Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 29


__ADS_3

Jasson masuk kedalam ruangan Bunga, meminta penjelasan kepada istrinya. Namun sebelum bicara dengan Bunga, Jasson meminta kepada anak buah Bunga untuk pergi. Namun, Gerry menolak. Ia mengingat perintah dari bosnya, sedangkan Bunga masih bungkam


"Kita harus bicara Bunga!"


"Maaf tuan, sudah saya katakan. Anda memang suami dari nona Bunga, namun itu jika di rumah kalian. Di kantor ini, anda hanyalah seorang bawahan. Jadi anda harus bersikap dengan seharusnya!"


Jasson mencengkram kera baju dari Gerry, namun pria itu terlihat sangat santai dan begitu tenang. Bagaimana tidak? Jika hanya melawan Jasson saja itu hal yang begitu kecil baginya, namun ia harus menghargai dan menghormati Bunga sebagai bosnya.


"Sudah lah, Gerry! Biarkan dia bicara kepada ku, dan kau bisa tetap tenang mendengarnya berdiri di belakangku!"


Jasson protes, mengapa orang asing harus mendengar percakapan mereka? "Sayang, mengapa dia harus mendengarkan ucapan kita sebagai suami dan istri? Aku tidak bisa!"


Bunga menatap Jasson dengan sangat teduh mendekati suaminya "Jasson, ini bukan rumah. Ini adalah kantor, dan kita sebagai pemimpin perusahaan harus bisa bersikap profesional. Jika kamu ingin bicara denganku sebagai seorang suami, kita akan bicara nanti di rumah. Dan sekarang, kita hanya akan membahas tentang masalah kantor. Apakah kau memiliki keluhan?"


Jasson terdiam sejenak, ia yang merasa semakin terhina, memilih untuk keluar dari ruangan.


Jasson yang ada di ruangan tiba-tiba kaget dengan kehadiran Ade yang langsung memeluknya.


"Sa-sayang, sedang apa kau di sini? Dan bagaimana kau mengetahui ruangan ku?"


Jasson panik, takut Bunga akan mengetahui kehadiran kekasihnya itu. Tanpa Jasson ketahui, jika Bunga sudah tahu.


Sebelum Jasson ke ruangannya, Ade masuk ke ruangannya terlebih dahulu. Ia tahu itu adalah ruang kerja Jasson, ia mencari Jasson dan Bunga mengarahkan Ade untuk ke ruangan baru Jasson.


"Aku sudah bertemu dengannya, dan dia yang menunjukkan di mana ruangan mu sekarang. Aku pergi ke toilet terlebih dahulu karena tidak nyaman."


Ade langsung mendorong Jasson terduduk di kursi, membuka dasi yang pria itu kenakan "Aku merindukanmu, Sayang!" Ade begitu agresif, Jasson tak bisa menolaknya


*****


Bunga menggeleng melihat rekaman cctv yang dilakukan oleh suaminya, Gerry yang melihat itu pun kita baru mengetahui alasan atasannya melakukan itu.


Bunga meminta kepada Gerry untuk langsung mengambil video rekaman cctv itu, akan sangat mudah untuknya menang di pengadilan.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan! Bisa-bisanya ia bermain dengan suami orang bahkan di kantor ku sendiri!"


Bunga terlihat emosi, namun masih sangat tenang. Begitu lah kelebihan Bunga, ia bisa mengontrol amarahnya dengan elegan.


"Nona, mengapa anda tidak menceraikan suami anda sekarang?" Gerry tiba-tiba saja mengatakan itu, ia tidak sengaja lalu meminta maaf "Maafkan atas kelancangan saya dalam berbicara. Nona!"


Bunga tersenyum, "Tidak apa-apa, kamu tidak bersalah dalam hal ini!"


Di saat hatinya terluka, Bunga masih bisa tersenyum. Bahkan memandangi suaminya yang sedang bercumbu dengan wanita lain.


Bunga meminta Gerry agar melarang siapapun masuk kedalam ruangan Jasson, bagaimana pun Jasson itu adalah suaminya. Ia tidak mau orang memandang suaminya begitu hina. Gerry mengangguk, ia keluar dari ruangan. Meminta kepada seluruh karyawan agar tidak masuk kedalam ruangan Jasson.


"Kau sangat menikmati setiap sentuhannya, Jasson!" Bunga meringis, dadanya sesak namun ia harus terbiasa untuk itu semua.


Agar kelak, saat ia memutuskan berpisah tidak ada sedikit pun rasa kepada suaminya itu.


Mengapa ada wanita sekuat dan setangguh Bunga? Karena ada pria brengsek seperti Jasson!


*****


"Sayang, jika kamu bersabar. Maka semua ini akan menjadi milikmu!"


Jasson tidak menyadari jika ada camera tersembunyi yang mengawasi mereka. "Baiklah, aku pergi dulu!" Dengan deruhan nafas yang masih terengah-engah. Ade segera pergi meninggalkan kekasihnya.


Entah sampai kapan penantian Ade kepada sang kekasih, ia sendiri pun merasa ragu jika Jasson akan menjadi miliknya. Namun ia tidak mau mengambil pusing atas itu semua, Ade tidak sengaja bertemu dengan Eyden di kantor Jasson.


"K-kamu?" Ade merasa gugup, bagaimana bisa Eyden berada di kantor Jasson? Ia takut jika rahasianya akan terbongkar jika Eyden terus ada di kantor Jasson.


"Aku akan melakukan meeting dengan CEO Bunga, kau sedang apa di sini? Dan bagaimana tentang kesehatan anak kita?"


"Jaga bicara mu! Ini bukan anakmu, jangan bicara asal, Eyden!"


Lelaki itu tertawa, ia mengetahui kehamilan Ade dari Ratu. "Bagaimana bisa kau mengetahui jika itu bukan anakku?"

__ADS_1


"Tutup mulutmu, Eyden! Kau tidak bisa mempermalukan aku di depan orang banyak! Sialan!"


Ade menarik tangan Eyden, ia takut jika Jasson atau Bunga melihat dirinya bersama lelaki lain. Setelah menjauh dari kantor, Ade yang membawa Eyden ke parkiran langsung menepis tangan lelaki itu "Jangan sekali-kali menyebut jika ini anakmu!"


"Ini memang anakku!"


Ade menampar pria itu dengan begitu keras, Eyden hanya terdiam. Tidak melawan, karena ia pun sangat mencintai wanita yang ada di hadapannya "Jika kau sekali lagi berani berbicara seperti itu, maka aku akan membunuhmu!"


Eyden hanya tersenyum menatap Ade, Ade merasa dirinya terancam dengan keberadaan Eyden. Dan bagaimana Eyden bisa mengetahui jika dirinya sedang mengandung?


"Ini pasti ulah dari Ratu, dasar wanita sialan!" Ia mencaci adiknya sendiri, berjalan dengan cepat menjauhi Eyden.


Ade langsung pulang kerumah mencari adiknya, namun Ratu tidak ada dirumah. Pasti adiknya sedang melakukan pemotretan, Ade ingin pergi namun ia menghentikan niatnya.


Ade memahami bagaimana sifat adiknya, jika ia membuat keributan di sana. Ratu akan mempermalukan dirinya di depan orang banyak. Lebih baik ia menunggu di rumah, Ade menatap tubuhnya di cermin. Terlihat ia semakin gendut "Jika begini terus, tidak akan ada yang menerima ku lagi dalam pemotretan!" Ia menghela nafas dengan kasar, ia tahu aturan-aturan dalam dunia permodelan sangat ketat. Dan juga harus menjaga tubuh ideal, sedangkan perut Ade terlihat membuncit sedikit jika menggunakan pakaian yang ketat.


Ah! Dia sangat merindukan dunianya yang dulu. Di mana ia bisa mengapresiasikan dirinya melalui pose-posenya.


Ade berniat menggugurkan anak yang ia kandung, namun jika ia menggugurkannya. Jasson tidak akan bisa ia miliki.


"Aku harus mempertahankan anak ini, untuk bisa menggenggam Jasson di dalam pelukan ku. Apalagi Jasson mengatakan akan membuat Bunga hamil dan memiliki anak, posisinya akan semakin kuat. Dan hanya anak ini yang aku punya!"


*******


Satu...Dua.. Cekrek...! Cekrek...!


Ratu berpose dan menunjukkan kecantikannya di depan kamera, setelah selesai melakukan pemotretan, Ratu mendekati Eyden yang terlihat kesal "Ada apa kak? Mengapa kakak terlihat sangat kesal?"


"Tadi aku bertemu dengannya, dan aku mengatakan jika itu adalah anakku namun ia menyangkal!" Ratu kaget, ia tahu siapa yang di maksud oleh lelaki yang ada di sampingnya itu.


"Kakak salah paham, kakakku memang sedang mengandung. Namun itu anak dari kekasihnya!" Ratu berusaha meyakinkan Eyden, ia tidak rela jika Eyden bersama dengan kakaknya.


"Tidak Ratu, kamu tidak memahaminya. Aku yakin itu anakku!"

__ADS_1


"Kak, kakak dan kakakku sudah lama berpisah dan kalian melakukan itu sudah lama sekali. Bagaimana bisa kakakku mengandung anak kakak? Beberapa bulan belakangan ini, kakakku sudah tinggal bersama kekasihnya,"


Eyden merasa patah hati mendengar ucapan dari Ratu, "Aku sangat mencintainya!" ucapan Eyden membuat Ratu patah hati. Mengapa Eyden hanya bisa melihat kakaknya saja, padahal Ratu selama ini mencintainya dengan tulus.


__ADS_2