
Saat Bunga berjalan menaiki anak tangga, Ara segera berteriak "Semoga kamu enggak bodoh terpengaruh dengan bujuk rayu lelaki tidak tahu diri itu!"
Laras yang mendengar ucapan dari Ara merasa tidak terima "Ara, maksud kamu apa mengatakan itu tentang anak saja?" Ara langsung menoleh ke arah ibunya Jasson "Memangnya yang Ara katakan itu salah Tante? Tante tahu sendiri bagaimana jahatnya Jasson dengan istrinya bukan?"
Salvira mencoba menenangkan suasana yang mulai memanas "Sudah-sudah! Bunga baru saja kembali jangan lagi membuat kegaduhan,"
Laras meminta maaf kepada besannya namun ia masih tidak terima dengan ucapan Ara "Maafkan saja mbak, namun ucapan Ara sungguh membuat hati saja sakit. Saya tahu jika anak saya bersalah namun apa pantas jika terus saja di sindir begitu? Lagipula, Jasson sekarang sudah berubah,"
__ADS_1
"Halo, maaf ya Tante. Namun maksud Tante berubah apa? Berubah menjadi lebih pecundang dengan menghamili wanita lain? Lalu menikahinya? Iya Tante? Itu yang Tante sebut dengan berubah?"
Walau Ara tidak berteriak, namun ucapannya yang santai mampu membuat orang lain merasa tersinggung "Ara sayang, kamu jangan mengatakan hal itu nak, itu akan membuat orang lain merasa sedih nak! Mami enggak mau kamu menyakiti hati orang lain,"
"Iya Ara, lagipula Jasson masih suami ku. Dan jangan khawatir aku tidak akan mengambil langkah yang akan membuat hati ku kembali sakit. Kau jangan khawatir Ara, aku tahu rasa marah dan emosi mu itu karena kau menyayangi ku. Namun aku mohon, bagaimana pun mama Laras adalah ibunya Jasson dan seorang ibu tidak akan terima jika anaknya di katakan dengan hal-hal yang tidak baik,"
Keduanya pun melepaskan pelukan satu sama lain, hati Ara kembali lembut ia pun menatap Laras dengan tatapan sendu "Tante maafkan Ara! Sungguh Ara tidak bermaksud menyakiti hati Tante hanya saja Ara merasa kesal jika mengingat lelaki yang sudah menyakiti hati sahabat Ara,"
__ADS_1
Laras diam tidak menjawab ucapan Ara, namum David menatap istrinya, ia memberikan kode kepada istrinya untuk mengalah dan itu yang membuat Laras menghela nafas panjang
"Saya tahu, jika anak saya banyak bersalah kepada kalian terutama kepada menantu ku, Bunga. Saya tidak membenarkan semua perbuatannya dan saya juga merasa terluka dengan perbuatan anak saya, namun saya ini seorang wanita, seorang ibu yang sudah mengandung dan membesarkannya. Saya tidak bisa membenci anak saya atau pun mendengar hal-hal buruk tentangnya, hancur hati seorang ibu ketika mendengar anaknya di hina," Laras terdiam sejenak, dadanya terasa sesak dengan mata yang berkaca-kaca. Bunga mendekati ibu mertuanya
"Saya juga tahu, kalau anak saya tidak pernah memberikan kebahagiaan untuk Bunga..dan kamu selalu saja merepotkan mbak Salvira dan juga Bunga menantu kami. Namun apakah hal itu membuat kami tidak pantas untuk di hargai perasaannya?"
Dengan nada yang gemetar, Laras mengatakan itu. Sebagai seorang ibu hatinya merasa hancur dan terluka dengan ucapan Ara, Bunga memeluk mama mertuanya "Mama, tolong lah jangan menangis. Bunga minta maaf karena Bunga semuanya menjadi berantakan. Tapi Bunga yakin, jika sebenarnya Ara tidak bermaksud menyakiti hati mama, ia hanya mengatakan itu karena ia tidak ingin Bunga merasa sedih lagi. Tolong maafkan ucapan Ara mama,"
__ADS_1
Bunga merasa tidak enak dengan ibu mertuanya, jika dia tidak pergi dengan Jasson mungkin saja Ara tidak akan marah besar seperti itu