
Gerry membelai rambut istrinya dengan penuh cinta. Sementara Salvira dan Bunga bermain dengan anak-anak di dalam mobil, Bunga juga lebih happy. Dia tidak mau liburan ini ada kesedihan, karena baginya kebahagiaan anak-anak jauh lebih penting dari apapun.
***********
Jasson dan mamanya pun membuka cabang baru di kota yang selama ini mereka tempati selama enam tahun belakangan ini
"Selamat tuan Jasson, ini cabang kedua anda di sini. Dan saya berharap, jika cabangnya akan lebih banyak lagi,"
Jasson tersenyum, membalas jabatan tangan dari rekan bisnisnya "Terimakasih banyak,"
"Nyonya Laras, resep anda sangat hebat bahkan kalian bisa membuka beberapa cabang bukan hanya di sini saja. Namun dibeberapa kota lain,"
Laras tersenyum, ia jauh lebih baik daripada kemarin-kemarin dan melupakan semua kesedihannya. Bukan karena Laras melupakan suaminya, namun ia tidak mau jika kesedihannya menyumbat kemajuan sang anak.
__ADS_1
Ia harus kuat agar Jasson kembali pulih dari rasa sakit dan kesedihannya. "Ini semua karena kerja keras anak saya Jasson, Tuan! Bukan hanya itu saja, namun karena kalian semua yang ada di sini dan para costumer kami, apalah artinya kami tanpa dukungan kalian,"
Pembukaan itu membuat Laras dan Jasson menggratiskan semua makanan itu selama seminggu kedepan. Terutama untuk orang-orang jalanan, pengemis, dan anak yatim-piatu.
Laras dan Jasson pun berpamitan untuk menyambut tamu-tamu yang lain "Ma, Jasson senang sekali. Dan Jasson lebih senang jika istri dan anak Jasson ada di sini. Bunga dan anak kami ada di sini," gumam Jasson dengan pelan.
"Jasson!" Panggil wanita seksi, yang memiliki rambut gelombang yang begitu indah. Ia berjalan menuju Jasson "Selamat!"
Ia menatap Jasson dengan sangat menggoda, namun lelaki itu tidak tertarik sama sekali. Karena baginya, Bunga yang ada dihatinya
"Terimakasih banyak Naira, kamu sangat cantik sekali hari ini,"
Naira adalah teman bisnis Jasson, ia sudah lama menyukai Jasson namun lelaki itu selalu mengabaikannya karena Jasson bukan lelaki yang mudah jatuh cinta kepada wanita.
__ADS_1
"Terima banyak Tante, tapi Jasson sepertinya tidak menyadari kecantikan aku,"
Jasson menatap Naira dan tersenyum "Kau cantik Naira, namun sayangnya Bunga ku jauh lebih cantik daripada kau. Lalu, bagaimana bisa aku melihat mu cantik? Jika wanita ku cantiknya seperti bidadari?"
Terlihat Naira sangat tidak suka dengan ucapan Jasson, Laras menegur anaknya agar tidak menyakiti hati Naira "Jasson, kamu enggak boleh mengatakan hal itu!"
"Jasson mengatakan hal yang sebenarnya ma! Benarkan Naira?"
Naira hanya memasang senyuman palsu, ia marah dan kesal namun tidak mau menunjukkannya "Jasson, namun mungkin saja mantan istri mu itu sudah menikah lagi seperti yang di lakukan oleh mantan istri kedua mu," Naira tersenyum seakan mengingatkan pengkhianat yang dilakukan oleh Ade kepada Jasson.
"Naira, kau jangan khawatir! Ade dan Bunga adalah dua orang yang berbeda. Dan kau belum mengenal Bunga, dia bukan wanita yang seperti mu. Mungkin saja itu sifat mu, bukan sifat Bunga ku. Ohiya, aku tinggal ke sana dulu ya? Banyak tamu yang jauh lebih penting, permisi!"
Jasson pergi meninggalkan Naira, wanita itu mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Naira sayang, maafkan ucapan Jasson ya? Jasson memang sangat sensitif jika berbicara tentang Bunga, karena memang Bunga bukan seperti wanita murahan itu! Bunga bukan lah wanita itu, yang mengkhianati cintanya sendiri,"