
Bunga merasa kasihan kepada sahabatnya dan juga dirinya sendiri, mengapa keduanya sangat sulit sekali bahagia?
Orang yang mereka harapkan untuk menjadi sandaran dan tempat kebahagiaan, justru menjadi luka yang begitu dalam. Walau Jasson sudah bersikap baik kepadanya, namun entah mengapa hati kecil Bunga menolak untuk perbuatan suaminya itu.
Setelah selesai sarapan, Jasson berpamitan kepada mertuanya untuk pergi ke kantor. Tanpa segan ia mencium kening Bunga di hadapan ibu mertua dan juga sahabat dari istrinya itu.
"Aku kerja dulu, nanti aku akan pulang lebih awal!" Bunga mengangguk, Salvira dan juga Ara begitu bahagia melihat pemandangan tersebut.
Setelah Jasson pergi, Bunga pun mengatakan kepada mamanya. Ia akan pergi keluar "Mi, Bunga nanti akan keluar sebentar. Tapi mami tolong jangan beritahu Jasson, ya?"
"Kamu mau kemana?"
"Sebentar aja, Mi. Ada hal yang harus Bunga selesaikan!"
__ADS_1
Salvira pun mengizinkan anaknya pergi, awalnya Ara ingin menemani. Namun Bunga menolak, ia takut jika di luar Ara bertemu dengan suaminya, di rumah Ara akan aman.
Bunga langsung berpamitan kepada maminya, ia pergi menaiki mobil pribadi. Salvira sudah meminta anaknya untuk di antar oleh supir. Namun ia menolak, Bunga hanya ingin pergi sendirian. Salvira tak lagi memaksa anaknya.
Bunga memasuki mobil, melajukan mobil itu. Tak tahu ia harus kemana, namun yang pasti Bunga harus mencari seseorang.
*************
Di sisi lain, Ade yang sedang bermesraan dengan Jasson pun tertawa senang "Lalu ia percaya semuanya?" Jasson mengangguk, ternyata itu hanyalah permainan antara Ade dan juga Jasson.
"Sayang, aku harus memiliki anak terlebih dahulu darinya. Aku yakin, setelah kami memiliki anak, maminya Bunga akan memberikan hartanya untukku dan kita akan menikah!"
Ade tersenyum senang, Jasson meminta maaf kepada Ade. Karena sudah membuat namanya buruk "Maafkan aku juga ya, aku memburukkan mu. Dan mengatakan jika kau mengandung anak orang lain, sayang percayalah aku melakukan itu agar dia tidak curiga kepadaku!"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Sayang! Kan ini anakmu, dan aku tidak sabar agar kita segera menikah!"
Semua ini rencana dari Ade, ia meminta kepada kekasihnya untuk segera mengambil harta dari Bunga. Agar mereka segera menikah, Ade tidak ingin hidup susah.
Ratu yang mendengar percakapan kakaknya dari luar hanya menggelengkan kepala saja, betapa bodohnya sang kakak "Kau akan terjebak di permainan mu sendiri nantinya!"
Ratu segera meninggalkan kamar itu, bagaimana bisa Ade meminta Jasson melakukan hal konyol
Bahkan ingin Jasson memiliki anak dari istri sahnya Jasson? Hal itu akan melemahkan Ade, apalagi saat nanti Jasson mengetahui jika anak yang di kandung oleh Ade adalah anak orang lain.
Jasson yang bodoh akan cinta pun hanya bisa menuruti segala ucapan kekasihnya, bahkan ia begitu senang bermain dengan tubuh kekasihnya itu.
Dirinya begitu beruntung, memiliki dua wanita yang sangat cantik.
__ADS_1
Jasson bukan bermaksud mempermainkan Bunga, ia hanya ingin membuat Bunga punya anak dan mereka akan bisa segera bercerai. Karena ibu mertuanya mengatakan jika Jasson dan Bunga memiliki anak. Jasson akan mendapatkan sebagian kekayaaan dari ibu mertuanya, itu ia lakukan demi kebaikan Ade dan anak yang di kandung oleh kekasihnya itu.
Bukannya Jasson hanya ingin bergantung kepada mertuanya, namun saat ini. Hanya kekuasaan ibu mertuanya yang bisa ia handal kan.