
Yulia sangat senang sekali ketika Dika memegang pergelangan tangannya, bagai berada di atas awan, Yulia terus saja tersenyum manis.
“Ayo naik !” ajak Dika pada Yulia, saat mereka berdua tiba di dekat mobil.
Dengan senang hati Yulia langsung masuk kedalam, di tengah perjalanan, Dika mengajak Yulia ke suatu tempat.
“Kita mau kemana Bang ?” tanya Yulia heran.
“Kamu mau ikut ?” tanya Dika pada gadis manis itu.
“Tapi, kita mau kemana ?”
“Ke suatu tempat.”
“Nggak jauhkan Bang ?” ucap Yulia sedikit ketakutan.
“Kalau jauh emangnya kenapa ?”
“Aku takut.”
“Tapi kan ada Abang ?”
“Justru bersama Abang lah aku semakin takut.”
“Kenapa ?”
“Nanti kalau terjadi sesuatu pada kita gimana ?”
“Terjadi apa, sayang ?”
Yulia tak mau melanjutkan pembicaraannya, perasaannya benar- benar di ambang ketakutan. Sementara Dika yang melihat Yulia ketakutan tampak tersenyum manis.
Diperjalanan tiba-tiba saja mobil berhenti, dan Dika mengajak Yulia turun.
“Ayo !” ucap Dika seraya menggandeng tangan Yulia.
“Ngapain kita kesini Bang ?”
“Abang ingin menyulap diri mu, lebih cantik lagi.”
“Maksud Abang apa ?”
Tampa harus menjawab pertanyaan dari Yulia, Dika langsung menyuruh seseorang merias wajah Yulia.
“Dandani dia , sehingga aku nggak mengenalnya lagi ?”
“Baik Pak.” Jawab wanita yang berada ditempat itu.
Yulia yang bisa tulis baca sedikit, dia mencoba mengeja bacaan yang ada didepannya.
“Rias pengantin.” Gumamnya di dalam hati.
Karena kaget dengan apa yang dibacanya, Yulia langsung berdiri dari tempat duduk yang sudah disediakan.
“Itu apa bacaannya ?” tanya Yulia pada wanita yang hendak merias dirinya.
“Rias pengantin.”
“Siapa yang mau jadi pengantin ?” tanya Yulia pada pemilik tempat salon itu.
“Adek kan yang mau menikah ?”
__ADS_1
“Nggak, aku nggak menikah.”
Di saat merasa ragu dengan apa yang akan di lakukan Dika padanya, kemudian Yulia pun keluar dari ruangan itu.”
“Siapa yang mau menikah Bang ?” tanya Yulia heran.
‘Kamu bisa baca ?”
Yulia tak menjawab, akan tetapi dia menganggukkan kepalanya, pertanda dia bisa tulis baca.
“Kamu nggak usah banyak tanya dulu, berhias lah, Abang mau membawamu ke suatu tempat.”
“Baiklah.” Jawab Yulia sembari kembali ketempat duduknya, setelah Yulia kembali Dika menunggu dengan sabar di ruang tunggu.
Setelah dua jam, Yulia pun kemudian keluar, dengan dandanan yang sangat memukau hati Dika. Kerudung yang dikenakan, manambah kecantikan gadis itu menjadi sempurna.
“Gimana Bang, lucu bukan ?” kata Yulia seakan-akan dia telah membaca jalan fikiran Dika.
“Kau cantik sayang, sangat cantik sekali.” Ucap Dika seraya menggandeng tangan Yulia untuk pergi ke suatu tempat.
“Benar Aku terlihat cantik dengan berhijab Ini ?”
“Begitulah seorang Muslimah semestinya, berhijab dan berpakaian sopan.”
“Kau suka melihat seseorang mengenakan hijab ?”
“Tentu, karena seorang wanita Muslimah adalah idaman semua pria ?”
“Benarkah begitu ?”
“Iya, sayang.”
Dika tidak menjawab, dia hanya tersenyum saja, karena Dika sudah tau apa maksud dari pertanyaan Yulia tersebut.
Di depan sebuah supermarket, Dika membelokan stir mobilnya. Setelah ditariknya rem tangan mobil itu, Dika langsung keluar, sementara Yulia masih saja berada didalam.
“Kenapa nggak turun sayang ?”
“Ngapain ? aku nggak punya uang kok.”
“Kamu pernah ketempat ini ?”
“Pernah, udah lama dan itu hanya sekali dan kemudian kami dikejar-kejar satpam penjaga.”
“Kenapa di kejar ?”
“Karena ketahuan mencuri makanan untuk adik-adik di dalam rumah kardus.”
“Oh, kasihan sekali.”
“Kalau begitu, besok adik-adik panti kita ajak kesini bermain, ayo keluar kita akan melihat-lihat di dalam.”
“Nggak !”
“Kenapa ?”
“Aku takut Bang, nanti mereka mengenali aku gimana ?”
“Percayalah sama Abang, nggak akan ada yang mengenali mu saat ini, apa lagi kau berjalan sama Abang.”
“Apa bedanya ?”
__ADS_1
“Karena Abang nggak pernah ketahuan mencuri disini.”
“Ah, Abang !” jawab Yulia bermanja.
“Ayo !” ajak Dika seraya menggandeng tangan Yulia.
Lalu mereka berdua pun memasuki super market, di dalam, tampak Yulia tercengang-cengang melihat pakaian dan peralatan yang serba mahal.
“Kamu suka dengan pakaian itu ?”
“Nggak.” jawab Yulia seraya menggelengkan kepalanya.
“Dika tau, kalau Yulia sebenarnya suka dengan pakaian yang disentuhnya itu, tapi dia merasa malu untuk menjawabnya, karena mereka tak punya uang untuk membelinya.
Setelah berlalu, Dika memberikan semua apa yang di sentuh Yulia pada pelayan toko itu, lalu disaat Yulia sedang asik melihat wahana permainan, Dika menghampiri kasir dan membayar semua tagihan dan menyuruh pelayan Toko menaruhnya di dalam mobil.
Setelah beberapa lama mengitari tempat itu, Yulia merasa lelah, dadanya seperti sakit sekali dan dia mengajak Dika pulang ke panti.
“Kamu sakit sayang ?”
“Rasanya dadaku terasa sesak dan nyeri.” Jawab Yulia seraya menyentuh dadanya.
Di saat itu, Dika langsung terbayang olehnya, tubuh Yulia yang putih bersih dan payudara Yulia yang indah.”
“Oh.” Rintih Dika menahan perasaan yang sedang bergejolak di dadanya.
“Abang kenapa ?” tanya Yulia heran.
“Nggak ada apa-apa sayang.” Jawab Dika berbohong.
Di saat itu Dika langsung membawa Yulia pulang kerumah panti. Ketika mobil berhenti di parkiran panti, Yulia pun turun, beberapa anak panti berlarian mengejar Yulia dan memeluknya.
Yulia adalah gadis yang baik, dia tak banyak bicara taat beribadah dan rajin mengaji. Bersamanya ada hanifah, yang selalu usil dan jahat pada Yulia.
Ketika hani melihat Yulia turun dari mobil bersama Dika, Hani langsung naik darah dan menjambak rambut Yulia. Karena sakit, Yulia pun menjerit dan menangis meminta tolong.
Bu Liza begitu geram dengan tingkah laku Hani yang selalu bersikap buruk pada Yulia. Walau di ajari bagai mana pun Hani tetap saja menjahili Yulia.
Pagi itu di saat keduanya sedang bertengkar di dalam kamar, Bu Liza, menarik tubuh Hani dengan kuat, sehingga Hani terjatuh kebelakang.
“Kau ini ya, selalu saja jahat pada Yulia ! apakah kau nggak sadar, kalau Pak Dika itu nggak suka dengan orang yang berbuat anarkis seperti mu, bisa-bisa kau akan mereka keluarkan dari panti ini !” bentak Bu Liza dengan suara keras.
“Justru itu yang membuat kami bertengkar, karena Pak Dika selalu memanjakan Yulia, dia nggak pernah memanjakan kami, padahal kita semua anak panti bukan ? kenapa Pak Dika mesti pilih kasih terhadap kita semua.”
“Pak Dika melakukan semua itu pasti ada maksudnya ?”
“Maksud apa ?”
“Kita nggak tau apa yang ada dalam fikiran orang Hani !”
“Ooo, sekarang aku udah tau, kenapa Pak Dika sayang pada Yulia !”
“Kenapa ?” tanya Liza ingin tau.
“Karena Yulia perempuan murahan, yang bisa disentuh dan dinikmati oleh pria manapun, termasuk Pak Dika.”
Mendengar ucapan Hani, hati Yulia terasa begitu sakit sekali, Yulia pun berlari keluar seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Melihat Yulia berlari seraya menangis, Bu Liza langsung menyusulnya kebawah.
Bersambung...
__ADS_1