Nama Yang Tertinggal

Nama Yang Tertinggal
Panggilan dari Melly


__ADS_3

Ronald : apa kau sudah tidur?


Tania : Belum...!


Ronald : kenapa?


Tania : tidak apa-apa.


Ronald : kenapa balasnya singkat?


Tania : Memangnya harus sepanjang kereta?


Ronald : Hem...


Tania : selamat tidur My Hero...!


Ronald : selamat tidur juga gadis kecilku...!


Cih... Masih saja memanggilku gadis kecil. Tania membatin kesal.


Keesokan harinya.


🌿 Di kediaman Zein. 🌿


Seperti biasa, aktivitas pagi di rumah Zein selalu sama setiap harinya.


Namun pagi itu, Rania ingin menikmati sarapan di ruang makan yang berada di bawah. Selama kehamilan yang sudah membesar, Rania selalu menikmati sarapan paginya di kamar karena Zein melarangnya untuk terlalu banyak bergerak, mengingat beberapa hari lalu sempat pendarahan.


Setiap pagi Bibi Ros sudah menyiapkan sarapan pagi di kamar Rania.


Namun kali ini Zein mengizinkan Rania untuk menikmati makan bersamanya di ruang makan tepatnya di bawah. Zein memegang lengan Rania sambil berjalan menuju lift.


"Pelan-pelan saja, sayang." ucap Zein sambil menuntun Rania berjalan.


Setelah sudah berada di bawah tepatnya ruang makan. Zein menarik kursi dan mempersilahkan Rania untuk duduk.


"Sayang... Apa hari ini kau akan pulang malam lagi?" tanya Rania sambil menaruh gelas di atas meja.


"Sepertinya begitu, tapi aku akan usahakan pulang lebih cepat." jawab Zein sambil tersenyum.


Rania tersenyum mendengar jawaban dari Zein, lalu setelah mereka menikmati sarapan pagi mereka. Zein beranjak dari duduknya bersiap untuk pergi ke kantor.


Rania mengikutinya dari belakang, lalu Zein menggandeng lengan Rania hingga mereka berhenti tepat di depan pintu, mobil Zein sudah terparkir di depan.


Sebelum Zein berangkat ke kantor, seperti biasa ia mengecup kening istrinya lalu mengelus perut Rania dan terakhir mengecup perutnya.


"Papa berangkat ya, sayang..." ucap Zein pada calon jagoannya yang masih di dalam perut Rania dan berjalan menuju mobil.


Rania hanya tersenyum saat mendengar ucapan Zein.


Setelah Zein berangkat, Rania pun kembali ke dalam. ia cukup kesulitan saat berjalan dengan perutnya yang besar, sambil memegang pinggangnya, ia berjalan menuju lift untuk kembali ke kamarnya.


Begitu ia sudah berada di kamarnya dan baru saja merebahkan dirinya, tiba-tiba terdengar suara ketukan di balik pintu.


Tok tok tok


Rania sudah paham dengan ketukan itu, ia pun mempersilahkan masuk.


"Masuklah...!" ucapnya dari dalam kamar.


Tidak lama. Setelah mendengar seruan untuk masuk, dokter Gea membuka pintu.


"Selamat pagi, Nyonya..." sapa dokter Gea.

__ADS_1


"Pagi, Dok." balas Rania tersenyum.


Seperti biasa, dokter Gea akan memberikan obat untuk Rania minum lalu memeriksa kondisi Rania dengan di bantu oleh perawatnya di samping.


Setelah selesai, dokter Gea dan perawatnya kembali ke ruangan mereka meninggalkan kamar Rania.


Saat ini, di kamarnya hanya ada dirinya dan satu orang pelayan yang berjaga menunggunya di luar pintu kamarnya bergantian dengan pelayan yang lainnya.


Karena merasa cukup bosan di dalam kamar, Rania pun mencoba menghubungi ibunya untuk menanyakan kabarnya. Karena semenjak kehamilannya membesar, ia jarang menengok orang tuanya. Hanya berbicara berkirim kabar melalui ponsel. Meskipun sesekali ibunya datang kerumahnya untuk menjenguknya sambil membawakan makanan-makanan kesukaannya.


Tidak lama, sambungan ponselnya terhubung.


Ibunya : halo...?


Rania : halo bu, bagaimana kabar ibu?


Ibunya : baik, bagaimana denganmu, Rania? Kandunganmu baik-baik saja, kan?


Rania : baik, Bu.


Ibunya : syukurlah, bagaimana kabar suamimu?


Rania : baik juga, Bu.


Ibunya : syukurlah kalau kalian baik-baik saja.


Rania : bagaimana kabar ayah bu?


Ibunya : baik.


Rania : lalu, bagaimana dengan Tania?


Ibunya : hem...


Ibunya : saat ini dia sangat sibuk dengan kuliahnya, tak jarang ibu merindukanny seharian di rumah.


Rania : hahah... Memang seperti itu, Bu... Tania kan sejak sekolah memang suka dengan kegiatan sekolah, apa lagi sekarang sudah kuliah dan banyak kegiatan menarik lainnya.


Ibunya : heheh... Iya, kau benar, Rania.


Rania : salam untuk ayah ya bu, maaf Rania belum bisa main.


Ibunya : tidak apa-apa, Rania, yang penting kau dan suamimu beserta calon cucu ibu baik-baik saja.


Rania : Iya, Bu... Jaga kesehatan ya bu...!


Ibunya : Iya, kau juga... Makanlah secara teratur dan istirahat cukup, biar kau dan bayinya sehat.


Rania : Iya bu.


Rania mengakhiri sambungannya lalu menyandarkan punggungnya di punggung kasur.


Beberapa saat setelah ia mengakhiri panggilannya bersama ibunya. Tiba-tiba ponselnya berdering.


Siapa yang menghubungiku sepagi ini? Batin Ronald heran.


Rania meraih ponselnya dan dilihatnya sebuah kontak dengan nama Melly.


Oh... Melly rupanya. Tumben... Ada apa dia menghubungiku? Batinnya bingung.


Dengan segera, Rania pun menggeser tombol berwarna hijau di ponselnya lalu meletakkan ponselnya tepat di telinga kanannya.


Rania : Ya... Ada apa Mel?

__ADS_1


Melly : Ini bu... Ada seorang wanita yang menanyakan ibu lagi.


Sesaat Rania bingung.


Siapa? Batinnya mencoba mengingat.


Rania : apa dia adalah orang yang sama seperti yang kau ceritakan beberapa bulan lalu?


Melly : sepertinya iya bu. Tapi aku tidak begitu yakin, karena itu sudah terlalu lama.


Rania : tolong tanyakan siapa namanya?


Melly : Baik, Bu... Tunggu sebentar.


"Maaf, Nona... Boleh tahu siapa nama Nona?" tanya Melly dengan sopan.


Wanita yang sedang asik melihat-lihat gaun itupun menjawab. "Katakan saja, Merry." jawabnya sambil tersenyum lebar.


Setelah menanyakan namanya, Melly kembali melanjutkan panggilan dengan Rania di telepon.


Melly : maaf, Bu... Wanita itu bilang, namanya Merry.


Mendengar nama Merry, untuk sejenak Rania diam dan mencoba mengingat nama itu. Terdengar familiar namun ia lupa, karena seingatnya, ia tidak pernah memiliki teman sekolah maupun saat kuliah yang bernama Merry. Di luar itu, ia lupa jika dirinya memiliki teman bernama Merry.


Melly : apa ibu mengenalnya?


Rania : sebentar, Mel... Aku sedang berusaha mengingatnya.


Ah... Aku ingat, apa mungkin dia adalah wanita pernah bertemu di Singapura? Batinnya mulai mengingat.


Ya, Merry adalah wanita yang pernah ia temui saat ia sedang berada di Singapura bersama suaminya. Rania dan Merry bertemu secara tidak sengaja di street food. Rania yang saat itu sedang tersesat di negeri orang kebingungan dan akhirnya bertemu dengan Merry lalu mentraktir dirinya makan makanan khas Singapura. Sampai akhirnya bertemu dengan Rey, mantan kekasihnya.


Itu adalah pertemuan terakhir Rania dengan Rey, mantan kekasihnya. Setelah itu keduanya tidak pernah bertemu lagi sampai saat ini, saat perutnya sudah membesar dan akan melahirkan seorang anak dari hasil pernikahannya dengan Zein. Laki-laki yang saat ini sangat dicintainya.


Meski sudah lama, namun Rania masih ingat bagaimana pertemuannya dengan Merry. Cukup mengesankan baginya, meskipun ada kehadiran Rey di sana.


Saat Rania sudah mengingat Merry dan ada ingatannya juga tentang Rey yang kebetulan berada di sana dalam pertemuannya dengan Merry. Rania langsung bergidik dan tersadar dari ingatannya.


Rania : apa wanita itu masih di sana?


Melly : iya, bu... Bahkan ingin menunggu ibu datang. Dia bilang ingin bertemu dengan ibu.


Mendengar jawaban Melly, Rania sempat bingung. Di satu sisi ia ingin datang ke butik dan bertemu dengan Merry. Namun di sisi lain, ia juga takut tidak mendapatkan izin dari suaminya maupun orang rumah jika dirinya nekat untuk pergi ke butik menemui Merry.


Ah... Tidak apa-apa lah, lagi pula hanya sebentar. Setelah itu aku akan segera kembali ke rumah, prediksi kelahiranku juga masih lama. Batin Rania.


Rania : Mel, bilang padanya untuk menungguku, aku akan segera ke sana...!


Melly : Baik, Bu.


Rania menutup panggilannya.


Bersambung \=\=\=>


Yang mau berlalu-halu dengan wajah para pemain NYT, bisa liat di IG yah. Jangan lupa Like IG author juga yah. ( @senja3295 ).


Untuk yang sudah setia membaca cerita NYT, aku ucapkan terimakasih, untuk yang sudah like juga Terimakasih, yang udh sempetin buat komen juga Terimakasih, apa lagi yang udah rela kasih vote, terimakasih banyak pokoknya.


Dan buat yang kasih like tapi gak sempet komen, please tunjukkan bahwa kalian bener-bener baca dan like ceritaku dengan tinggalkan komen kalian, cukup komen NEXT aja, aku udah seneng banget kok. 😊


Jangan lupa dukung author yah. LIKE➡️KOMEN➡️FAVORIT➡️BINTANG LIMA➡️VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA. 🤗


Terimakasih. 🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2