Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 51


__ADS_3

"Maaf kan saya nona!" Gerry mengatakan itu dengan wajah usilnya.


"Aku sangat kesal, mengapa kau senyum-senyum seperti itu?"


Gerry tidak menjawab, Ara pun membalikkan tubuhnya membelakangi Gerry


"Dasar pria aneh! Terkadang sifatnya sangat dingin namun terkadang sangat menyebalkan!"


Ara duduk di kursinya, sebentar lagi jam istirahat. Namun dirinya merasa tidak lapar, ia pun melirik sejenak ke arah Gerry yang tak bergeming dari tempatnya


"Hey, kenapa kau berdiri saja di situ?"


"Bagaimana lagi? Nona menyuruh saya untuk menjauh, saya pun tidak akan mendekat!"


"Bagus lah!" Ara mengatakan itu dengan cuek, Gerry mengerutkan dahinya "Wanita aneh!"


"Apa katamu?" Ara melotot kan matanya ke arah Gerry dengan galak, membuat pria itu merinding


"Mengapa nona menatap saya seperti itu?"

__ADS_1


"Kau mengatakan aku apa tadi? Mau wajah mu aku cabik-cabik? Arghhh!"


Ara dengan galak mengucapkan itu kepada Gerry, mungkin wanita itu sedang mengalami menstruasi sehingga mood nya sangat tidak stabil.


Agar dirinya merasa aman, Gerry langsung ke luar dari ruangan dan memilih untuk membeli makanan


"Lihat, dia sangat menyebalkan. Sekarang pergi meninggalkan aku!" Ara mendumel sendiri, sambil menyusun berkas yang ada dihadapannya.


Ara merasa bosan sekali, ia pun memilih merombak dan membersihkan ruangan agar dirinya merasa nyaman


"Lebih baik, aku membersihkan ruangan ini. Daripada aku marah-marah karena pria menyebalkan itu!"


******


Sudah setengah jam berlalu, Gerry tidak melihat Ara ke kantin kantor untuk makan siang "Mengapa nona Ara belum kembali?"


Gerry melihat sekeliling, namun Ara pun tak kunjung datang. Ia yang gelisah langsung memesan dan membungkus makanan untuk Ara. Ya mungkin, Ara terlihat aneh di matanya, terkadang sangat ceria namun terkadang sifatnya bisa begitu galak. Sangat tidak bisa di tebak


Setelah bungkusan makanan itu datang, Gerry bangkit dan berlalu meninggalkan kantin

__ADS_1


Ia menuju ruangan dan melihat Ara yang sedang bersih-bersih ruangan "Nona, mengapa anda membersihkan ruangan? Ini tidak perlu anda lakukan!" Gerry meletakkan bungkusan makanan itu di atas meja. Ia membantu Ara mengangkat banyak berkas-berkas agar di tata kembali


"Nona, kamu mengapa melakukan ini? Ini bukan tugas kamu, ada orang lain yang akan melakukan pekerjaan ini?"


Ara tak menjawab, ia memang akan menjadi si paling fokus jika sudah melakukan pembersihan "Nona, apakah anda tidak memiliki mulut untuk menjawab pertanyaan saya?"


Ara menghela nafas dengan panjang, memutar bola matanya dengan jengah "Hish! Mengapa kamu berisik sekali? Tidak lihat aku sedang apa? Sudah lah, lebih baik kamu membantu ku saja!"


Gerry mengangguk, "Nona saya yang akan mengerjakan ini. Sebaiknya anda makan saja!" Gerry mengambil tumpukan berkas yang ada di tangan Ara. Diletakkan di tempat yang sudah Ara pisahkan berkas-berkas menurut tahunnya agar lebih rapih


"Aku akan makan setelah pekerjaan ku selesai!"


Gerry terlihat kesal, ia pun setelah meletakkan berkas itu langsung menarik tangan Ara dengan lembut. Mengarahkan wanita itu ke kursi sofa yang ada di ruangan


"Lepas kan! Mengapa kau menarik tangan ku?".


"Bukan hanya menarik tangan nona, saya akan memaksa nona duduk. Dan makan sekarang!"


Gerry memegang bahu Ara, membuat wanita itu terduduk di sofa.

__ADS_1


"Kau sudah gila? Mengapa memaksa ku? Sudah aku katakan jika aku akan makan jika pekerjaan ku telah selesai!"


__ADS_2