Nama Yang Tertinggal

Nama Yang Tertinggal
Siapa wanita itu?


__ADS_3

"Zein, kenapa kau tidak membalasku?" ucap wanita di sebelahnya sembari memercikkan air laut ke wajah Zein dengan sangat gembira.


"Hahahaha... Apa kau puas?" balas Zein tertawa senang.


"Hahahaha... Tentu saja, aku senang ketika bisa menindasmu." kata Yina senang.


Siapa wanita itu? Aku baru melihatmu tertawa sebahagia itu, Zein. Mungkinkah...? Batin Rania penuh tanya dan masih tertegun melihat suaminya begitu bahagia bercanda dengan wanita yang dia sendiri tidak tahu siapa.


Selama menikah dengan Zein, Rania hampir tidak pernah melihat Zein berkomunikasi dengan wanita lain, apa lagi bisa terlihat sedekat itu, untuk pertama kalinya ia melihat suaminya begitu sangat tampan dan mempesona di bawah teriknya sinar pagi saat itu, apa lagi bisa tertawa selepas itu.


"Zein, ayo kita kembali ke resort! Aku sudah lelah bermain air denganmu." ucap wanita itu sembari menarik tangan Zein.


Ya, dia adalah Yina Carolin. Wanita berusia 28 tahun tapi masih sangat energik dengan bentuk tubuh yang semampai, memiliki paras yang cantik, berkulit putih bersih, matanya sipit, rambutnya panjang dan selalu tergerai dan yang paling menonjol dari seluruh anggota tubuhnya dan di gilai oleh para lelaki adalah bagian bibirnya yang tebal dan juga seksi. Apa lagi ketika ia tersenyum bahkan tertawa, membuatnya terlihat semakin seksi dan cantik.


Lelaki mana yang tidak tertarik padanya. Dengan kesempurnaan fisik yang dimilikinya, rasanya cukup mudah baginya untuk menggaet lelaki yang juga sempurna, apa lagi seperti Zein. Tidak hanya cantik, Yina juga bisa di bilang wanita muda dan sukses, karena hampir seluruh bisnis yang dijalankannya berjalan dengan baik. Salah satunya adalah Resort yang saat ini sedang menjadi tempat liburan bagi Rania dan Zein. Belum lagi beberapa salon ternama yang di milikinya di berbagai kota. Yang konsumennya hampir rata-rata dari kalangan artis dan para istri pejabat.


Namun di usianya yang terbilang sudah tidak muda lagi, ia bahkan belum memiliki kekasih, sebenarnya bukan hal yang sulit baginya untuk mendapatkan seorang kekasih. Deretan nama lelaki dengan berbagai macam prestasi dan kesuksesan yang mengejarnya, nyatanya tidak satupun dari mereka yang mampu menaklukan hati Yina.


Entah kenapa ia sangat sulit membuka hati untuk lelaki. Satu-satunya laki-laki yang menarik hatinya adalah Zein. Zein yang juga adalah sahabatnya sendiri. Zein bahkan tidak tahu perasaan Yina padanya, karena selama ini Zein hanya menganggap Yina tidak lebih dari seorang sahabat, bahkan bisa dibilang sebagai adik angkatnya.


Yina tahu, di hati Zein hanya ada satu nama wanita yang sudah sangat lama mengisi hatinya. Untuk itulah, ia lebih memilih menyembunyikan perasaannya pada Zein, Yina tidak ingin hubungannya dengan Zein menjadi hancur dan renggang hanya karena kejujurannya mengakui perasaannya pada Zein. Baginya, menyimpan perasaannya dalam-dalam jauh lebih baik, setidaknya untuk saat ini. Terlebih saat ini Zein sudah memiliki seorang istri. Meski hatinya hancur atas pernikahan Zein, namun ia sangat pandai menutupinya. Hingga membuat Zein tidak bisa menyadarinya.


Keduanya saling mengenal dan bersahabat dengan baik, ketika keduanya sama-sama kuliah di sebuah kampus ternama di london, tepatnya inggris.

__ADS_1



Yina Carolin & Zein Arka


"Oke, ayo kita pulang!! aku yakin istriku juga sudah menungguku di sana." balas Zein sembari berjalan.


Begitu Zein dan Yina berjalan dan membalik badannya, Rania langsung membalik badannya dan membelakangi mereka, lalu berjalan cepat menuju resort sambil menutup wajahnya dari samping.


Meski Rania menutupnya, Zein tetap tidak melihat dan menyadari dirinya di sana.


Wanita itu...


Siapa wanita itu?


Sepanjang jalan ia menggerutu penuh kesal, sesekali napasnya tersengal, karena berjalan terlalu cepat bercampur emosi.


Begitu sampai di kamar, ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan membenamkan tubuhnya di bawah selimut, menutupi hingga bagian dada.


Ceklek... Jeblak...


Terdengar gagang pintu yang ditarik dan di dorong.


Rania langsung menutup kedua matanya, berlagak tidur. Sudah pasti yang membuka pintu adalah Zein, siapa yang berani membuka pintu selain Zein? pikirnya.

__ADS_1


Zein berjalan mendekati Rania, berdiri di samping tempat tidur dan melirik wajah Rania yang masih tidur. Rupanya dia masih tidur. Batin Zein.


Kemudian Zein membuka bajunya yang setengah basah karena cipratan air laut yang di sebabkan oleh Yina ketika bermain air.


Kenapa dia melepas bajunya? Tidak mungkinkan...? Ini masih terlalu pagi...? Batin Rania, sambil sesekali membuka matanya.


*Bersambung.


Halo pembaca setia NYT 🤗


Terus dukung aku yah, dengan cara:


➡️klik suka (like)


➡️klik favorit


➡️tinggalkan komen (kritik dan saran)


➡️beri tanda bintang lima


➡️tolong beri aku vote sebanyak-banyaknya.


Please jangan pelit-pelit buat vote, karena dari vote kalian lah author merasa terdukung dan lebih semangat lagi buat up sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


Terimakasih. 🤗😊


__ADS_2