
"Papa, bertahan lah!" Bunga meminta kepada ayah mertuanya untuk bertahan, bahkan ia pun menangis. Laras mencoba menghubungi Jasson dan memberikan kabar jika papanya sedang jatuh sakit
Panggilan terhubung
"Nak, papa mu sedang sakit. Mama dan Bunga sedang dalam perjalanan kerumah sakit kamu segera lah menyusul!" Pinta Laras dengan suara yang cemas juga terbata-bata
"Mama, tenang lah! Jasson akan menyusul! Mama sharelock saja!" Terdengar suara gelisah dari seberang telepon.
Panggilan langsung terputus.
Bunga tiada henti berdoa untuk kesembuhan papa mertuanya "Ini semua karena Ara! Jika saja dia tidak membuat keributan pasti papa kamu tidak akan mengalami hal ini!" Laras masih saja menyalahkan Ara namun Bunga meminta mama mertuanya untuk tenang
"Ma sudah lah! Saat ini kita harus memikirkan tentang kesembuhan papa! Jangan memikirkan hal yang lain-lain lagi, kita sudah melihat dampak dari kekerasan dan keributan yang sudah kita buat ma. Tolong lah mama jangan lagi membuat keributan, saat ini kita harus memikirkan tentang papa!"
"Andai saja Ara tidak membuat keributan, semua ini tidak akan terjadi!" Laras masih tidak mau mengalah. Membuat Bunga merasa bingung
__ADS_1
"Jika saja kita tidak me-lawan-i Ara pasti semua ini tidak akan terjadi! Ma, kita tahu bagaimana sifat Ara, lebih baik kita yang mengalah demi kesehatan papa! Lagipula, apa yang Ara katakan itu memang tidak salah! Lalu mengapa mama harus marah? Andai mama bisa bersabar sedikit saja ini tidak akan terjadi!"
Bunga yang sudah kesal langsung mengingatkan kesalahan mama mertuanya! Laras bungkam, dan menangis meratapi suaminya "Papa sadar lah papa! Mama enggak bisa melihat papa seperti ini!"
Laras kembali menggoncang tubuh suaminya agar sadar, ambulans sudah sampai ke rumah sakit
Petugas ambulans dan para perawat membantu untuk David ke ruangan.
"Tolong suami saya!" Mobil Salvira pun telah sampai, Salvira dan Ara segera turun dari mobil..
Bunga memeluk Laras, memberikan kekuatan kepada mama mertuanya "Mama jangan khawatir! Dokter akan memberikan yang terbaik untuk papa! Bunga yakin!"
Terdengar suara lari seseorang yang mulai mendekat "Mama!"
Laras melihat ke arah Jasson, ia langsung melepaskan pelukan menantunya dan berlari ke arah Jasson
__ADS_1
"Jasson!" Jasson langsung memeluk anaknya, Salvira dan Ara pun menghampiri Bunga. Terlihat Ade dengan perutnya yang sudah buncit mengikuti Jasson dari belakang..
Bukannya memberikan ketenangan, Ade langsung menghampiri Bunga "Dasar pelakor! Bisa-bisanya kau pergi nonton dengan suami ku! Tidak tahu malu!" Semua orang terkejut, Ara langsung bangkit dan membela sahabatnya.
"Hey wanita murahan! Kau yang tidak tahu malu! Kau yang pelakor, memangnya kenapa jika Bunga menonton dengan suaminya Jasson? Jasson itu suaminya, dah kau harus sadar jika kau itu istri kedua!"
Bunga meminta sahabatnya untuk tenang "Sudah lah Ara! Jangan lagi membuat keributan! Biarkan saja dia mau mengatakan apapun!"
"Apa kau tidak tahu malu? Kau menonton dengan suami ku? Hah!"
Jasson berjalan mendekati Ade, ia menarik tangan istri keduanya itu "Jangan membuat keributan di sini! Kau tahu kita datang untuk kesembuhan papa ku!"
Plak!
Satu tamparan mendarat di wajah Ade, membuat Bunga terkejut. Tidak dengan Jasson, Laras dan juga Ara
__ADS_1
"Jangan beraninya kamu menghina anak ku! Seharusnya kamu malu mengatakan itu! Jasson adalah suami anak ku! Dan Bunga adalah istri pertama juga istri sah nya Jasson! Aku bisa saja menuntut mu di pengadilan kau tahu itu!"