
Ade tersenyum ketir "Kau tidak perlu berbohong kepada ku Bunga! Aku sudah mengetahui segalanya dan aku tahu jika kau sangat mencintai suami mu!"
Bunga menggeleng, ia tidak mengerti dengan pikiran wanita itu "Dengar kan aku, aku tahu saat ini kau merasa sedih dan kehilangan anak mu namun bukan berarti kau bisa meluapkan segalanya emosi mu kepada ku,"
"Karena kau senang dengan penderitaan aku ini!"
Bunga menghela nafas dengan panjang "Dengar! Aku tidak seperti mu, aku berbeda! Mungkin jika aku yang ada di posisi mu kau pasti akan menertawakan aku, tapi tidak dengan aku! Aku tidak akan menertawakan Orang lain yang sedang menderita. Bahkan aku ikut sedih dengan semua masalah yang kau hadapin!"
"Jangan berbohong kepada ku Bunga, aku selama ini sudah menyakiti mu. Namun terserah apa katamu, tapi yang pasti saat ini aku ingin minta maaf, aku minta maaf atas semua hal yang sudah aku lakukan kepada mu,"
Bunga menggeleng kepalanya "Tidak! Kau tidak usah meminta maaf kepada ku! Simpan saja semua kata maaf mu karena itu percuma. Percuma kau meminta maaf jika pikiran mu tentang ku masih buruk! Aku tidak ingin,"
__ADS_1
Ade menangis terisak, ia bahkan menjatuhkan tubuhnya di atas lantai. Membuat Bunga kaget, ia meminta Ade untuk bangkit "Apa yang kau lakukan? Berdiri lah!"
Ade menolak "Tidak! Aku bahkan merasa tidak bisa hidup lagi di dunia ini,.kau tahu kenapa? Karena aku kehilangan anak ku! Bahkan aku kehilangan suami ku,"
Bunga sedih mendengar ucapan Ade, ia pun meminta Ade untuk segera bangkit "Bangkit lah! Aku tidak ingin orang menilai buruk tentang mu, kau tahu di komplek ini rata-rata adalah keluarga besar ku. Dan aku tidak mau jika mereka kembali menyalahkan mu, dengar kan aku Ade! Jauh sebelum kau meminta maaf kepada ku, aku sudah memaafkan mu. Dan aku tidak pernah menaruh dendam atau pun kebencian kepada mu! Lebih baik kau berdiri, dan kembali lah ke rumah mu. Sungguh aku tidak bermaksud mengusir mu, namun jika yang lain melihat mu terutama Ara, ia mungkin akan histeris."
Ade mengangguk, ia segera berlalu pergi meninggalkan rumah Bunga. Bunga menatap kepergian Ade, ia berharap untuk kebahagiaan wanita yang sudah menghancurkan rumah tangganya
Ade semakin menghilang dari pandangannya, ia segera masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan sarapan bersama keluarganya "Sayang, siapa yang datang nak? Kenapa kamu lama sekali?"
"Ade mi,"
__ADS_1
"Apa? Di mana pelakor itu? Apakah dia membuat keributan?" Ara segera bangkit, Bunga meminta kepada sahabatnya untuk tenang "Tenangkan diri mu! Jangan marah-marah seperti itu! Dia sekarang sudah pergi."
"Sayang, untuk apa dia datang?" Salvira bertanya kepada anaknya. Bunga pun memberitahu keluarganya "Datang untuk minta maaf, atas semua perbuatannya selama ini kepada Bunga,"
"Paling juga drama!"
Bunga menggelengkan kepalanya, mengapa sahabatnya selalu saja berpikiran buruk kepada orang lain.
"Enggak boleh begitu, tadi aku lihat sendiri kok kalau wajahnya penuh dengan penyesalan! Terlihat jelas jika dia memang benar ingin memperbaiki hidupnya,"
"Bunga, kamu jangan terlalu naif! Wanita jahat sepertinya tidak mungkin bisa berubah hanya karena satu malam. Atau dia berubah karena azab yang ia dapat,"
__ADS_1
"Ara! Kamu enggak boleh bicara seperti itu!"