Lihat Aku, Jasson!

Lihat Aku, Jasson!
Lihat Aku, Jasson! Bab 117


__ADS_3

Bunga meminta maminya untuk tidak memutuskan sesuatu saat marah "Mami tenanglah! Jangan mengatakan sesuatu saat mami sedang marah dan kesal,"


Laras meminta kepada Salvira dan Bunga untuk tidak bertengkar "Sudah tolong jangan bertengkar! Semua ini memang kesalahan saya dan biarkan saya yang akan pergi dari sini,"


Kini Bunga tidak melarang ibu mertuanya lagi, ia sudah muak dan jenuh dengan semua yang terjadi "Jika itu keputusan mama, maka Bunga tidak bisa melarangnya lagi ma!"


Salvira semakin kaget, mengapa anaknya dalam sekejap berubah? Namun Salvira tidak mau bertanya alasan anaknya melakukan itu, Laras kaget bukan main, menantunya tidak pernah seperti itu kepadanya sebelumnya


"B-bunga, kamu sudah tidak menyayangi mama lagi?" Bunga menyeka air matanya, ia mengatakan jika dirinya menyayangi ibu mertuanya "Bunga menyayangi mama, sangat menyayangi mama. Jika Bunga tidak menyayangi mama, mungkin sekarang Mama sudah berada di jeruji besi, Bunga sudah melaporkan mama ke kantor polisi atas semua perbuatan yang sudah mama lakukan. Namun nyatanya, Bunga tidak melakukan itu karena Bunga menyayangi mama. Namun sekarang, mama yang memutuskan ingin pergi dari sini, dan Bunga tidak akan melarang lagi ma!"


"S-sayang, kamu marah sama mama?" Bunga menggelengkan kepalanya "Tidak ma! Sama sekali Bunga tidak marah dengan mama, Bunga sudah memaafkan semua kesalahan mama. Dan Bunga selalu belajar mengalah demi mama, demi keluarga kita. Namun ternyata mama dan Jasson menyalahgunakan diamnya Bunga. Ma, jangan mengira jika Bunga tidak mengetahui tujuan mama berpura-pura membenci Jasson!"


"Sayang, kamu salah paham dengan mama!"


"Tidak mama! Tidak ada yang salah paham, mama sendiri yang menunjukkan segalanya hari ini. Jika saja, mama menyayangi Bunga pasti mama akan memahami apa yang mami rasakan, mami melaporkan Jasson ke polisi juga karena jasson sudah menganggu ketenangan di perumahan ini,"


Laras meminta maaf kepada menantunya, namun Bunga mengatakan jika dia sudah memaafkan mertuanya itu sebelum mertuanya meminta maaf.


"Sayang, untuk apalagi kamu bermanis-manis kepada orang yang sudah menyakiti kamu?" Salvira bertanya kepada anaknya, namun Bunga mengatakan jika ia masih menghargai almarhum papa mertuanya dan juga anak yang ia kandung.


"Karena Bunga memikirkan tentang papa David, Bunga juga memikirkan anak yang Bunga kandung mi. Bunga tidak mau jika anak Bunga nantinya tahu kalau nenek dan papanya pernah menjadi narapidana, lebih baik Bunga memaafkan segalanya. Dan untuk Jasson, jika dia mengulah lagi, maka tidak akan ada yang bisa membebaskannya lagi!"


Laras pun terdiam, namun ia mengucapkan terimakasih banyak kepada menantunya. Laras pun pergi meninggalkan rumah Bunga dan juga keluarganya. Setelah Laras pergi, Bunga terdiam lemas. Ara dan Salvira mendekat "Bunga, kamu enggak kenapa-kenapa?"


Bunga menggelengkan kepalanya sambil menyeka air mata yang membasahi kedua pipinya itu "I'm okay, mami dan Ara enggak usah khawatir dengan Bunga! Bunga bisa melewati semuanya sendirian,"


"Bunga, tapi darimana kamu tahu jika ibu mertua mu yang mencoba mencelakai kamu?"


Ara merasa sangat penasaran, karena selama ini Bunga tidak pernah mengatakan apapun "Aku sudah tahu lama, bahkan di hari papa David meninggal. Namun aku memilih untuk bungkam, aku tidak ingin memperpanjang masalah lagi, karena aku menganggap mama Laras sedang berduka. Aku tidak ingin menambah penderitaan untuk mama Laras lagi,"


Karena Bunga mengira jika mama mertuanya Laras sedang mengalami gangguan psikis yang mengguncang mentalnya, namun hari ini Bunga melihat jika sebenarnya ibu mertuanya itu tidak kenapa-kenapa. Ia hanya merenung dengan kepergian suaminya saja, dan mama mertuanya sangat sadar jelas dengan semua yang telah terjadi selama ini. Namun memilih untuk tidak perduli


"Mama Laras masih sehat jasmani dan rohaninya, dia masih menyadari segalanya..namun di saat Jasson membuat keributan, mama Laras bungkam. Saat sesuatu terjadi kepada keluarga kita dia juga bungkam. Bahkan dia tidak perduli dengan kita, aku mengira jika itu semua bukan keinginannya, namun karena ia merasa terlalu berduka atas kepergian papa David. Namun setelah melihat ini, aku melihat kenapa mama Laras hanya perduli dengan Jasson tanpa perduli dengan rasa sakit kita dan kesalahan yang selalu Jasson perbuat,"


Ara dan Salvira terdiam, Salvira mendekat memeluk anaknya "Mami bangga sama kamu, sekarang kamu bisa mengambil jalan dengan bijaksana, kamu tidak memanjakan mereka lagi. Dan mami yakin, setelah ini suami dan ibu mertua mu bisa memperbaiki segalanya. Mereka akan berubah menjadi orang yang lebih baik lagi,"


"Iya mami, Bunga juga berharap jika semuanya akan baik-baik saja. Mama Laras dan Jasson akan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya, mereka harus belajar dari kesalahan yang sudah mereka perbuat,"


"Mama sangat bangga sama kamu sayang. Kamu bisa memaafkan orang yang sudah jelas-jelas ingin merebut nyawa kamu, ibu mertua mu dengan sadar ingin mencelakai kamu nak namun kamu tetap memaafkannya, kamu juga perduli dengannya walau sudah mengetahui segalanya,"


"Karena cinta dan rasa sayang Bunga kepada mama Laras, Jasson dan juga papa David sangat tulus mami, Bunga hanya tahu bagaimana cara menyayangi seseorang yang ada di sekitar kita. Walau Bunga marah dan kecewa, namun Bunga tidak bisa membenci mereka. Apalagi, mereka orang-orang yang selalu dekat dengan Bunga. Seperti Jasson, yang sejak kecil sudah menjadi sahabat Bunga, dan mama Laras. Bunga selalu bertemu dengannya setiap kali berkunjung ke rumah Jasson, ia selalu menyayangi Bunga dan bersikap baik kepada Bunga,"


Ara meminta kepada Bunga untuk melupakan semua kenangan pahit itu "Sudah lah Bunga! Tidak ada lagi alasan untuk mengingat semua kejadian pahit itu! Kau harus berjalan melangkah maju ke depan, jangan mengingat masa lalu yang menyakiti mu! Tidak ada gunanya! Semuanya akan membuat hidup mu semakin buruk saja!"


Bunga terdiam, namun semuanya sangat sulit untuk ia lupakan dalam sekejap "Semuanya begitu cepat untuk ku, namun aku ikhlas dengan semua ini,"


********

__ADS_1


Laras menyusun semua barang-barangnya sambil menangis. Ia bingung kenapa Bunga bisa mengetahui segalanya. Namun saat ini yang paling terpenting anaknya bisa segera bebas, Laras tidak bisa membiarkan anaknya hidup di penjara.


Cekrek!


Pintu kamar Laras terbuka, ia menoleh ke arah pintu terlihat Bunga dan Ara masuk ke dalam kamarnya. Salvira sengaja tidak mau bertemu karena wanita itu takut tidak bisa mengendalikan dirinya.


"Mama,"


Bunga berjalan mendekati Laras "Bunga, kamu masih mau bertemu dengan mama?" Bunga mengangguk "Kenapa tidak mama? Bagaimana pun mama masih mertuanya Bunga. Dan nenek dari anak ini," Bunga memegang perutnya, Laras menangis dan memeluk menantunya


"Sayang, maafkan mama! Mama sangat menyesal dengan semua perbuatan mama, namun kamu harus percaya nak jika mama melakukan itu dengan sangat bersalah. Mama menyesali semua yang sudah mama lakukan kepada kamu dan juga keluarga kamu, saat itu mama tidak bisa memahami semua ketulusan kamu. Dan di saat mama menyadarinya, kamu hilang ingatan. Mama ingin memperbaiki segalanya, bahkan mama tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepada kamu,"


Bunga terdiam, apakah ucapan ibu mertuanya kali ini benar-benar tanpa adanya dusta?


"Mama akan pergi, kamu jaga diri kamu baik-baik ya?"


Bunga mengangguk, ia memberikan amplop berwarna cokelat yang berisi uang kertas "Ma, tolong di terima, ini untuk kebutuhan mama kedepannya. Bunga berharap, mama bisa mempergunakan uang tiga ratus juta ini dengan baik, mama bisa memulai usaha bersama Jasson. Jadikan uang ini modal, dan bermanfaat ma,"


Laras menggelengkan kepalanya "Tidak sayang! Mama tidak bisa menerima ini semua, mama tidak pantas!"


Namun Bunga memaksa "Mama harus menerima uang ini, mungkin ini bantuan terakhir Bunga untuk mama! Bukan karena Bunga tidak sayang dengan mama, namun Bunga ingin mama dan Jasson menjadi lebih baik lagi. Agar di saat anak ini nantinya lahir, ia akan bangga memiliki papa dan nenek seperti kalian,"


Laras merasa tersentuh, ia akhirnya menerima uang itu. Laras berjanji akan menggunakan uang itu sebaik mungkin "Mama berjanji, akan menggunakan uang ini sebaik mungkin. Mama akan membuka usaha untuk memenuhi kebutuhan mama dan Jasson nantinya,"


Bunga dan Ara tersenyum, Bunga juga meminta kepada ibu mertuanya untuk memberitahu Jasson agar tidak datang lagi ke rumahnya "Ma, dan Bunga mohon. Katakan kepada Jasson, jangan pernah menemui Bunga lagi! Surat cerai akan Bunga urus setelah anak ini lahir. Bunga tidak ingin ia membuat keributan apapun lagi,"


Ara mulai kesal dengan ucapan Laras, ibu mertua dari sahabatnya itu. Apakah ia berpikir jika hanya Jasson satu-satunya lelaki yang ada di dunia ini sehingga Bunga tidak bisa melupakannya


"Bunga berbuat baik bukan berarti dia masih mencintai Jasson Tante! Jika itu ada diposisi orang lain, Ara yakin jika Bunga akan melakukan hal yang sama,"


Bunga meminta kepada sahabatnya untuk diam dan menahan amarah "Jangan terpancing Ra, kamu harus sabar!" Bunga berbisik di telinga sahabatnya, ia tidak mau sahabatnya menjadi orang yang pemarah.


Ara pun bersikap tenang "Mama tahu jika cinta Bunga masih kepada Jasson. Sayang, kalian bersahabat sejak kecil dan selalu bersama tidak akan mudah untuk kamu melupakan Jasson. Dia bukan hanya suami kamu, namun dia juga sahabat kamu sejak kecil,"


Bunga tersenyum tanpa menanggapi ucapan ibu mertuanya, ia tidak mau berdebat apapun lagi. Cukup ia dan hatinya yang tahu apa yang saat ini ia rasakan kepada Jasson.


"Mama sudah siap? Jika mama sudah siap, Bunga akan meminta supir untuk mengantar mama,"


"Sayang, kamu mengusir mama?" Laras bertanya dengan tak percaya, Bunga menggelengkan kepalanya dan mengatakan jika dia tidak mengusir ibu mertuanya, hanya saja Bunga tidak mau ada pertengkaran lagi terjadi di rumahnya


"Tidak mama! Bunga hanya ingin memastikan mama sampai dengan aman dan nyaman di rumah mama. Bunga akan selalu merindukan mama, dan jika mama merindukan Bunga rumah ini akan selalu dua puluh empat jam stay untuk mama. Tapi ingat ya ma, hanya untuk mama saja. Tidak untuk anak mama Jasson!" Bunga mengatakan itu dengan santai namun penuh dengan penekanan "Lagipula, mama enggak mau kan kalau Jasson nanti masuk ke dalam penjara lagi karena ia datang ke rumah ini?"


"Kamu jangan khawatir sayang! Akan mama pastikan jika Jasson tidak akan menganggu kamu lagi! Mungkin kamu sudah menutup rapat-rapat hati kamu untuk suami mu,"


Bunga pun mempersilahkan ibu mertuanya untuk turun ke bawah karena ia tahu jika ibu mertuanya sudah siap.


Bunga menemui supir, meminta supir untuk mengantarkan mama mertuanya pulang ke rumah "Pak, tolong antarkan ibu mertua saya pulang ke rumahnya. Pastikan ibu mertua saja aman dan nyaman sampai di rumah,"

__ADS_1


Laras bertanya mengapa Bunga tidak pergi ke kantor polisi mencabut laporan untuk Jasson "Bunga sayang, apa kamu tidak ke kantor polisi?"


"Tidak ma! Bunga tidak sempat mengunjungi Jasson,"


"Namun bagaimana untuk Jasson bebas jika kamu tidak datang ke sana sayang?"


Bunga meminta ibu mertuanya untuk tidak terlalu khawatir "Mama jangan khawatir! Bunga sudah meminta pengacara untuk datang ke kantor polisi mewakili Bunga dan Mami. Lagipula, bukan Bunga yang membuat laporannya, jadi yang mencabutnya juga bukan Bunga, mama sudah salah paham!"


"Nak, tapi benarkan jika Jasson akan bebas dan pulang bersama mama?"


"Mama jangan khawatir! Jasson akan pulang dan berkumpul dengan mama lagi. Mama jaga kesehatannya ya di sana? Makan yang teratur, dan banyak-banyak makan buah. Dan ingat pesan Bunga, jika mama kangen mama bisa ke sini! Mama jangan merasa sungkan! Pintu ini dua puluh empat jam terbuka untuk mama, dan hanya untuk mama!"


Laras mengangguk, ia memeluk menantunya sebelum masuk dan naik ke dalam mobil "Mama sangat menyayangi kamu sayang, mama juga menyesal karena sudah menyakiti menanti sebaik kamu. Mama sudah melakukan kesalahan yang luar biasa, dan mama menyesali semuanya. Mama sangat menyesal sayang,"


"Bunga ikut senang jika mama menyadari semua kesalahan mama. Dan bunga berharap, jika mama bisa belajar dari kesalahan untuk tidak mengulanginya lagi! Bunga ingin mendengarkan kabar baik tentang perubahan mama begitu juga dengan Jasson,"


"Sayang, mama pasti akan sedih karena berpisah dengan kamu!"


"Bunga juga ma! Namun ini sudah keputusan mama, dan Bunga tahu kebahagiaan mama hanya tinggal dengan Jasson. Bukan dengan Bunga, jadi Bunga akan membebaskan mama untuk tinggal bersama Jasson, pergunakan uang itu dengan baik ya ma? Dan jika mama sakit, atau membutuhkan bantuan apapun itu, mama bisa hubungi Bunga. Tapi hanya mama saja, jangan orang lain lagi!"


Bunga memeluk ibu mertuanya dengan erat, ia sudah menganggap ibu mertuanya sebagai mama kandungnya sendiri. Walau Laras tidak bersungguh-sungguh menyayanginya, namun Bunga tidak perduli dengan itu semua.


******


"Sayang, kenapa kamu lama sekali? Kan mami sudah memberikan waktu untuknya berkemas selama lima belas menit. Dan sekarang sudah tiga puluh menit!"


Salvira berbicara dengan ketus, Bunga ingin menenangkan maminya itu "Mami sebentar ya? Mama juga udah selesai kok, mami jangan khawatir!"


"Mami tidak bisa tinggal satu rumah dengan orang yang memiliki otak mafia! Yang taunya hanya berbuat jahat kepada orang lain! Tidak memikirkan orang lain! Mami sangat alergi dengan orang-orang seperti itu, kamu tahu itu bukan?"


Bunga mengangguk "Mami jangan marah-marah! Bunga enggak mau mami sakit nantinya." Ia memeluk maminya dengan erat, kini supir membantu Laras membawa barang bawaannya


"Bunga sayang, pastikan tidak ada perhiasan kita yang hilang!" Betapa hancurnya hati Laras mendengar ucapan besannya, apakah besannya menganggap Laras sebagai pencuri?


"Mami, kenapa mami berbicara seperti itu?"


"Karena buktinya, saldo ATM kamu berkurang dan dengan lancangnya ia dan anaknya itu mentransfer uang kamu ke rekening pelakor!"


Laras hanya diam, ia tahu kesalahannya dahulu dengan Jasson. Seharusnya Laras merasa bersyukur karena menantu dan besannya tidak memperpanjang masalah itu lagi.


Laras segera berjalan menuju dalam mobil, ia tidak enak hati jika harus menerima uang dari Bunga sedangkan ia sudah melakukan hal-hal buruk kepada menantunya itu


"Sayang, sepertinya mama tidak bisa menerima uang ini terlebih lagi, mengingat semua yang sudah mama lakukan kepada kamu nak! Mama sangat merasa bersalah, dan tidak pantas untuk kamu baik-i. Maafkan mama,"


Laras kembali menangis, menyesali perbuatannya. Kini karena tingkahnya ia juga harus pergi dari rumah Bunga. Sebenarnya, Bunga tidak keberatan dengan ibu mertuanya tinggal di rumah namun Laras yang memutuskan untuk pergi dari rumah sendiri, Bunga tidak bisa menghalanginya lagi.


"Mama jaga diri baik-baik ya? Jaga kesehatan, dan perhatian makanan mama juga vitamin-vitamin mama juga minum,"

__ADS_1


__ADS_2