Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 11


__ADS_3

Bunga tersenyum sinis, bagaimana bisa ia ingin merebut Jasson sedangkan itu adalah perusahaan miliknya.


"Bunga, aku tahu jika itu perusahaan milik papamu. Tapi, kedua orang tua kita mengetahui jika kita sedang berbulan madu. Bersabarlah sebentar. Setelah itu kau bisa kembali ke perusahaan."


Bunga terdiam sebentar, memikirkan ucapan Jasson.


"Baiklah! Jasson, aku tidak akan pernah melayani kalian lagi! Karena aku bukan pelayan di rumah ini, aku pemilik rumah ini!"


Jasson mengangguk, Ade yang melihat kekasihnya menuruti ucapan Bunga pun merasa kesal. Ia pergi meninggalkan Jasson dan Bunga. Jasson menyusul kekasihnya itu


Setelah kepergian Jasson dan Ade. Bunga terduduk lemas, hatinya sangat sesak.


Bagaimana tidak? Suaminya tidak pernah memikirkan dirinya. Hanya memikirkan orang lain saja, Jasson selalu menuruti permintaan dari Ade tanpa memikirkan perasaan dirinya.


Bunga meneteskan air mata, namun segera ia tersadar dan menghapusnya


"Jangan lemah Bunga! Kau harus berusaha kuat!"


Bunga merindukan mama dan juga kedua mertuanya. Jika Jasson tidak berbohong kepada keluarga, mungkin kedua mertuanya akan datang untuk makan bersama.


Bunga hanya bisa bersabar dan menunggu.


*****


Ade membanting pintu kamarnya, merasa dirinya terhina.


Jasson masuk, Ade berteriak marah meminta kekasihnya untuk keluar.


Jasson tidak pergi, mendekati Ade. Ia tahu jika kekasihnya begitu murka


"Pergi Jasson!"


"Sayang, aku minta maaf! Tolong jangan marah padaku, kau tahu kan jika yang Bunga katakan itu memang benar."

__ADS_1


Ade tidak menoleh kearah kekasihnya, Jasson memegang kedua tangan Ade, namun wanita itu menepisnya.


"Kau tahu, Jasson? Aku ini model terkenal, namun istrimu sudah mempermalukan aku seolah aku tidak memiliki harga diri!"


Ade mengatakan jika dirinya akan pergi, dia akan kembali ke dunia permodelan. Jasson melarang


"Sayang, tolong lah!"


"Sudah cukup Jasson! Aku ingin pergi, apa kau tidak mengerti? Sudah cukup harga diriku di rendahkan seperti itu oleh istrimu. Siapa dia?"


Ade mengatakan itu dengan meneteskan air mata.


"Aku tidak pernah merebut milik orang lain, dia yang merebut mu dariku! Seharusnya kita yang menikah waktu itu! Bukan kalian! Aku memahami jika papamu jatuh sakit dan membutuhkan penanganan khusus. Namun, mengapa milikku yang dia ambil? Dan seakan, aku hadir merusak rumah tangga kalian!"


Jasson langsung memeluk Ade, Ade menangis di pelukan Jasson. Sulit bagi Ade untuk menerima kenyataan.


Jasson mengatakan kepada Ade bahwa ia akan menceraikan Bunga dan menikah dengan Ade.


"Sayang, aku pasti akan menceraikannya. Tapi aku mohon kamu bersabarlah! Aku hanya butuh kamu bersabar selama tiga bulan saja, setelah itu. Kita akan menikah dan hidup bahagia."


"Apa kamu menjamin itu semua? Bagaimana jika penantian aku selama ini sia-sia?"


"Tidak, sayang! Semua tidak akan sia-sia. Percayalah kepadaku, aku akan mengurus semuanya dan kita akan menikah dan hidup bahagia." Jasson mengecup dahi Ade.


Ade sedikit tenang dengan ucapan kekasihnya itu, keduanya saling menatap lalu Jasson mengecup bibir mungil Ade. Kecupan berubah menjadi ******* lembut, Ade pun mengikuti gerakan permainan Jasson.


Keduanya terhanyut dalam cinta mereka, Bunga pun melihat adegan itu. Bahkan walau ia sudah menjadi istri Jasson, mereka belum pernah melakukan ciuman pertama.


Bunga membanting barang yang ada didekatnya, tentu saja membuat Jasson dan Ade kaget. Mereka menghentikan aktifitasnya.


"Bunga," Jasson bangkit mendekati Bunga


"Menjijikkan! Jika kalian ingin melakukan hal yang menjijikkan seperti itu, jangan di rumahku! Kalian jangan keterlaluan!"

__ADS_1


Bunga marah sekaligus hancur, Jasson meminta maaf kepada Bunga. Ia tahu apa yang ia lakukan kepada Ade itu salah, apalagi mereka belum menikah. Dan saat ini Jasson masih status menjadi suami Bunga.


Bunga menarik tangan Jasson, membawanya pergi dari kamar Ade. Sebelum pergi, Bunga memperingati Ade untuk tidak ikut campur dengan urusannya dengan Jasson atau mengikuti mereka.


Bunga membawa Jasson ke kamarnya, setelah itu menepis tangan Jasson.


"Ada apa?" Jasson bertanya seperti tidak memiliki dosa.


Bunga menampar suaminya itu, matanya berkaca-kaca. Jasson tidak terima dengan perlakuan Bunga.


"Apa kau tidak waras?"


"Kau yang tidak waras!" Kesal Bunga, ia bahkan lebih meninggikan nada bicaranya kepada Jasson.


"Kenapa aku? Aku melakukan hal yang wajar, dia kekasihku! Dan kau tidak berhak melarangku!"


"Aku berhak, karena aku sahabat sekaligus istrimu!"


"Cukup Bunga! Sejak kemarin aku bersikap baik kepadamu karena aku sudah menganggap kau sahabatku seperti dulu. Jika aku menganggap mu sebagai istri. Kau tahu bagaimana aku memberlakukan mu bukan? Jadi berhenti bersikap seperti ini. Dan kau lupa, jika aku menikah denganmu itu karena paksaan!"


Jasson menatapnya sinis, ia mulai muak dengan tingkah Bunga.


"Aku tahu, Jasson! Bukankah kita udah sepakat untuk tiga bulan kedepan?"


"Iya, memang benar! Aku sepakat dengan permintaanmu, aku bersabar menunggu tiga bulan. Tapi hanya sebagai kau sahabatku lagi, Bunga. Sebab itu aku bersikap baik kepadamu beberapa waktu ini, bahkan aku tidak pernah membantah ucapan mu dan juga hinaan mu tadi kepadaku dan juga kekasihku. Tapi bersikap lah sebagaimana seorang sahabat! Bukan lebih, sebab kau tahu aku tidak akan pernah suka kepadamu jika sebagai seorang istri! Dan satu lagi, jangan pernah melarangku melakukan apapun dengannya! Dia kekasihku, dan kami bebas melakukan apapun!"


Bunga terdiam dengan ucapan Jasson, apa mungkin ia yang terlalu banyak menuntut?


"Dan satu lagi, kau hanya ingin aku kembali seperti dulu. Lembut kepadamu, dan aku sudah melakukannya! Dan kau jangan pernah meminta lebih dari itu!"


Setelah mengatakan itu Jasson meninggalkan Bunga seorang diri. Bunga terdiam, air matanya menetes. Ucapan Jasson membuatnya sakit


Di rumah ini, Bunga istrinya Jasson namun di perlakukan sebagai orang asing. Sedangkan Ade seperti ratu di rumahnya sendiri.

__ADS_1


Hatinya berkecamuk hancur, namun memang benar. Jasson tidak akan pernah mencintainya, Bunga membuat tantangan kepada dirinya sendiri dan meminta waktu kepada Jasson selama tiga bulan kedepan.


Bunga semakin kekeh pada tujuannya, ia percaya jika ketulusan cinta akan menang dari apapun. Apalagi ketulusan cinta seorang istri.


__ADS_2