
Di rumah, Ade merasa sangat gelisah karena Jasson dan Bunga belum juga pulang.
Tidak seperti biasanya Jasson pulang telat kerumah, bahkan sampai tidak mengangkat panggilan darinya.
Ade menunggu di ruang tamu, duduk di sofa dengan hati yang kesal. Baru sehari Bunga masuk kekantor mereka sudah seperti itu.
Terdengar suara tawa dari keduanya, mereka pun membuka pintu rumah.
Jasson terdiam saat melihat wajah kesal dadi Ade, ia pun mendekati kekasihnya sedangkan Bunga memilih masuk, menaiki anak tangga satu persatu. Ia malas terlibat perdebatan dengan keduanya, lebih baik Bunga menghindar
"Mengapa lama sekali?" Ade bertanya dengan kesal, Jasson mendekatinya "Sayang, tadi banyak sekali pekerjaan. Maafkan aku ya?"
Jasson langsung memeluk dan mencium kening Ade untuk meredakan emosinya.
"Aku marah Jasson, kau terlihat sangat dekat dengannya!"
Jasson memahami kegelisahan Ade, apalagi dirinya sudah banyak menerima kekecewaan.
"Maafkan aku, sayang!"
"Aku ingin kamu tidak mempekerjakan Bunga lagi di kantor, dia harus di rumah juga seperti ku!"
Jasson tidak bisa melakukan itu, ia tidak memiliki hak apapun untuk melarang Bunga kembali ke kantor.
"Sayang, aku tidak bisa melakukan itu. Kamu tahu jika itu miliknya, maafkan aku. Aku tidak bisa, sudah lah sayang. Aku sangat lelah, sebaiknya kita istirahat ayo!"
******
Di kamar, Bunga membersihkan dirinya, ia merasa tidak enak dengan Jasson.
Bunga memutuskan untuk tidak lagi masuk kekantor, biarlah Jasson yang mengambil ahli perusahaan. Memang dari awal niat Bunga seperti itu, ia hanya mau menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk sang suami.
Bunga menatap dirinya di depan cermin, berat baginya untuk melepaskan karirnya namun demi menjadi istri yang baik dirinya harus siap meninggalkan segala keinginannya.
Bunga melihat Jasson dan Ade masuk kedalam kamar. Bunga bingung, seharunya ia yang ada di posisi itu namun mengapa kebalikannya?
Bunga mengerti jika cinta Jasson hanya untuk Ade, namun saat ini mereka belum menjadi suami istri namun mengapa begitu dekat sekali?
Sudah beberapa bulan menikah, bahkan Jasson tidak pernah menyentuhnya.
Lucu bukan? Dirinya sudah menikah namun masih perawan.
Ponsel Bunga berbunyi, ia melihat ternyata itu adalah Ara. Sahabat baik Bunga, segera ia mengangkat panggilan sahabatnya tersebut.
"Halo?"
"Bu-bunga, tolong aku!"
Bunga panik mendengar suara Ara yang seakan meminta bantuan, Bunga bertanya di mana posisi sahabatnya itu.
"Ara, tenanglah! Ada apa?"
"T-tolong aku!"
Aaaaaarghhh!
Bruak....! Bruak....!
Terdengar beberapa pukulan juga teriakan dari Ara, Bunga semakin panik. Ia pun langsung berteriak memanggil Jasson.
"Jasson! Jasson!"
Bunga berlari memanggil suaminya, Jasson pun keluar dan bertanya apa yang terjadi.
"Ada apa? Mengapa kau berteriak?"
Jasson pun mendekati Bunga yang menangis, menangkan Bunga.
"Tadi Ara menghubungi ku, dia meminta tolong lalu aku mendengar suara teriakannya. Bahkan terdengar suara pukulan. Kau harus membantu ku menemukan Ara, aku sangat khawatir sekali! Tolong Ara!"
"Baiklah, kita akan mencarinya. Kau tenang, aku akan melacak di mana keberadaannya sekarang, ayo!"
Bunga dan Jasson pergi, Jasson melihat keberadaan Ara melalui alat pelacak.
Bunga dan Jasson naik ke mobil, sedangkan Ade di tinggal sendirian di rumah. Ade terlihat kesal, namun apa yang bisa ia lakukan lagi?
__ADS_1
*****
Di dalam mobil, Bunga sangat khawatir dengan sahabatnya Ara.
"Jasson, aku takut sesuatu terjadi dengan Ara,"
"Tenangkan dirimu, kita akan menemuinya sekarang. Jangan menangis lagi, aku bingung jika kau seperti ini."
"Bagaimana aku tidak khawatir jika sahabatku mengalami kesulitan?"
"Aku tahu, tapi jangan seperti itu! Aku juga panik membawa mobil jika kau seperti ini."
Jasson memang lelaki yang baik apalagi kepada wanita, ia pun tidak bisa melihat wanita menangis. Namun kecewanya kepada Bunga menjadikannya pria yang kasar kepada wanita.
Sesampai di suatu gedung tua, Jasson dan Bunga langsung turun.
Bunga mencari keberadaan sahabatnya Ara. Jasson dan Bunga mendapatkan Ara yang begitu memprihatinkan
Jasson dan Bunga mendekat, Ara menangis memeluk Bunga
Bunga memberikan jaketnya kepada Ara menutupi tubuhnya, begitu juga dengan Jasson. Ia rela hanya memakai pakaian dalam agar pakaiannya di kenakan oleh Ara yang tanpa sehelai benang di tubuh.
Tanpa sengaja, Jasson pun melihat tubuh Ara yang bugil.
Bunga langsung menyuruh Ara memakai pakaian Jasson. Jasson keluar agar Ara bisa memakai pakaiannya.
Dengan Isak tangis, Ara memakai pakaian dari suami sahabatnya itu. Bunga menangis melihat keadaan Ara yang begitu menyedihkan "Siapa yang tega melakukan itu kepadamu?" Bunga yakin jika sahabatnya itu bukan hanya di lecehkan namun juga mendapatkan kekerasan fisik. Terlihat dari tubuh Ara yang banyak memar. Bahkan pinggir bibirnya berdarah, Ara mengatakan jika yang melakukan itu adalah suaminya.
Begitu sakitnya hati Bunga, mengapa orang yang seharusnya menjaga dan melindungi Ara malah bersikap sebaliknya? Apalagi saat ini Ara sudah tidak memiliki kedua orang tua. Bunga memeluk sahabatnya dengan erat "kamu jangan khawatir lagi, Ra. Aku akan selalu ada untukmu mulai sekarang!"
Bunga mengajak Ara bangkit, dan mereka segera pergi dari tempat terkutuk itu.
Mengapa suaminya harus membawa Ara ketempat terkutuk seperti itu? Padahal suaminya bisa menyentuh Ara di rumah mereka.
Bunga bertanya kepada sahabatnya, Ara pun mengatakan jika kedua mertuanya sangat menyayangi dan mencintai Ara. Suaminya tidak mau melakukan itu dirumah karena suaminya takut keluarga akan membela Ara.
"Keluarganya itu benar, suamimu tidak pantas melakukan itu kepadamu!"
Ara hanya menangis, ia tidak tahu harus mengatakan apa karena hatinya sangat terluka.
Jasson tidak mengatakan apapun, namun ia terlihat keberatan. Jika Ara tinggal bersama mereka. Keberadaan kekasihnya akan terbongkar namun Jasson tidak mau berdebat sekarang. Saat ini kondisi Ara sangat tidak baik, Jasson akan membahas itu besok pagi.
Bunga memeluk sahabatnya dalam mobil, memberikan ketenangan kepada Ara. Hatinya hancur, walau Jasson juga memperlakukannya sangat tidak baik. Namun Jasson tidak separah perlakuan suami Ara
Padahal Bunga tahu jika dulu suami dari sahabatnya itu sangat mencintai Ara, mereka juga berhubungan sudah sangat lama. Mengapa suami Ara tega melakukan itu
"K-karena wanita lain, dia tega memperlakukan ku seperti ini. Bahkan dia membawa wanita lain tinggal dirumah kami!" Ara mengatakan itu dengan histeris..
Bunga seketika bungkam, menatap Jasson yang membawa mobil..
Ternyata kisahnya dengan Ara tidak beda jauh, saat ini Bunga pun sedang merasakan hal itu. Suaminya tega membawa wanita lain tinggal bersama mereka. Bahkan memperlakukannya dengan buruk dan selalu memanjakan selingkuhannya.
"Semenjak kehadiran wanita itu, suami ku sangat berubah kepadaku. Selalu menyiksa, bahkan berhubungan dengan tidak sehat."
Bunga sedikit berpikir apakah suaminya Jasson akan melakukan hal yang sama seperti itu? Dirinya masih diam.
Jasson fokus mengendarai mobil hingga mereka sampai di rumah
Ara melihat wanita cantik dan seksi sedang menunggu di sofa. Ara bertanya kepada Jasson dan Bunga siapa wanita itu
"Jasson, Bunga siapa dia?"
Jasson dan Bunga terdiam, mereka bingung harus menjawab apa "Apakah dia seorang pelakor?" Mendengar pernyataan dari Ara membuat Ade merasa kesal dan marah.
Namun Bunga langsung mengajak sahabatnya ke kamar agar menghindar dari keributan. Ara pun mengangguk, Ade ingin mengejar namun Jasson mencegah
"Sayang, sebaiknya kamu jangan seperti itu. Bagaimana pun Bunga adalah nyonya rumah ini, kita hanya menumpang kepadanya. Dan itu adalah tamu dari Bunga, kamu jangan seperti itu sayang!"
Ade pun terdiam, ia kesal. Mengapa Bunga tidak menghargainya?
"Mengapa dia memakai bajumu? Dan kau?" Ade menatap Jasson yang hanya memakai celana boxer saja. Jasson yang lelah pun malas menjelaskan sekarang "Sayang aku sangat lelah, kita akan membahas ini besok, okey?"
Jasson mengajak Ade untuk pergi ke kamar. Jasson menjelaskan jika kehadiran Ara membuat mereka tidak bisa tidur sekamar, Jasson takut jika Ara melihat dan mengadu kepada mertuanya.
"Kenapa kamu sangat takut? Kalau begitu suruh saja dia pergi!"
__ADS_1
"Aku akan meminta Ara pergi dari sini, tapi besok pagi. Tidak sekarang! Saat ini kamu hanya perlu bersabar satu malam saja, oke?"
Dengan berat hati Ade mengiyakan ucapan kekasihnya, Ade menganggap jika Ara adalah pengganggu ketenangannya. Namun Ade akan bersabar, lagi pula hanya untuk satu malam. Setelah itu, Jasson akan mengusir wanita itu dari sini.
Ade tersenyum memeluk Jasson "Aku mencintaimu, Jasson!"
"Aku juga sangat mencintaimu, Ade!"
Keduanya saling berpelukan mesra.
******
Di dalam kamar, Bunga meminta kepada Ara untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
"Ra, bersihkan dirimu terlebih dahulu. Aku akan menyiapkan makanan untukmu." Bunga tersenyum kepada sahabatnya, ia hanya ingin Ara bisa bangkit dan melanjutkan hidupnya.
Bunga pun akan membantu perceraian Ara jika itu yang diinginkan oleh sahabatnya.
Setelah Ara ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Bunga turun menyiapkan makanan untuk sahabatnya Ara.
Di dapur, ia memasak makanan terbaik untuk sang sahabat, Bunga juga membuatkan susu untuk Ara. Setelah selesai Bunga ingin kembali ke kamar memberikan makanan untuk sahabatnya.
"Tunggu, Bunga!" Jasson memanggil Bunga, sebagai istri yang baik Bunga pun menghentikan langkah kakinya, menoleh kearah Jasson.
"Aku minta, Ara besok pergi dari sini! Kamu tahu kan jika Ara lama-lama tinggal di sini, keberadaan Ade akan diketahui olehnya dan mungkin ia akan memberitahu keluarga kita."
Bunga merasa geram dengan Jasson, mengapa yang ada dipikiran Jasson hanyalah Ade saja? Jasson tidak pernah memikirkan perasaan orang lain, padahal ia tahu sendiri jika Ara sedang mengalami kesulitan.
"Aku tidak ingin berdebat denganmu, Jasson! Lebih baik kau tidur lah!"
Jasson mengangguk, Bunga pun segera meninggalkan Jasson sendirian di dapur. Jasson menatap belakang punggung Bunga yang semakin hilang dari pandangannya.
"Aku tahu Bunga, kau lebih menuruti ucapan ku dengan itu, Ade tidak akan merasa tidak nyaman lagi."
*****
Keesokan paginya, Bunga yang sudah cantik pun ingin ke kamar sahabatnya Ara.
Jasson masuk kedalam kamar istrinya, Bunga sontak kaget
"Jasson, ada perlu apa kau masuk ke dalam kamarku?"
Jasson mendekati Bunga, ia mengerutkan keningnya. Mengapa Bunga tidak bersiap-siap ke kantor dan hanya memakai pakaian rumah saja.
"Mengapa kau tidak bersiap-siap ke kantor?"
"Tidak! Aku memutuskan untuk kau saja yang menangani kantor, Jasson! Aku ingin kau yang memimpin perusahaan. Jika aku ada, maka mereka tidak menganggap atau membutuhkan mu. Lebih baik aku di rumah saja!"
Jasson tersenyum senang, kini ia tidak perlu lagi merasa di abaikan. Dan Jasson akan membalas orang yang menghinanya kemarin.
"Lalu bagaimana dengan Ara? Aku antar sekalian saja dia?"
Bunga menggeleng tak percaya, mengapa Jasson masih tetap kekeh seperti itu?
"Jasson! Apa yang kau katakan? Saat ini Ara sangat membutuhkan aku! Mengapa kau hanya memikirkan tentang perasaan kekasihmu, dan kau jangan lupa jika Ara itu juga sahabat mu!"
Jasson terdiam, ia tahu namun ia tidak bisa membuat Ade merasa tidak nyaman "Aku tahu, Bunga! Namun Ade merasa tidak nyaman dengan keberadaan Ara!"
Bunga menghela nafas panjang "Kalau dia enggak nyaman, dia bisa pergi dari rumah ini! Kau jangan lupa, Jasson! Ini rumahku, bukan rumah Ade! Jadi aku yang berhak menentukan siapa yang bisa atau tidak tinggal disini!" Bunga menatap Jasson dengan ketus
Tiba-tiba suara bel rumah berbunyi, Bunga Dan Jasson melihat siapa yang datang. Keduanya pun turun ke bawah, saat Bunga membuka pintu. Ia kaget ternyata yang datang adalah mamanya.
"Mama!" Bunga langsung memeluk sang mama.
"Ayo masuk ma!"
Jasson ketakutan saat melihat ibu mertuanya yang datang, apalagi saat ibu mertuanya menatap kearah Ade yang sedang duduk di meja makan.
"Siapa dia?" Salvira bertanya kepada anak dan menantunya, keduanya bungkam. Lalu Salvira berjalan mendekati Ade.
Ade yang masih kebingungan pun menatap Jasson untuk mendapatkan jawaban, Jasson langsung mendekati ibu mertuanya.
"Ma, in-ini adalah istri dari temannya Jasson. Suaminya sedang tugas di luar kota, jadi menitipkannya disini untuk sementara waktu. Dan agar Bunga juga ada temannya di sini."
Mertuanya pun mulai percaya, ia pun mengatakan kepada Jasson dan Bunga akan tinggal di sini.
__ADS_1