Nama Yang Tertinggal

Nama Yang Tertinggal
Tertembak.


__ADS_3

Begitu pintu itu terpental akibat tendangan Zein dan Ronald. Keduanya masuk bak seorang pahlawan. Dengan segera Zein mendekati Rey yang saat itu tampak terkejut, Ronald mengikuti di belakangnya dengan mata penuh awas.


Bagaimana mungkin dia bisa lolos dari orang-orang ku, di mana jeremi? Rey membatin heran.


Tanpa bersuara, Zein langsung merenggut baju Rey dan langsung melayangkan tinjunya menghantam pipi kanan Rey, Rey berusaha melawan dengan melayangkan tangan kanannya bersiap memukul wajah Zein, namun sayangnya Zein berhasil menangkis pukulannya dan mencengkram tangannya hingga terdengar suara krekkk membuat Rey sedikit meringis.


"Ini pukulan dariku atas perbuatanmu yang beraninya menculik wanitaku." Zein mengalihkan pandangannya dan dilihatnya wajah Rania yang tampak lemas tak berdaya dengan bibir yang penuh darah dan baju yang berantakan. Membuatnya semakin emosi hingga melayangkan lagi kepalan tangannya memukul pipi kirinya, hingga mengeluarkan darah di sudut bibir kanan Rey.


Rey berusaha melawan dan mendorong Zein dengan sekuat tenaga hingga membuatnya jatuh, tepat di tangan Ronald brakkk. "Tuan, apa kau perlu bantuanku?" tanya Ronald dan bersiap melakukan penyerangan. Namun Zein menolaknya, "Tidak perlu!! aku akan habisi dia dengan tanganku sendiri." balas Zein dengan napas tersengal dan berdiri kembali.


Zein melirik lagi ke arah Rania yang setengah sadarkan diri hanya tergeletak lemas menyandarkan dirinya di tembok. Dan begitu melihat Rania yang tengah lemas dengan kedua tangan dan kakinya yang terikat. Zein segera mendekati Rania.


Rey mengusap darah yang keluar dari sudut bibir kanannya. Kemudian menatap wajah Zein dengan getir. Ia bergerak maju berusaha memukul Zein yang berusaha mendekati Rania. Hingga akhirnya sebuah tinju melayang ke wajah Zein dan membuat bibir di sudut kanannya berdarah. Bughhh.


"Brengsek... Masih beraninya kau melawanku?" Zein bangun dari duduknya yang sudah melepaskan ikatan dikedua tangan dan kaki Rania, lalu bergegas meraih tubuh Rey. "Ucapkan kata terakhirmu sebelum aku melenyapkanmu!!" ucap Zein, sembari menarik baju Rey


"Berikan Rania padaku!!" ucap Rey diiringi tawa sinis, masih beraninya Rey mengatakan kalimat itu di depan Zein yang tengah dirundung amarah, tetap angkuh dan masih ingin menantang Zein.


"Nyalimu cukup besar." ucap Zein singkat sembari memukulkan kepalan tangannya pada bagian perut Rey. Membuat Rey tampak semakin lemah.


Perlahan Rania mulai sadar dan membuka matanya lebar. Terlihat keributan di depan matanya. Dengan tubuh kaku setelah beberapa jam kedua tangan dan kakinya terikat, Ia mencoba berdiri dan meraih tubuh Zein yang berdiri membelakanginya dan sedang berkelahi dengan Rey.

__ADS_1


"Zein..." ucap Rania lirih menahan sakit di bibirnya yang berdarah.


Mendengar suara Rania membuat Zein kembali berbalik ke belakang dan menghampiri Rania yang tengah berdiri di depannya dengan wajah dan tubuh tak berdaya. Belum sempat ia memeluk Rania. Seseorang di ujung pintu berdiri di belakang Ronald dan Zein mengarahkan pistolnya ke arah Zein dan menarik pelatuknya hingga membuat peluru melesat tepat ke arah Zein, namun Rania yang menyadarinya, segera menarik tubuh Zein dan menghalangi tubuh Zein dari serangan peluru dengan gerakan yang sangat cepat. Hingga akhirnya peluru itu mengenai perut bagian kiri Rania.



Zein terkejut bukan main dan dengan cepat meraih tubuh Rania yang hampir jatuh karena tembakan yang mengenai bagian perutnya. Begitupun dengan Rey yang terkejut, ia tidak menyangka tembakan dari Jeremi justru mengenai tubuh wanita yang dicintainya.


Dengan segera Ronald membalik tubuhnya dan menghajar Jeremi hingga jatuh dan mengambil alih pistol yang dipegangnya.


"Dasar bodoh kau Jeremi...!" Teriak Rey marah.


Ronald ingin sekali menembakkan pistol di tangannya ke arah kepala Jeremi, namun Zein yang tampak sedang Menggendong tubuh Rania dengan cepat melarang Ronald melakukan itu, dan meminta Ronald untuk segera pergi bersamanya dan membawa Rania yang sudah bersimbah darah ke rumah sakit miliknya yang tidak jauh dari lokasi.


Sementara itu, Rey tertegun dalam penyesalannya hingga membuatnya jatuh tersungkur di atas lantai, hingga meneteskan air mata penyesalan atas perbuatannya yang berujung Rania tertembak oleh Jeremi.


Sementara itu, Zein berlari menuju mobil diikuti Ronald di belakangnya dan segera memacu mobil itu dengan kecepatan maksimal sembari menghubungi pihak rumah sakit untuk bersiap di depan begitu mereka sampai.


Zein memangku tubuh Rania dan terus meneteskan air matanya hingga jatuh di atas pipi Rania yang setengah sadar.


"Z... Zein, aku mencintaimu." ucap Rania lirih menahan sakit di bagian perutnya dan menyematkan senyum.

__ADS_1


"Jangan bicara dulu, Rania! Simpan tenagamu dan bertahanlah...!!" balas Zein terisak tangis sambil memegangi tangan Rania dan sesekali menciumi tangan Rania.


Tiba-tiba Rania tidak sadarkan diri, karena darah terus mengalir di bagian perutnya yang tertembak. Lalu Zein menutup bagian perut Rania dengan tangan kanannya.


Tuhan... Tolong selamatkan dia. Batin Zein menangis merapal doa.


"Bisakah lebih cepat lagi, Ronald...!!" Teriak Zein.


"Iya tuan, tenangkan dirimu..! Ronald terus memacu mobilnya, sampai akhirnya sampai di sebuah Rumah Sakit dan menghentikan mobilnya.


Zein bergegas keluar, dan di depan sudah berjajar para perawat dan dokter yang siap menangani Rania. Zein meletakkan tubuh Rania di atas kereta dan ikut serta mendorong Rania masuk ke dalam menuju ruang Operasi.


Begitu sampai di ruang Operasi, Zein menunggu di luar. Sementara Operasi terus berjalan, Zein duduk di bangku tunggu di depan pintu masuk ruang Operasi sambil terus merapal doa. Sesekali ia bangun dan berdiri, mondar mandir dengan kedua tangan yang melipat di atas dada.


Kemudian Ronald datang dan membawakan sebotol air mineral lalu memberikannya pada Zein. Zein menerimanya dan meneguk air itu.


Untuk sementara, Zein sengaja tidak memberitahukan kondisi Rania saat ini pada orang tuanya maupun mertuanya. Takut membuat mereka khawatir dan histeris melihat kondisi Rania.


*Bersambung.


➡️LIKE ➡️KOMEN➡️VOTE YANG BANYAK YA...!!! 🤗❤️

__ADS_1


__ADS_2