Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 40


__ADS_3

Ara memiliki kebencian terhadap ibunya Jasson karena wanita itu sudah mempermalukan sahabatnya Bunga. Dan karena ulahnya, Bunga harus pergi meninggalkan kantor hingga mengalami kecelakaan dan amnesia. Sementara Laras membenci Ara karena Ara mengetahui semua yang terjadi. Laras takut, Ara akan memberitahu semua orang.


Ia membuat rencana untuk mengahancur-kan Ara dan membuat wanita itu pergi dari kehidupan menantunya.


Ara dan Gerry membantu Bunga menuju mobil. Jasson dan ibunya mengurus segala administrasi rumah sakit yang ada.


"Jasson, Kamu harus mencari cara agar wanita itu pergi dari rumah kamu!"


"Siapa? Ara maksud mama?" Laras mengangguk, menurutnya Ara bisa menjadi pengacau rencana mereka


"Sudah lah ma! Jasson yakin Ara tidak akan membuat hal yang lain, dia itu sahabatnya Bunga. Dia hanya ingin melindungi Bunga, jika Ara ingin membuat posisi kita terancam itu untuk apa? Ia bisa memberitahu mami Salvira kemarin, namun nyatanya tidak! Ara bungkam, bahkan seolah buta dengan kejadian yang di kantor. Ma, Jasson tahu kalau mama sangat menyayangi Jasson dan juga Bunga. Tapi, tolong dong ma! Jangan mencampuri urusan Jasson!"


"Apa katamu? Mama harus diam? Kau ini lelaki yang bodoh Jasson! Jangan mengira jika mama tidak tahu kelakuan kamu, mama tahu jika kamu masih berhubungan dengan Ade! Kekasih kamu, mama tahu itu semua, bahkan mama tahu kalian pernah tinggal bertiga dalam satu atap. Kamu mencintai kekasihmu lalu kenapa kamu masih bersama Bunga? Karena kekasihmu tidak bisa hidup susah bukan? Lalu sudah begitu lama kalian menikah hampir setahun, mengapa kau tidak bisa mendapat kan hartanya?"


Jasson terdiam, sebenarnya ia tidak terlalu memikirkan harta "Jasson memikirkan kesehatan papa ma! Mama tahu sendiri kan? Jika papa mengetahui semuanya, papa bisa sakit. Dan jantung papa, Jasson sangat menyayangi papa ma!"


"Iya, mama tahu itu! Papa mu enggak harus tahu! Dan saat ini Bunga sedang mengalami hilang ingatan, itu kesempatan kamu! Kesempatan kamu mengalihkan semua harta Bunga atas nama kamu! Dengan begitu, pengorbanan kamu tidak akan sia-sia!"


Jasson terdiam sejenak, apa yang mamanya katakan ada benarnya. "Kamu harus ingat Jasson, saat mertua mu mengetahui pengkhianatan yang sudah kamu lakukan terhadap anak kesayangannya. Dia tidak akan memaafkan mu, dan kamu? Tidak akan mendapatkan apapun! Kamu dan mama juga papa mu akan di usir, jika kamu tidak memiliki apapun, kita akan tinggal di mana? Kamu tega membiarkan papamu tinggal di tempat yang tidak layak di saat keadaannya seperti itu? Namun jika kamu sudah mengalihkan harta Bunga ke atas nama kamu, kita aman. Setidaknya kamu masih bisa memberikan tempat tinggal dan perawatan yang layak untuk papa kamu. Bukan hanya itu, kamu juga bisa menikah dan hidup bahagia berkecukupan dengan Ade. Kalian bisa memiliki anak!"


Jasson mulai terpancing omongan dari mamanya "Jasson harus melakukan apa ma?"


"Jadilah suami yang baik untuk Bunga, sampai kamu bisa mengalihkan hartanya ke atas nama kamu. Jangan berhubungan dengan kekasih mu dulu! Fokus kepada istrimu, rawat dia. Jika bisa, sebelum ingatannya kembali kalian harus punya anak agar jika suatu saat Bunga mendapatkan ingatannya, ia sudah memiliki anak dari mu dan berpisah dari mu tidak akan mungkin!"

__ADS_1


Jasson menggeleng, tidak mungkin ia tidak berhubungan dengan kekasihnya apalagi kondisi kekasihnya saat ini sedang mengandung "Jasson enggak bisa ma! Kekasih Jasson sedang mengandung anak Jasson!"


"Apa?"


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi Jasson, Laras tidak menyangka jika anaknya melakukan hal hina seperti itu "Kurang ajar! Mama enggak menyangka jika kamu bisa melakukan hal yang hina seperti itu! Dan mama tidak bisa menerima cucu dari dia!"


"Kenapa ma? Bukan kah mama sudah mengetahui semuanya? Lalu mengapa mama tidak bisa menerima itu semua?"


Laras kembali memukul anaknya, ia menatapnya dengan tatapan kebencian


"Kamu enggak waras? Kamu memiliki anak di luar nikah? Kamu sudah mencoreng nama baik keluarga kita, Jasson! Dan jika ini sampai terdengar di kuping papa kamu, mati lah kita!"


"Maafin Jasson, Ma! Jasson sangat menyesal, namun semua sudah terjadi! Jasson harus tanggung jawab kan ma?"


"Kekasihmu, biar itu menjadi urusan mama! Tapi yang penting sekarang, kamu fokus kepada Bunga dan pastikan tidak ada yang mengetahui tentang kehamilannya!"


"Mami sudah mengetahui jika Ade hamil,"


"Apa?"


Laras semakin kaget bukan main "Namun mami enggak tahu kalau Ade mengandung anakku,"

__ADS_1


"Selain mami, siapa lagi?"


"Bunga,"


Sungguh besar hati Bunga, walau sudah mengetahui suaminya selingkuh dan menghamili wanita lain. Namun Bunga tidak pernah membuka keburukan Jasson, jangan kan di hadapan maminya, bahkan Bunga tidak pernah mengeluh terhadap kedua orang tua Jasson. Wanita itu menanggung sakitnya sendiri


Tanpa sadar, air mata Laras jatuh. Ia seakan menyesali perbuatannya. Mengapa dirinya bisa berpikiran begitu kotor sedangkan Bunga selalu menutupi keburukan Jasson, anaknya.


Saat di permalukan di kantor, Bunga bisa saja membuka semuanya tentang pengkhianatan Jasson. Namun Bunga tidak melakukan itu "Ma, kenapa mama menangis?"


Laras menghapus air matanya "Ti-tidak! Sudah jangan hiraukan itu semua. Kamu setidaknya harus fokus terlebih dahulu merawat istri mu, masalah wanita itu. Biar menjadi urusan mama!"


Jasson menuruti ucapan mama ya, mereka berdua langsung menyusul Bunga, David, Ara dan juga Gerry di psrkiran.


Laras sadar, bukannya Bunga menantu yang kurang ajar hanya saja wanita itu sudah lelah dengan semua sandiwara yang terjadi.


Laras menatap Ara, ia tiba-tiba saja tersenyum kepada Ara.


Ara merasa bingung, apakah itu salah satu dari sandiwara yang di mainkan oleh mertua sahabatnya itu? Jika iya, untuk apa? Tidak ada maminya Bunga di sini. Atau karena di depan Bunga? Entah lah, Ara pun tidak perduli dengan hal itu, setidaknya Laras tidak menyakiti Bunga.


"Ayo masuk!" Bunga meminta kepada semua orang untuk masuk, Jasson duduk di samping Bunga. Sedangkan Ara dan Gerry menaiki mobil yang berbeda.


"Kau tahu, Gerry? Aku sangat kesal melihat mertuanya Bunga. Lihat lah dia, memasang topeng baru lagi huft! Untuk apa dia tersenyum kepadaku? Agar aku tidak memberitahu mami Salvira yang sebenarnya? Wanita itu sungguh keterlaluan sama seperti anaknya! Ibu dan anak tidak ada bedanya."

__ADS_1


Ara mengomel di sepanjang jalan, sedangkan Gerry fokus melajukan mobilnya


"Sungguh, dulu aku juga memiliki mertua. Namun mereka tidak seperti wanita itu. Hanya suami ku saja yang bajingan. Sedangkan Bunga, memiliki suami dan mertua yang bajingan! Aku sangat kesal jika mengingat semuanya!"


__ADS_2