Nama Yang Tertinggal

Nama Yang Tertinggal
Tiket nonton


__ADS_3

Dalam perjalanan ketiganya tampak diam untuk beberapa menit. Sampai pembicaraan itu di buka oleh David.


Dalam suasana hening, tiba-tiba David memanggil. "Tania..."


"Ya kak David." sahut Tania dengan cepat.


"Kau ingin aku mengantarmu ke mana?" tanya David sembari melirik ke arah Tania dengan senyum memikatnya.


"Tentu saja ke rumah, Memangnya mau ke mana lagi?" jawab Tania sembari melirik heran ke arah David.


"Oh... Ku pikir, kau ingin aku mengantarmu ke KUA." balas David tersenyum meledek.


"Hahaha... Apaan sih kakak, garing banget tahu gak." timpal Tania sembari tertawa lalu dengan spontan ia menepuk bahu David.


David pun berusaha menghindar dari tepukan Tania dengan menggeser sedikit bahunya ke samping dan di akhiri dengan senyum.


Sementara itu, Ronald tampak geram melihat David dan Tania yang sedang bercanda di depannya.


Tanpa bersuara dan hanya mengamati keduanya dari belakang sembari menyilangkan kedua tangannya di dada. Ronald sampai tidak berkedip mengamati keduanya.


"Oh ya... Nanti malam, apa kau ada acara?" tanya David pada Tania.


"Hem... Kenapa memangnya?" jawab Tania penasaran.


"Kebetulan aku punya dua tiket nonton, ya... Sayang banget kan kalo gak di pakai?" kata David sembari melirik ke arah Tania.


Sementara itu, Tania tampak bingung. Ia tidak tahu harus menjawab apa? Untuk beberapa detik ia diam dan tak menjawab pertanyaan drai David.


"Ku dengar... Ini film terbaru dan tiketnya agak susah di dapat." ucap David sembari menyodorkan dua lembar tiket film bergenre action romantis.


Tania pun meraih tiket tersebut, begitu ia melihat judul film tersebut. Wajahnya seketika berubah seolah terkejut.


"Wah... Ini kan...?" kata Tania dengan wajah terkejut.


David hanya tersenyum melihat raut wajah Tania yang tampak terkejut.


Melihat ekspresi Tania yang terkejut ketika melihat tiket tersebut, tentu saja membuat Ronald penasaran dan berusaha mengintip dari belakang.


Cih... Tiket seperti itu saja, aku bisa dapatkan lebih dari yang kau punya jika aku mau. Batin David berdecak melecehkan.


"Bagaimana...? Kau pasti tidak akan menolaknya, bukan?" tanya David meledek sembari mendekatkan wajahnya ke arah Tania.

__ADS_1


"Hem... Hem... Sebaiknya kau fokus mengendarai mobilmu..!! Jika tidak, nyawaku dan Tania dalam bahaya." Ronald memotong pembicaraan mereka.


Sialan... Memangnya dia pikir aku sedang menyupir untuknya? Batin David sedikit kesal mendengar ucapan Ronald barusan yang seolah menganggapnya sengaja supir pribadi.


"Bilang saja kau ingin ikut kan?" ledek David, "Tapi sayangnya aku hanya punya dua tiket." lanjutnya sembari menjulur lidah ke arah Ronald.


Mendengar ucapan David, Ronald hanya melempar senyum sinis seraya berkata. "Aku tidak suka membuang waktuku untuk hal yang percuma." dengan nada tegas.


"Ya tentu saja... Makanya kau tidak memiliki pacar hingga saat ini, bukan?" ledek David.


"Bukan urusanmu...!!" balas Ronald tegas.


Sementara itu, sembari mendengarkan pembicaraan antara David dan Ronald. Tania masih sibuk memikirkan apakah dirinya akan menerima ajakan David atau tidak?


Pasalnya, di satu sisi, itu adalah film yang ingin sekali ia tonton bersama kawan-kawannya. Namun karena tiketnya sulit untuk di dapat, ia menundanya sampai bisa mendapatkan tiket tersebut. Sementara saat ini ia memegang tiket tersebut dan sayang itu adalah tiket dari David, jika ia ingin menonton, jelas ia akan menontonnya bersama David. Padahal ia berharap, Ronald lah yang akan mengajaknya.


Melihat Tania tampak kebingungan, akhirnya berinisiatif.


"Ya sudah... Kau pegang saja tiketnya, nanti malam aku akan menjemputmu ke rumah..!" ucap David dengan percaya diri.


Mendengar ucapan dari David, membuat Tania jadi sulit untuk menolak. Akhirnya ia pun diam tanpa mengatakan setuju atau tidak.


Jangan pergi Tania...!! Jika kau ingin sekali menonton film itu? Aku bisa memberikannya untukmu. Batin Ronald berharap Tania tidak menerima ajakan David.


David bergegas keluar dari dalam mobil, membukakan pintu untuk Tania.


Namun sayangnya, Tania sudah lebih dulu turun dan membukanya sendiri.


Sementara itu, Ronald masih berada di dalam mobil, memperhatikan David dan Tania dari dalam mobil.


"Terimakasih kak, sudah mengantarku pulang. " ucap Tania sembari tersenyum.


"Ah... Tidak masalah, jika kau mau, aku bersedia mengantar dan menjemputmu ke manapun kau mau." balas David tersenyum.


Tania hanya tersenyum, lalu berjalan memasuki gerbang pintu rumahnya dan berdiri tepat di depan pintu tersebut untuk melihat David pergi dari rumahnya.


David yang sudah berada di dalam mobil, membuka jendela kaca pintu mobilnya seraya berkata. "Jangan lupa, nanti malam aku akan menjemputmu." ucap David seolah ingin memastikan bahwa dirinya akan datang nanti malam.


Mendengar ucapan David, Tania hanya tersenyum tanpa menjawab apapun.


Lalu David meninggalkan rumah itu dan kembali melanjutkan perjalanannya untuk mengantar Ronald pulang.

__ADS_1


"sebaiknya kau pindah ke depan." perintah David pada Ronald.


"Aku sudah terlanjur menikmati duduk di bangku belakang, fokus saja mengendarai mobilmu." balas Ronald dengan nada ketus.


Sialan... Dia pikir, aku ini supir pribadinya apa? Batin David kesal.


"Apa kau benar-benar akan mengajak Tania pergi?" tanya Ronald dengan nada santai.


"Menurutmu?" David balik bertanya.


Seolah ingin memancing reaksi Ronald.


"Jika kau benar-benar datang menjemputnya, itu hanya akan memperlakukan dirimu saja." ucap Ronald dengan wajah percaya diri.


Seolah ia tahu apa yang akan terjadi nanti malam jika David benar-benar menjemput Tania untuk pergi berkenan.


Mendengar ucapan Ronald yang menandakan seolah sedang cemburu dan gelisah. Dengan sengaja, David berusaha membuat Ronald semakin kesal.


"Hahaha... Jangan terlalu meremehkanku, Ron. Kau tidak tahu kan? Berapa banyak wanita yang sudah berhasil aku kencani? Tidak ada satupun dari mereka yang mampu menolak pesonaku." timpal David penuh percaya diri.


Cih... Sombong sekali dia. Batin Ronald kesal.


"Ya... Untuk itulah, kali ini kau harus mempersiapkan dirimu dari penolakannya." balas Ronald menjatuhkan semangat David.


"Kau pikir kata-katamu barusan bisa membuat nyaliku menciut untuk tidak datang menjemputnya?" timpal David sembari tersenyum getir, "Lihat saja nanti malam...!" balasnya lagi.


Brengsek... Sepertinya dia tidak akan menyerah dan benar-benar akan datang menjemput Tania nanti malam. Batin Ronald mulai cemas.


Begitu sampai di rumah Ronald, David menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah Ronald.


Saat itu waktu menunjukkan pukul empat sore hari.


Ronald pun segera keluar dari dalam mobil dan menutup pintu mobil tersebut dengan kasar.


Cih... Aku tahu kau pasti kesal, Ron. Sekarang kau tidak bisa menyembunyikan perasaanmu pada Tania dariku. Persaingan di mulai...! Batin David menerka.


"Sampai jumpa nanti malam...!!" ucap David dari dalam mobil dengan jendela kaca terbuka sembari melambaikan tangan pada Ronald disertai senyum meledek sebelum akhirnya pergi meninggalkan Ronald.


Bersambung\=\=\=>


Jangan lupa dukung author yah. LIKE➡️KOMEN➡️FAVORIT➡️BINTANG LIMA➡️VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA. 🤗

__ADS_1


Ingat... Ingat... VOTE➡️VOTE ➡️VOTE ➡️VOTE ➡️VOTE.


TERIMAKASIH. 🙏🏻


__ADS_2