
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien, namun kita juga harus banyak-banyak berdoa. Hanya Yang Maha Kuasa yang bisa membantu hambanya!"
Salvira menangis, ia tidak bisa menerima semua ini.
Salvira menatap menantunya, "Mengapa kau membiarkan istrimu pergi sendirian Jasson? Kalian ini satu kantor, kamu tidak tahu kapan istrimu ingin pergi? Mengapa kamu tidak menjaganya. Apa yang kamu lakukan? Apa pekerjaan mu lebih penting dari istrimu sendiri?"
Ara tersenyum, ia ingin Jasson mengatakan yang sebenarnya kepada maminya Bunga. Namun Jasson masih bungkam, tidak mendapatkan jawaban dari Jasson. Salvira langsung bertanya kepada sahabat anaknya itu "Ara, mami ingin bertanya kepada kamu. Mengapa Bunga pergi sendirian? Dan mau kemana dia?"
Laras ketakutan jika Ara memberitahu yang sebenarnya, ia langsung menenangkan besannya itu. Jika Ara memberitahu yang sebenarnya maka habis lah riwayat dia dan juga Jasson "Sudah lah mbak! Tenangkan diri mbak dahulu, saat seperti ini lebih baik kita fokus untuk kesehatan Bunga!"
Salvira terdiam, ia pun mempercayai ucapan Laras.
"Saya takut jika Bunga,"
"Mami, sudah jangan mengatakan hal seperti itu. Lebih baik kita fokus dengan kesembuhan Bunga. Kita akan mendapatkan jawabannya langsung dari mulut Bunga!" Ara menatap jengah Laras dan juga Jasson. Hanya bunga yang bisa mengatakan yang sebenarnya kepada Salvira.
Ara begitu geram dan ingin mengatakan semuanya namun ia sudah terikat janji dengan Bunga
Ara hanya bisa berdoa agar sahabatnya cepat pulih dan memberitahu yang sebenernya.
Ponsel Jasson berbunyi, Ara tahu jika yang menghubungi Jasson pasti adalah kekasih gelap Jasson.
Jasson mencari alasan untuk pergi menjauh dari mereka, ia pun mengangkat panggilan itu.
Panggilan Terhubung!
"Sayang, kamu bagaimana sih? Aku sudah meminta uang dua puluh juta kepadamu namun kau tidak membalasnya!"
__ADS_1
Ade mengomel kepada kekasihnya itu, Jasson menjauhkan ponselnya dari telinganya. Jeritan Ade membuat kupingnya terasa sangat sakit "Tenang sayang! Maafkan aku, untuk hari ini aku tidak bisa mengirimkan uang kepadamu. Bunga mengalami kecelakaan, dan saat ini kami sedang berkumpul di rumah sakit, aku tidak memiliki uang sekarang. Nanti akan aku kirimkan namun tidak sekarang!"
"Kapan Jasson? Aku sedang berada di salon sekarang! Malu dong aku, pokoknya aku tidak mau tahu, kamu harus mengirimkan uangnya segera. Kalau tidak, aku tidak ingin bicara denganmu!"
Tit..!!! Tit....
Panggilan berakhir!
Bahkan Ade tidak mau mendengarkan penjelasan dari Jasson. Jasson kembali menghubungi kekasihnya, namun wanita itu menolak panggilannya berulangkali
Pesan WhatsApp masuk dari kekasihnya itu
Jangan pernah menghubungi aku sebelum kau mentransfer uangnya Jasson! Aku sedang berada di salon, jangan pernah mempermalukan diriku seperti ini. Atau aku akan membenci dirimu! ~ My love Ade
Notif dari Ade berhasil membuat Jasson kebingungan, bahkan ia tidak memikirkan keadaan Bunga yang sedang sekarat di dalam ruangan.
Jasson mencoba menekan sandi m-banking istrinya dan sandi itu benar. Sandinya adalah tanggal lahir Jasson.
Segera ia mengirimkan uang ke rekening Ade sebesar dua ratus juta.
Jasson tersenyum, ia berterimakasih kepada Bunga. Andai Bunga tidak kecelakaan dan ponsel Bunga ada ditangannya. Jasson tidak akan bisa mengirimkan uang sebanyak itu ke rekening kekasihnya.
Jasson langsung mengirimkan pesan kepada kekasihnya
Sayangku, aku telah mengirimkan uang sepuluh kali lipat dari yang kamu minta. Itu tanda aku mencintaimu, jangan pernah mengatakan hal yang membuatku takut dan sedih kehilanganmu. Aku mencintai mu, selamat bersenang-senang sayang! ~ Jasson!
Tak membutuhkan waktu lama, Ade langsung membalas pesan WhatsApp-nya
__ADS_1
Iya sayang, aku sudah mengeceknya dan masuk dua ratus juta. Kamu memang lelaki idaman ku, aku juga mencintaimu. Rawatlah istrimu dengan baik, dan habiskan semua uangnya untuk ku haha! ~ My Love Ade
******
Jasson tersenyum tak karuan saat chattingan dengan kekasihnya, sampai Ara memanggilnya "Jasson! Istrimu sedang lemah di dalam sana, dan kau tersenyum puas chattingan dengan kekasih mu. Sungguh biadab!"
Jasson menoleh, ia menatap Ara dengan kesal "Ara, kau hanya orang luar yang menumpang di keluarga istriku. Jangan pernah ikut campur dengan urusanku, lebih baik kau urus saja hidupmu yang menyedihkan itu!"
Ara mendekati mendekati Jasson
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi kanan Jasson, terlihat pipinya langsung memerah menandakan lima jari dari Ara.
Plak!
Satu tamparan lagi, di pipi kiri Jasson
"Dasar lelaki tidak tahu malu! Aku bisa saja memberitahu mami Salvira dengan apa yang sudah kau dan mamamu lakukan kepada sahabatku! Begitu banyak saksinya. Namun aku mengingat ucapan sahabat ku dan apa katamu? Menumpang? Iya memang benar, aku hanya menumpang dengan sahabatku. Lalu kau? Kau lebih tidak tahu malu! Kau dan keluarga mu hanya menumpang hidup dengan sahabat ku, bahkan kau itu lelaki bajingan yang tidak bisa menafkahi istrimu!"
Ara menatapnya dengan tatapan tajam, ia ingin Jasson tahu malu! Dan merubah kelakuannya yang sangat tidak baik "Jasson, sebagai seorang suami seharusnya kau itu tahu malu! Bunga sangat mencintaimu namun apa balasan mu? Kau selalu saja menyakiti hatinya! Bahkan di saat kondisi Bunga seperti ini, kau masih tertawa dengan chattingan bersama kekasih gelap mu? Di mana hatimu?"
Jasson masih bungkam, Ara menangis. Ia sakit melihat sahabatnya di perlakukan sangat tidak baik "Jika jiwa suamimu telah mati, setidaknya kau kasihan dan perduli kepadanya sebagai sahabat! Kalian bersahabat sejak kecil, dan aku tahu bagaimana kau menyayangi dan melindunginya."
"Ak-aku, aku tidak bisa Ara! Aku mencintai kekasihku, dan sebelum aku menikah dengannya. Aku sudah terlebih dahulu memiliki hubungan dengan kekasih ku, dan aku harus terpisah dengannya itu juga karena Bunga! Andai Bunga tidak memaksa kan pernikahan ini, aku mungkin akan menyayanginya seperti dulu!"
Ara tersenyum sinis, ia menggeleng dan tidak percaya jika Jasson lelaki yang selama ini ia kenal sebagai orang yang penyayang dan perhatian. Bisa bersikap begitu rendah.
__ADS_1
"Kau tahu Jasson? Aku salah menilai mu selama ini, aku mengira. Jika diriku yang paling tidak beruntung memiliki suami yang sangat kejam. Namun kau lima kali lipat kejamnya dari mantan suamiku! Kau tahu? Bahkan disaat kau sudah terlalu banyak menyakiti hati sahabatku. Ia masih sangat menyayangimu, bahkan melindungi mu! Ia tidak pernah menceritakan bagaimana jahat dan hina-nya perlakuan mu! Dia masih menceritakan hal tentang sisi baikmu kepada semua orang! Bahkan, tidak akan ada yang menyangka jika suami kebanggaan dari Bunga Qisyal adalah manusia bajingan seperti mu! Kau memang tidak menyakiti fisiknya, namun kau perlahan membunuh Mental dan jiwanya!"