
Bunga yang selesai mandi mengeringkan rambutnya didepan cermin, tiba-tiba Jasson memeluknya dari belakang. Membuat wanita itu sontak terkejut, ini kedua kalinya mereka berhubungan sebagai suami dan istri.
Namun yang pertama, Jasson mengacuhkannya dan meminta maaf. Ia mengatakan jika dirinya tidak sengaja melakukan itu, Bunga mengira jika kali ini Jasson melakukan hal yang sama.
Namun di luar dugaannya, perlakuan Jasson jauh lebih hangat dari sebelumnya "Terimakasih!"
Bunga menghentikan aktifitasnya, ia pun bertanya kepada Jasson mengapa suaminya itu berterimakasih kepadanya?
"Untuk apa?"
"Untuk semua kesucian mu, kau menjaganya untukku. Bahkan walau aku menyakitimu berulang kali, Bunga. Dirimu sama seperti Bunga, yang begitu indah dan mekar, walau banyak alasan yang bisa membuat mu layu. Namun kau tetap mekar dan menunjukkan keindahan mu," ucapan Jasson sontak membuat mata Bunga berkaca-kaca.
Ia merasa sangat terharu, namun apakah ucapan Jasson itu tanpa ada dusta?
Rasanya Bunga ingin menangis, namun ia menahannya. Membalikkan tubuh, menatap mata Jasson. Terlihat dari mata indah suaminya tanpa kebohongan sedikit pun.
"Ada apa?" Jasson bertanya kepada Bunga. Namun wanita itu hanya terdiam, Jasson membantu Bunga untuk mengeringkan rambutnya terlebih dahulu, setelah itu keduanya turun untuk sarapan bersama.
__ADS_1
Sejak kemarin malam, ponsel Jasson terus saja berbunyi, namun Jasson mengabaikannya. Bunga tahu jika itu panggilan dari Ade, kekasih suaminya "Mengapa kau tidak mengangkat panggilan mu?"
"Saat ini aku sedang bersamamu, dan hanya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga kecil kita."
Bunga tersenyum tipis, namun tidak menunjukkan itu kepada Jasson.
"Kalian baru bangun?" Salvira bertanya kepada anak dan menantunya. Ia memandang rambut sang anak yang basah, dirinya pun tersenyum.
Ehem!
Ara seakan menganggu kedua pasangan yang ada di hadapannya itu. Bunga yang begitu polos bertanya kepada Ara ada apa
Namun di pertengahan saat semua menikmati sarapan, Ara kembali menganggu sahabatnya itu. "Mami sebentar lagi akan memiliki cucu nih!"
Bunga yang sedang mengunyah sesendok makanan ke mulutnya lantas tersedak mendengar ucapan dari Ara.
Jasson dengan sikap memberikan segelas air minum kepada sang istri, Bunga meneguk minumannya dengan hati-hati.
__ADS_1
Salvira menegur lembut sahabat dari anaknya itu, "Sayang, kamu ini senang sekali menganggu sahabatmu!"
Ara tertawa, ia bahagia melihat Jasson dan Bunga semakin dekat. Semoga hubungan keduanya akan membaik, tanpa adanya orang ketiga.
Ara pun berdoa, agar Bunga tidak memiliki nasib buruk seperti dirinya. Air matanya tiba-tiba terjatuh, ia merasa terharu. Hatinya akan semakin senang jika Bunga memiliki anak dari Jasson. Dengan kehadiran anak itu, hubungan mereka pasti akan jauh lebih baik dan kuat.
"Hey, kenapa kau menangis?" Bunga yang melihat sahabatnya menangis pun langsung bangkit, mendekati Ara. Mungkin Ara mengingat kehidupan rumah tangganya bersama suaminya yang buruk. Begitu juga dengan Salvira yang langsung memeluk Ara dari samping.
"Jangan bersedih, Sayang! Mami akan memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan kamu. Sudah jangan bersedih lagi, lelaki sepertinya tidak pantas mendapatkan air matamu yang begitu berharga."
Ara mengangguk, walau berat untuknya melupakan suami tercintanya. Namun ia tetap berusaha untuk melupakan masa lalunya yang kelam.
*******
Note Author :
Yuk selalu dukung author dengan cara like, komen dan berikan vote juga 🌟🌟🌟🌟🌟 ya kakak-kakak.
__ADS_1
Agar tidak ketinggalan di setiap cerita. Yuk di favoritkan 🤗