
Kini keduanya sudah berada di dalam mobil, hanya berdua dan dengan perasaan berbeda kali ini. Perasaan tenang bercampur gugup antara keduanya, tenang karena kegelisahan hati mereka kini terjawab, gugup karena bingung dan jadi salah tingkah sendiri..
Langit malam yang bertabur bintang kala itu, menjadi saksi cinta mereka. Ya, prinsip Ronald memang benar. Cinta sejati akan menemukan jalannya sendiri, meskipun Ronald tidak tahu pasti setelah ini hubungan mereka akan seperti apa? Dan akankah berakhir bahagia? Yang jelas, saat ini Ronald hanya ingin menjalani hubungannya dengan Tania seperti air mengalir, sama halnya dengan prinsip sebelumnya. Yang menyerahkan perasaannya pada waktu, tak jauh berbeda dengan sekarang, Ronald menyerahkan hubungannya pada waktu.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Tania, Ronald berhenti tepat di depan gerbang.
Saat Tania hendak keluar dari dalam mobil, tiba-tiba Ronald menarik tangannya seraya berkata.
"Berikan ponselmu padaku...!!" dengan wajah datar sambil menjulurkan telapak tangannya.
Untuk apa? Batin Tania bingung.
Namun tak ingin banyak bertanya, Tania pun menyerahkan ponselnya pada Ronald.
"Nih..."
Ronald meraihnya dan setelah beberapa saat memainkan jarinya di layar ponsel Tania, Ronald pun menyerahkan kembali ponsel milik Tania.
Tanpa bicara apapun, Ronald memberikan ponsel Tania.
Setelah meminjam ponselnya dan tak mengatakan apapun, tentu saja membuat Tania bingung, apa yang di lakukannya pada ponselnya? Pikir Tania.
Dengan wajah yang masih kebingungan, Tania meraih ponselnya dan memasukkan ke dalam tasnya.
Saat Tania menarik pegangan pintu mobil dan keluar dari dalam mobil.
"Bisakah rahasiakan tentang hubungan kita?" ucap Ronald.
Sontak membuat Tania tercengang. Apa Ronald malu dengan statusnya bersamanya? Hingga ingin menyembunyikannya dari semua orang. Raut wajah bahagianya kini berubah dengan wajah kekecewaan.
Baru saja ia merasakan hati yang berbunga karena sebuah ungkapan yang ia tunggu sejak lama dari Ronald. Belum ada satu hari, ia sudah merasakan kekecewaan pada Ronald.
Dengan berat, Tania menganggukkan kepalanya, pertanda ia setuju dengan permintaan Ronald untuk menyembunyikan hubungan mereka.
"Tolong jangan salah paham...!" jelas Ronald.
Ada wajah penuh rasa bersalah terlihat di wajah Ronald saat itu.
Tania diam untuk sejenak dan mencoba mencerna ucapan Ronald barusan.
"Bukan karena aku malu dengan hubungan ini, hanya saja, keadaan kita cukup sulit untuk bisa di terima. Karena tidak semua orang setuju pada hubungan kita, jika waktunya sudah tepat, aku akan mengungkapkan semuanya." sekali lagi Ronald menjelaskan.
Kali ini penjelasan Ronald cukup masuk akal dan di terima oleh Tania. Tania sendiri paham dengan kondisi mereka, belum tentu orang tuanya setuju, atau bahkan kakaknya malah menentangnya. Belum lagi dengan Zein kakak iparnya, meski hubungan Ronald dan Zein sangat baik. Namun tidak menutup kemungkinan saat tahu Ronald menyukai Tania, ia akan setuju. Pikir Tania.
__ADS_1
Dengan segala keyakinan dan kepercayaannya pada Ronald, Tania menganggukkan kepalanya pertanda ia setuju, dan tak lupa sembari melempar senyum manisnya pada Ronald.
Setelah melihat Tania tersenyum, Ronald pun ikut tersenyum sambil mengelus rambut Tania seraya berkata. "Masuklah... Dan istirahatlah...!"
"He'em..." jawab Tania sembari tersenyum lalu keluar dari dalam mobil.
Kini ia sudah berdiri di depan gerbang dan menunggu Ronald pergi.
"Masuklah... Aku akan pergi setelah kau masuk." ucap Ronald.
Mendengar ucapan Ronald, Tania segera masuk ke dalam dan menutup kembali pintu gerbangnya.
Setelah benar-benar memastikan Tania masuk ke dalam. Ronald pun segera pergi kembali ke rumahnya.
Dengan wajah berbunga, Tania masuk ke dalam rumahnya. Saat itu di ruang tengah kebetulan sedang ada ayah dan ibunya yang sedang menyaksikan acara televisi.
"Tania... Kenapa pulang larut malam?" tanya ibunya dengan wajah heran.
Layaknya seorang yang sedang di landa cinta, Tania hanya berjalan sambil senyum-senyum sendiri tanpa memperhatikan sekitar, bahkan saat ibunya bertanya, ia tidak mendengarnya sama sekali.
"Tania..." panggil ibunya sekali lagi, kali ini suaranya lebih keras.
Ayahnya hanya memperhatikan keduanya.
"Eh... Ibu." jawab Tania terkejut.
"Oh... Biasa ada tugas kampus Bu." jelas Tania sambil tersenyum.
Sepertinya dia sedang bahagia. Ibunya membatin, melihat raut wajah bahagia di wajah Tania.
"Ya sudah... Istirahatlah...! Kau pasti lelah." ucap ibunya.
Tania mengangguk lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Hadeehh... Kau ini, seperti tidak pernah muda saja." celetuk ayahnya sambil mengganti chanel televisi.
Ibunya Tania semakin bingung mendengar ucapan suaminya dan hanya menggelengkan kepala dengan rasa bingungnya.
Setelah sudah membersihkan diri, Tania merebahkan dirinya di atas kasur yang empuk.
Aaaargh... Hari ini, benar-benar hari yang penuh sejarah dalam hidupku. Batin Tania.
Dalam satu waktu, Tania mengalami kejadian yang bertentangan hingga membawanya pada sebuah kepastian cinta.
__ADS_1
Perasaan yang selama ini kerap menyiksa batinnya karena berusaha menyembunyikannya rapat-rapat. Akhirnya terungkap dan kini ia sangat lega, seolah beban yang selama ini ia bawa hilang begitu saja, berganti dengan perasaan yang berbunga-bunga yang membuatnya selalu tersenyum.
Ah... Bodoh sekali, kenapa tidak meminta nomor ponselnya? Batinnya kesal saat menyadari hal yang terlupakan.
Sambil menyalahkan dirinya sendiri, Tania menggerutu.
Tidak lama ponselnya pun berbunyi, bunyi tanda pesan singkat yang masuk.
Tania membuka kunci layar ponselnya.
(My Hero)
Terlihat sebuah kontak dengan nama My Hero.
Siapa my hero? Batinnya menerka.
Seingat Tania, ia tidak pernah menyimpan nomor dengan nama My Hero. Bagaimana mungkin tiba-tiba muncul kontak dengan nama tersebut.
Karena penasaran, akhirnya Tania mencoba melihat isi pesan singkat dari nomor tersebut.
Apa kau sudah tidur? Jika belum, cepatlah tidur...! Besok, jika tidak sibuk, aku akan datang ke kampusmu, kita makan siang bersama...!
Begitulah isi pesan singkat dari Ronald. Ya, Ronald yang diam-diam menamai dirinya dengan sebutan My Hero di kontak ponsel milik Tania saat ia meminjam ponsel Tania.
Setelah membaca isi pesan singkat tersebut, Tania mencoba mengingat dan Tania akhirnya paham, Siapa orang yang menamai dirinya dengan nama My Hero? Pantas saja ia meminjam ponselnya sebelum pergi. Pikir Tania.
Cih... Dasar, kenapa dia begitu percaya diri dengan cara dengan menamai dirinya sebagai my hero? Tania membatin penuh gelak tawa.
(Ya)
Tania membalas pesan Ronald dengan singkat.
Begitu ponselnya berbunyi, Ronald langit langsung membaca balasan dari Tania.
Apa-apaan dia? Kenapa singkat sekali balasnya**? Batin Ronald jengkel.
Bersambung\=\=\=>
Yang mau berlalu-halu dengan wajah para pemain NYT, bisa liat di IG yah. Jangan lupa Like IG author juga yah. ( @senja3295 ).
Untuk yang sudah setia membaca cerita NYT, aku ucapkan terimakasih, untuk yang sudah like juga Terimakasih, yang udh sempetin buat komen juga Terimakasih, apa lagi yang udah rela kasih vote, terimakasih banyak pokoknya.
Dan buat yang kasih like tapi gak sempet komen, please tunjukkan bahwa kalian bener-bener baca dan like ceritaku dengan tinggalkan komen kalian, cukup komen NEXT aja, aku udah seneng banget kok. 😊
__ADS_1
Jangan lupa dukung author yah. LIKE➡️KOMEN➡️FAVORIT➡️BINTANG LIMA➡️VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA. 🤗
Terimakasih. 🙏🏻