamu enggak sedih Bunga? Lihat, surat pengadilan sudah datang dan kau sudah membacanya. Apa kau tidak merasa takut?"
"Berhenti Bunga! Berhenti bersikap jika diri mu kuat dan tenang! Aku tahu, kau lemah. Kenapa? Kenapa kau selalu bersikap tenang padahal kau rapuh? Kita adalah keluarga, seharusnya kamu bisa memberikan rasa sakit dan penderitaan kamu kepada kita! Bukan sebaliknya, kau tidak pernah sedikit pun membagi duka mu!"
Bunga tidak menjawab, ia hanya pergi meninggalkan sahabat dan juga maminya.
__ADS_1
"Sayang,"
"Mi, jangan di kejar! Ara hanya ingin dia bisa merasakan dan berbagi penderitanya kepada kita, mau sampai kapan Bunga bersikap dirinya kuat dan bisa menerima segalanya?"
"Hentikan sayang! Tolong hentikan!"
Salvira mendekat dan membelai rambut Ara dengan penuh cinta "Mami merasakan kekhawatiran kamu kepada sahabat kamu! Tapi nak, kamu juga harus tahu. Jika Bunga membutuhkan ruang untuk bernafa, semua yang kamu katakan memang benar sayang! Akan tetapi, kita tidak bisa memaksa Bunga untuk menjadi apa yang kita inginkan! Dia sudah sangat menderita!"
Ara pun mengangguk, salvira tersenyum "Mami berharap kamu menjaga kesehatan kamu dan janin yang ada didalam kandungan kamu. Karena mami tidak ingin kamu menjadi stres dan itu akan membuat kamu merasa sedih. Tolong mengertilah perasaan mami! Mami sangat menyayangi kamu dan juga Bunga. Bukan hanya Bunga yang harus mami perhatikan, namun kamu juga!"
"M-maaf mami, Ara enggak bermaksud membuat mami sedih,"
__ADS_1
"Iya nak, tidak apa-apa!" Salvira mengecup kening Ara dengan penuh perhatian dan cinta. Gerry yang melihatnya pun tersenyum, mungkin ia tidak beruntung karena tidak mendapatkan cinta seorang ibu namun ia bersyukur istrinya dapat merasakan cinta seorang ibu dari salvira, ibu dari bosnya itu