
A... Anda siapa? Tanya Rania terbata.
Laki-laki yang ada di depannya kini berbalik menunjukkan wajahnya dengan senyum mengembang, seolah tak terjadi apa-apa. Deg jantung Rania mulai berdebar kencang tak beraturan, matanya terperanjat, tubuhnya membeku. Rania terkejut bukan main, entah apa ia harus bahagia atau sebaliknya? Laki-laki yang selama ini ia tunggu akhirnya datang. Namun bukan di waktu yang ia harapkan. Yang jelas, saat ini hatinya diliputi perasaan cinta dan benci. Tubuhnya mulai lemah dan hilang keseimbangan, dalam kondisi setengah sadar, hampir saja ia jatuh tersungkur. Namun Rey berusaha menahannya hingga akhirnya ia jatuh di pelukan Rey.
Seolah membangkitkan kenangan lama mereka, pelukan itu menghanyutkan mereka dalam lamunan mereka 6 tahun silam. Rey masih belum bersuara, yang ia inginkan adalah memeluk Rania dengan sepuasnya. Melebur rasa rindunya selama sekian tahun terendap dalam lara.
Rey Savian & Rania Agatha dimasa lalu.
Rey melingkarkan tangannya di pinggang Rania, meresapi setiap sentuhan itu dengan hati yang dahaga oleh rindu. Sementara Rania masih diam dan terpaku, tak ada perlawanan apapun selagi Rey memeluknya. "Beginikah akhir kisah kita?" Ucap Rania terisak menahan tangis, dengan kedua tangan mengepal seolah ingin meninjunya sekuat tenaga. Mencabik-cabik hatinya hingga remuk.
"Tidak Rania, ini bukan akhir, melainkan awal dari kisah kita!!" Rey membalas dengan nada gembira diiringi sedikit tawa.
Ya, Rey adalah pacar pertama Rania dan dialah satu-satunya pria yang di cintai Rania sampai saat ini. Meski ia menginginkan laki-laki itu, kenyataannya waktu tak berpihak padanya saat ini. Statusnya sebagai seorang istri tak terbantahkan oleh apapun.
Dalam hitungan menit keduanya hanyut dalam pelukan layaknya dua orang yang saling memendam rindu sekian tahun berpisah. Seperti air di tengah padang pasir yang menghilangkan dahaga.
Tidak ada kebodohan dalam mencintaimu, Rania. Entah kenapa kalimat itu muncul dipikiran Rania, kalimat yang pernah di ucapkan oleh laki-laki yang berstatus suami. Yang hanya memiliki raganya namun tidak untuk hatinya.
Sraggg... Tiba-tiba Rania mendorong tubuh Rey dari pelukannya dengan kencang hingga membuat Rey melepaskan pelukan itu. Sontak membuat Rey terkejut, seperti sebuah tamparan, Untuk kali pertamanya wanita yang dicintainya mendorongnya dengan kasar. "Rania... Kau kenapa?" ucap Rey melongo.
"Kau yang kenapa Rey? Beraninya kau datang sekarang? kau bahkan pergi tanpa kata lalu kembali lagi seolah tak pernah terjadi apa-apa? Dan yang paling mengecewakan, kau bahkan tak terlihat menyesal sama sekali." teriak Rania sambil terisak tangis.
"Rania, maafkan aku! Aku memang bersalah, tapi aku punya alasan." sahut Rey diliputi rasa bersalah.
"Alasan... Kau bilang alasan? Alasan macam apa Rey?" Rania masih berteriak. Seperti api yang terbakar.
__ADS_1
"Rania, tolong mengertilah dan beri aku kesempatan!!" Rey berusaha meyakinkan, lalu langkahnya mulai mendekati Rania lagi.
"Berhenti... Jangan mendekat Rey!! Kau tidak berhak menyentuhku, dan pergilah dari sini sekarang!!" Teriak Rania penuh emosi.
Sementara itu melly hanya terdiam mematung melihat pertengkaran mereka. Begitupun dengan orang-orang yang berjaga di depan butik. Sengaja berjaga demi menghalau orang yang masuk. Rey juga sengaja mengosongkan butik Rania dari para pekerja kecuali melly.
"Apa aku sudah tidak ada lagi di hatimu? Adakah pria yang bisa merebut hatimu dariku?" Tanyanya dengan percaya diri.
"Kau pikir, aku rela menunggumu sekian tahun tanpa kabar? Hah..." sahut Rania dengan lantang, mengangkat kepalanya dan menatap Rey penuh kebencian seolah ingin mengingkari perasaan sesungguhnya yang masih terlalu dalam padanya.
"Rania... Rania... aku tahu siapa dirimu Rania, tidak ada seorang pun yang bisa mengalihkan cintamu dariku." dengan percaya diri Rey menepis perkataan Rania.
Dia masih sangat arogan. Rania membatin.
Rey tetap melangkahkan kakinya mendekati Rania.
"Lihatlah Rey... Apa kau tidak melihat ada cincin melingkar di jari manisku? Kau tentu tahu artinya, bukan?" Rania mengangkat tangannya dan menunjukkan jari manisnya yang di lingkari cincin permata.
Rey menatap penuh amarah, hatinya serasa tercabik-cabik. Bagaimanapun, Rania adalah satu-satunya wanita yang dicintainya meski ia pergi meninggalkannya dalam waktu lama.
"Hahahahah... Kau pikir aku percaya? Hanya karena sebuah cincin yang melingkar di jarimu." bantah Rey sambil tertawa keras hingga membuat kedua bahunya bergetar.
"Terserah kau mau percaya atau tidak Rey, yang jelas ini sudah cukup membuktikan semua orang tentang statusku yang sudah menikah." sekali lagi Rania menegaskan.
"Sekalipun cincin itu melingkar di jarimu, itu tidak akan menghentikan langkahku dalam merebutmu kembali jadi milikku." ucap Rey percaya diri.
"Dan, sekeras apapun kau mendekatiku, aku tidak akan jatuh dipelukanmu untuk kedua kalinya." ucap Rania tegas.
"Kau pikir aku akan diam saja? Jika aku tidak bisa mendapatkanmu cintamu kembali, maka tidak ada satupun lelaki yang bisa memiliki hati dan tubuhmu." ucap Rey tegas sambil mengepal kedua tangannya.
__ADS_1
"Kau sangat percaya diri sekali Rey, sepertinya mencintaimu adalah kesalahan terbesarku." ucap Rania tegas, meski jauh di dalam hatinya merasakan kehancuran yang luar biasa.
Rey mulai mendekati Rania, mendekatkan wajahnya dengan sangat dekat di depan wajah Rania, kemudian tangannya menyentuh dagu Rania. "Kau pikir, aku tidak bisa menghancurkan pernikahanmu? Rania...Rania... Mudah saja bagiku menghancurkan pernikahanmu." ucapnya tegas penuh ancaman.
Rania hanya bisa membatin, ada genangan air mata yang mulai keluar dari dalam matanya seolah ingin segera menumpahkannya.
"Aku akan merebutmu kembali darinya, tidak ada seorang pun yang berhak memiliki hati dan tubuhmu selain aku...!!" Bisik Rey, kemudian berlalu meninggalkan Rania beserta para pengawalnya.
Dan, benar saja, kini genangan air di pelupuk matanya jatuh membasahi kedua pipinya, ia meletakkan tangannya tepat di dadanya dan meremas bajunya, merasakan betapa dadanya terasa sesak akibat perkataan-perkataan menyakitkan dari mantan kekasihnya. Ketakutan yang begitu mendalam membayangkan hal-hal nekat apa yang akan dilakukan Rey terhadap pernikahannya dengan Zein.
*Bersambung.
Halo pembaca setia NYT 🤗
Terus dukung aku yah, dengan cara:
➡️klik suka (like)
➡️klik favorit
➡️tinggalkan komen (kritik dan saran)
➡️beri tanda bintang lima
➡️tolong beri aku vote sebanyak-banyaknya.
Please jangan pelit-pelit buat vote, karena dari vote kalian lah author merasa terdukung dan lebih semangat lagi buat up sebanyak-banyaknya.
Terimakasih. 🤗😊
__ADS_1