Nama Yang Tertinggal

Nama Yang Tertinggal
Ronald Vs David


__ADS_3

Beberapa menit sebelum suara mobil berhenti tepat di belakang mobil Ronald yang terparkir di tepi jalan.


Di jalan sepi seperti ini, ada sebuah mobil berhenti di tepi jalan? Hem... Ada dengan mobil di depan sana? Batin David menerka sembari berusaha mengendarai mobilnya mendekat ke arah mobil yang sedang terparkir di tepi jalan.


Hem... Sebentar, sepertinya aku mengenal mobil itu. Batin David mencoba mengingat pelat nomor mobil yang sedang terparkir di tepi jalan tersebut.


Sembari mengendarai mobilnya dan saat mobilnya semakin mendekati mobil milik Ronald. Tiba-tiba ingatannya mulai mengingat dengan sempurna.


Aih... Itukan mobilnya Ronald. David membatin dengan wajah yang mulai tertawa menyadari bahwa itu adalah mobil milik Ronald.


Tapi... Sedang apa dia berhenti di tepi jalan sepi seperti ini? Batin David penuh selidik.


Astaga... Jangan-jangan... Aku tidak menyangka kau bisa berbuat seperti itu juga Ron! Apa kau tidak sanggup menyewa hotel? Hingga melakukan di tempat sepi seperti ini? Cih... Ku pikir kau memang laki-laki polos yang belum pernah berpacaran. Batin David dengan prasangkanya yang negatif.


Melihat Ronald menghentikan mobilnya di tepi jalan yang sunyi. Tentu membuat David berpikir macam-macam tentang Ronald.


Akhirnya David pun memarkir mobilnya tepat di belakang mobil Ronald yang berada di tepi jalan.


Mendengar suara mobil berhenti tepat di belakang mobilnya, Ronald dan Tania pun menoleh wajah mereka ke belakang dan berusaha melihat mobil yang berhenti tepat di belakang mobil mereka.


"Apa itu bantuan yang datang untuk membantu kita?" tanya Tania pada Ronald.


Mendengar pernyataan dari Tania, seketika Ronald diam sambil berpikir. Pasalnya tidak mungkin orang suruhannya datang lebih cepat dari prediksinya.


Belum mendengar jawaban dari Ronald, dengan perasaan senang. Tania segera mencoba membuka pintu mobil dan berusaha keluar dari dalam mobil.


Baru saja ia menarik gagang pintu mobil dan belum sempat ia buka karena dalam keadaan masih terkunci. Tiba-tiba suara Ronald menghentikan gerak tangannya yang begitu semangat membuka pintu mobil.


"Jangan keluar...!!" suara Ronald menghentikan gerakan tangannya dalam membuka pintu mobil.


"Tapi, kenapa?" Tania bertanya dengan wajah heran sembari menatap wajah Ronald yang tampak berpikir.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Tania, Ronald langsung mengucapkan kalimat yang tegas.


"Tetap di dalam dan jangan buka pintu tanpa perintah dariku..! Biar aku yang keluar." ucap Ronald dengan nada penuh penekanan.


Cih... Dasar aneh. Bisa-bisanya bersikap seenaknya dan sesuka hatinya sendiri...!! Tania membatin penuh rasa kesal.


Tanpa membantah perintah dari Ronald, lagi-lagi Tania diam dan mengikuti perintah Ronald untuk tetap berada di dalam mobil.


Setelah itu, Ronald mencoba keluar dari dalam mobil dan berusaha mendekati mobil yang berhenti dibelakang mobilnya.


Saat ia mulai mendekat, langkahnya tiba-tiba berhenti begitu menyadari bahwa mobil tersebut ternyata tidak lain adalah mobil milik David.


Sial... Kenapa dia bisa ada di sini? Batin Ronald kesal.


Belum sempat Ronald mendekati mobil milik David. Tiba-tiba pintu mobil David terbuka.


"Wah... Wah... Wah..." suara David mengejek Ronald sembari menepuk tangannya lalu mendekati Ronald dan berdiri tepat di depan Ronald.


Mendengar ejekan dari David, membuat Ronald sedikit geram.


"Aku tidak menyangka kau seperti ini, Ron." ucap David sembari menggelengkan kepalanya.


"Bicara apa kau?" balas Ronald, "Kau pikir..." belum sempat Ronald meneruskan ucapannya, David langsung menyambarnya dengan prasangka buruknya.

__ADS_1


"Ayolah, Ron... Kau tidak perlu malu mengakuinya...!" ucap David, "Tapi, ngomong-ngomong... Siapa wanita yang ada di dalam mobilmu itu? Aku penasaran, wanita mana yang bisa menaklukkan hatimu." bisik David di telinga Ronald sembari tersenyum meledek.


"cih... Dasar otak mesum." balas Ronald sembari berdecak.


"Hahahah... Kau pikir, kau tidak lebih mesum dariku?" balas David sembari tertawa.


"Minggir...! Aku akan menyapa kekasihmu." ucap David sembari berjalan mendekati mobil Ronald.


"Hey... Brengsek... Jangan berani mendekatinya." Ronald berusaha melarang David.


Meski Ronald meneriakinya sambil memaki, namun karena rasa penasaran yang begitu besar, David bersikeras dan tetap berjalan mendekati mobil tersebut.


Begitu sampai di samping pintu mobil dan menundukkan kepalanya mencoba melihat sosok wanita yang berada di dalam mobil tersebut.


Betapa terkejutnya ketika David mengetahui wanita tersebut adalah Tania. Wanita yang sedang di incarnya, sedang berada di dalam mobil milik temannya yaitu Ronald.


Sialan... Bagaimana mungkin Tania dan David bersama? Di tempat sepi seperti ini pula... Apa mereka...? Batin David dengan prasangka negatifnya.


"Eh... Kak David, kenapa kakak ada di sini?" tanya Tania dengan wajah terkejut, begitu melihat David sedang memandangnya dari luar pintu mobil dengan kaca terbuka.


"Heheh... Itu, kebetulan aku lewat dan melihat mobil Ronald lalu berhenti." jelas David dengan raut wajah malu bercampur kesal.


Mengetahui keberadaan Tania di dalam mobil Ronald, jelas saja membuat David merasa kesal dan cemburu. Pasalnya, Tania adalah wanita yang saat ini sedang di incarnya.


"Oh... Kebetulan dong kak, apa kakak bisa bantu kami?" tanya Tania dengan wajah yang mulai segar.


"Tentu saja... Apa sih yang enggak buat kamu..." balas David tersenyum, "Memangnya bantu apa?" lanjutnya.


Belum sempat Tania menjawab pertanyaan dari David. Tiba-tiba Ronald yang sudah berada di belakang tubuh David menyela pembicaraan mereka. David pun langsung menoleh wajahnya ke belakang, beralih menatap wajah Ronald.


Oh... Itu sebabnya mereka berhenti di tempat sepi seperti ini. Batin David.


Mendengar penjelasan dari Ronald, cukup membuat David lega. Karena dengan begitu, ia masih punya kesempatan untuk mendekati Tania sebelum Tania benar-benar jatuh di pelukan Ronald.


Tania adalah wanita kedua yang mampu membuat David jatuh cinta setelah ia di campakkan oleh mantan kekasihnya, hingga membuat dirinya menjadi sosok playboy di mata para perempuan yang sering di dekatinya dan hanya di jadikan mainan yang kapanpun ia lepaskan setelah puas.


Seolah berbeda dengan perempuan lainnya, David merasa Tania adalah wanita yang berbeda dengan kebanyakan perempuan yang pernah di dekatinya. Tania mampu membuatnya jatuh cinta setelah ia kehilangan rasa cinta dalam dirinya semenjak penghianatan yang ia terima dari mantan kekasihnya dulu. Yang kini sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak.


"Oh begitu ternyata..." ucap David dengan suara setengah teriak dan menatap tajam ke arah Ronald.


Mendengar ucapan David, Ronald pun menyadari raut kesal yang kini tengah di rasakan oleh David. Ronald paham betul, bahwa David juga sedang berusaha mendekati Tania.


Seolah tidak ingin di dahului oleh David, Ronald pun mulai terang-terangan menabuh genderang perang dengan David dalam memperebutkan Tania. Tampak dari wajahnya yang juga kesal dengan keberadaan David di tengah-tengah mereka saat ini.


"Sebaiknya cepat menyingkir dari mobilku...!" ucap Ronald dengan nada ketus.


"Hahahah... Oke... Oke." balas David sambil tertawa, "Tania... Cepat keluar dari mobil dan ikut denganku...!" lanjutnya lagi dengan nada bangga.


Sialan... Besar kepala sekali dia. Batin Ronald kesal mendengar ucapan David barusan.


"Ah... Iya, aku akan keluar sekarang." balas Tania tersenyum senang.


Perlahan Tania pun membuka pintu mobil dan beranjak dari duduknya di atas kursi mobil yang cukup membuatnya lelah karena terlalu lama duduk berdiam diri di dalam mobil.


"Minggir....!" ucap David pada Ronald dengan lidah menjulur seolah meledek sembari meninggalkan Ronald dan bergegas mendekati Tania lalu mempersilahkan Tania untuk masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Brengsek... Sengaja sekali dia, awas saja kau!! Kau pikir aku akan membiarkanmu mendekati Tania? Batin Ronald semakin kesal sembari mengancam.


David dan Tania pun berjalan menuju mobil milik David yang berbeda tepat di belakang mobil milik Ronald.


Sementara itu, Ronald tampak diam dan memandangi mereka dari belakang dengan tatapan sinis.


Brengsek... Kau bahkan sengaja mengabaikanku dan tidak mengajakku. Gerutu Ronald yang terlanjur kesal di buat David.


Belum sempat keduanya sampai dan masuk ke dalam mobil milik David. Tiba-tiba langkah Tania berhenti lalu membalik tubuhnya seraya berkata. "Kak Ron... Kenapa diam saja? Kau tidak mungkin diam di sini dan menunggu bantuan datang kan?" serunya dari jauh.


Meskipun sedikit kesal di buat Ronald saat mereka terjebak di dalam mobil cukup lama. Nyatanya Tania masih perduli pada Ronald.


Mendengar Tania tampak perduli pada Ronald, David pun ikut berbalik badan lalu mendekati Ronald dan meraih lengan Ronald sembari mengajaknya berjalan untuk pulang bersamanya.


"Kau pikir... Aku setega itu dan meninggalkanmu di sini?" Bisik David pada telinga Ronald, "Aku tidak sekejam itulah, Ron... Ayo jalan." lanjutnya.


"Cih... Bilang saja kau tidak ingin terlihat buruk di mata Tania kan? Dasar playboy tengik...!!" balas Ronald dengan suara pelan.


"Brengsek kau... Jangan banyak bicara! Sebelum aku berubah pikiran dan meninggalkanmu di sini...!" balas David dengan tatapan memperingatkan.


"Kau pikir aku takut?" balas Ronald dengan santai.


"Cih... Sudahlah, kita bersaing sehat saja...! Kau pikir aku tidak tahu kau sedang berusaha mendekati Tania kan." bisik David di telinga Ronald.


Tanpa membalas perkataan David dan hanya tersenyum sinis, Ronald pun akhirnya setuju dengan tawaran David.


Setelah keduanya saling mengancam dan memperingatkan satu sama lain seolah resmi memulai genderang perang dalam memperebutkan Tania, mereka pun berjalan menyusul Tania yang sudah berdiri cukup lama di depan mobil menunggu mereka.


Melihat Ronald dan David berjalan mendekatinya, Tania pun hanya tersenyum.


Seolah angin segar bagi keduanya setelah saling sikut dalam obrolan mereka, Ronald dan David kembali terpesona melihat senyum manis yang terpancar dari bibir mungil Tania saat itu.


Dengan segera David berjalan cepat, membuka pintu mobil depan dan mempersilahkan Tania masuk ke dalam mobilnya.


Namun, bukannya masuk dan duduk di kursi bagian depan yang sudah di bukakan oleh David. Tania justru mencoba meraih gagang pintu belakang dan membukanya.


Sementara itu, Ronald yang masih tampak kesal dengan David langsung membuka pintu mobil belakang, dengan segera ia masuk dan duduk.


Belum sempat Tania masuk ke dalam mobil bagian belakang bersama Ronald. Tiba-tiba suara David menghentikan langkahnya masuk ke dalam mobil.


"Ayolah Tania... Jangan membuatku tampak seperti seorang supir pribadi bagi kalian...!" ucap David sembari tersenyum kesal.


Mendengar ucapan David barusan, Tania pun mengerti. Ia merasa berterima kasih pada David karena tanpa David, mereka tidak akan pulang dengan cepat. Akhirnya Tania pun mengikuti keinginan David dengan duduk di kursi depan bersama David.


Akhirnya ketiganya masuk ke dalam mobil dan mobil milik David pun mulai melaju menuju rumah Tania.


Sementara itu, mobil milik Ronald tetap berada di sana sampai orang suruhan Ronald datang dan mengurusnya.


Bersambung\=\=\=>


Jangan lupa dukung author yah. LIKE➡️KOMEN➡️FAVORIT➡️BINTANG LIMA➡️VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA. 🤗


Ingat... Ingat... VOTE➡️VOTE ➡️VOTE ➡️VOTE ➡️VOTE.


TERIMAKASIH. 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2