
"Seorang anak akan selalu menyayangi dan mencintai kedua orang tuanya, mereka ingin yang terbaik untuk ke dua orang tua mereka, Ma. Begitu juga dengan Jasson! Jika bukan karena mama dan papa. Jasson tidak akan mungkin menikah dengan Bunga!"
Laras mengangguk, ia tahu betul jika anaknya melakukan itu dengan terpaksa "Mama tahu itu, sebab itu mama mengatakan kepadamu. Fokus lah untuk kesembuhan Bunga! Jangan pernah menyakitinya, dan masalah kekasihmu, biar itu menjadi urusan mama."
Tring!
Ponsel Jasson berbunyi, terlihat satu notif WhatsApp dari kekasihnya Ade.
Sayang, uang ku sudah habis. Aku bosan dan ingin shopping! Kirim kan aku uang seperti kemarin ya? ~ My Love Ade
Jasson terdiam, Laras bertanya siapa yang sudah memberikan pesan kepada anaknya.
"Siapa?"
"Ade ma, dia membutuhkan uang,"
"Uang? Bukan kah kamu bilang, kamu baru mentransfernya dua ratus juta?"
Jasson mengangguk takut, "Astaga Jasson! Belum ada sebulan, sudah habis? Keterlaluan sekali!"
Jasson tak menyangka jika kekasihnya bisa se-boros itu. Jasson mengambil ponsel Bunga dari sakunya yang lain, Laras yang melihat anaknya memegang ponsel menantunya pun bertanya "Kamu mau ngapain?"
"Mau mengirimkan kekasih Jasson uang ma! Mama jangan khawatir, Jasson mengetahui sandi mbanking Bunga. Dan saldonya juga banyak! Enggak bakalan habis kok ma jika Jasson transfer saldo segitu setiap Minggu!"
Laras merebut ponsel milik menantunya "Udah gila kamu ya?"
Jasson bingung, mengapa mamanya marah? Bukan kah mamanya yang meminta Jasson untuk mengambil harta Bunga?
"Kenapa ma? Bukannya mama yang meminta Jasson menguasai semuanya? Dan ini hanya bagian kecil saja ma! Sudah mama tenang saja, jika mama mau Jasson juga akan mengirimkan nominal tiga kali lipat dari yang Jasson kirim kepada Ade setiap minggunya!"
Laras menampar anaknya "Jangan melakukan hal yang bodoh! Kamu tahu, jika mama mertua mu bukan wanita bodoh! Dia pasti akan memantau semuanya termaksud tabungan milik anaknya. Dan jika ibu mertua kamu tahu, apa yang sudah kamu lakukan. Kamu bisa di penjara, mau kamu?"
Jasson menggeleng, ia tidak berpikir dengan hal itu "Lalu, Jasson harus bagaimana ma? Kekasih Jasson membutuhkan uang, enggak mungkin Jasson membiarkannya kesusahan. Apalagi kondisinya sekarang sedang mengandung, dia tidak bisa lagi kembali ke dunia permodelan. Dia tidak mempunyai pemasukan lagi selain dari Jasson."
Laras mengetik nominal yang akan di kirimkan untuk wanita simpanan anaknya itu, lalu ia meminta Jasson untuk menekan pin sandi mbanking Bunga.
__ADS_1
"Dua puluh juta?"
Laras mengangguk, lalu Jasson tidak memperpanjang masalahnya. Ia mengira bisa mengirimkan lagi nanti jika kekasihnya butuh.
Laras mengambil ponsel Bunga, Jasson bingung dengan kelakuan ibunya "Ma, kenapa mama mengambil ponsel Bunga? Oh Jasson mengerti sekarang, mama mau juga kan? Haha ambil saja berapa nominal yang mama mau. Sandinya tanggal ulang tahun Jasson ma!"
Laras mengatakan jika dia tidak ingin uang itu "Tidak! Mama tidak mau! Mama tidak ingin di penjara, dan ponsel Bunga mama pegang agar kamu tidak menyalahgunakan lagi uang istri mu yang nantinya akan membuat mu dalam masalah besar! Dan katakan kepada kekasih mu itu untuk jatah satu bulan, menurut mama itu sudah sangat banyak! Kamu mengerti?"
"Tapi ma, bagaimana jika nanti kekasih Jasson butuh uang?"
"Kamu jangan khawatir, di setiap awal bulan mama akan mengirimkannya secara rutin. Walau mama tahu, ini bukan hak kita. Tapi setidaknya kamu tidak menghabiskan uang Bunga untuk berfoya-foya dengan wanita itu!"
"Mama kenapa jadi membela Bunga?"
"Mama tidak membela Bunga! Mama hanya ingin melindungi anak mama saja! Mama enggak mau, karena wanita itu. Kamu bisa masuk penjara karena sudah menyalah gunakan uang istrimu, ini sudah termaksud pencurian!"
Jasson mengangguk, ia mendengarkan setiap perintah mamanya "Baik lah ma! Jasson percayakan semuanya kepada mama, namun Jasson minta jangan sampai Ade mengalami kesulitan ma! Kasihan dia, dia sedang mengandung anak Jasson, cucu mama!"
"Jangan ajarin mama tentang itu, sebaiknya kamu menemani istrimu! Dan jangan lupa memberitahu kekasih mu jika itu jatah untuk satu bulan. Dia harus bisa menghemat! Karena jika kamu berpisah dengan Bunga, mama enggak mau. Uang kamu dihabisi oleh wanita boros seperti itu, bisa sia-sia usaha kita selama ini!"
"Mbak Laras? Darimana sama Jasson?"
"In-ini mbak, biasa lah sedang berbincang masalah antara ibu dan anak,"
"Eleh! Bilang saja ingin merencanakan sesuatu!" Ara menjawab dengan ketus! Salvira dan yang lainnya melihat ke arah Ara "Ara, Sayang? Maksud kamu apa nak? Merencanakan apa?"
Astaga! Aku keceplosan, bagaimana ini? ~batin Ara yang mulai sadar dengan omongannya.
"Hem begini mi, rencana. Ren-ren rencana tentang bagaimana membuat Bunga mengingat semuanya, iya kan Tante, Jasson?"
Ara melotot ke arah Jasson, pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Iy-iya mami, benar apa yang di katakan oleh Ara!"
"Oh begitu, baik lah!"
Ara menatap sinis ibu dan anak itu, ia semakin yakin jika wanita tua yang sebelumnya tersenyum dengannya itu hanya sandiwara saja.
__ADS_1
"Nona, tolong jaga sikap anda!" Gerry berbisik di telinga Ara. Membuat wanita itu menjadi merinding "Iya-iya! Sudah jangan berbisik, aku merasa merinding. Lihat ini bulu ku berdiri semua!"
*******
Ade yang membaca pesan WhatsApp dari Jasson merasa sangat kesal. Bagaimana bisa Jasson menjatah uang bulanannya hanya dua puluh juta saja? Perawatan tubuh dan rambutnya saja kurang.
"Jasson benar-benar keterlaluan! Apa dia tidak memikirkan anak yang ada di kandungannya ini?"
"Anak siapa yang kakak maksud? Anaknya kak Eyden?"
Ade melirik ke arah Ratu yang duduk tepat di hadapannya "Sudah berulang kali aku katakan! Jaga ucapan mu!"
"Loh memangnya kenapa? Yang aku katakan juga tidak salah!"
"Sudah lah Ratu! Aku sangat kesal sekarang, dan aku tidak mau berdebat dengan mu, mengerti!"
Ratu tertidur di sofa, tepat di hadapan kakaknya "Kenapa? Kekasih mu sibuk dengan istri sah nya? Haha!"
Ade terdiam, memang Jasson tidak menemuinya selama seminggu ini "Istrinya sedang kecelakaan, dan mengalami hilang ingatan. Seluruh keluarga sedang berkumpul, sebab itu Jasson tidak bisa menemui ku!"
"Oh, ceritanya di abaikan nih? Haha!"
Ratu kembali mengejek kakaknya, Ade tidak tahan dengan ledekan adiknya itu.
"Diam lah!"
"Kau bodoh sekali, seharusnya kau bisa mengambil kesempatan itu kak!"
"Kesempatan apa?"
Ade bertanya dengan serius, namun Ratu masih tetap santai
"Katakan!"
Tubuh ratu di goncang oleh kakaknya, Ratu tersenyum licik. Ini saatnya untuk mempengaruhi sang kakak agar kakaknya menikah dengan Jasson.
__ADS_1
Jika kakaknya menikah dengan lelaki lain, tidak ada alasan Eyden untuk bersama dengan kakaknya.