Nama Yang Tertinggal

Nama Yang Tertinggal
Menyelidiki


__ADS_3

Begitu Yina dan David sudah pergi, Zein kembali masuk ke dalam untuk melihat kondisi Rania.


Dilihatnya wajah istrinya yang sedang tidur pulas karena efek dari obat penenang yang di suntikan oleh dokter. Zein duduk di tepi kasur, tepat di samping istrinya, merebahkan dirinya bersama istrinya yang sedang tidur pulas di bawah selimut.


Di tatapnya wajah istrinya dalam-dalam, perlahan tangan Zein membelai rambut lembut Rania.


Jika kau tidak pergi, kejadian ini takkan menimpamu... Kenapa kau begitu keras kepala dan pergi sendirian seperti itu? Batin Zein terluka melihat Rania mengalami hal buruk seperti itu lagi.


Zein merogoh ponsel miliknya yang tersimpan di saku celananya. Tangannya menggeser layar ponsel lalu memanggil kontak dengan nama (Ronald).


Begitu panggilannya terhubung ke dalam panggilan Ronald, dengan segera Zein memerintahkan Ronald.


"Selamat siang Tuan?" jawab Ronald dari seberang telepon.


"Ronald, cepat datang ke sini sekarang juga untuk menyelidiki orang yang berusaha menyakiti istriku...!" perintah Zein.


Ada kejadian apa hingga tuan memintaku datang sekarang juga? Batin Ronald penasaran.


"Baik, tuan." Ronald mengiyakan perintah dari Zein.


"Selidiki juga, apa ini ada hubungannya dengan Rey atau bukan? Tapi, aku tidak yakin Rey sanggup berbuat keji seperti itu pada istriku. Yang jelas, siapapun orangnya, dia berhak menanggung akibatnya tanpa pengampunan dariku. Karena dia sudah menyakiti istriku.


"Baik, tuan... Aku akan segera ke sana sekarang juga." sahut Ronald dari seberang telepon.


"Oh ya... Satu lagi, bawa pengawal handal untuk menjaga istriku. Mulai sekarang, aku akan pergi dengan pengawal kemanapun aku dan istriku pergi." perintah Zein.


"Baik, tuan." Ronald setuju.


Kemudian Zein mengakhiri panggilannya.


Selama ini Zein memang terbiasa pergi ke manapun tanpa pengawal dan hanya dengan supir pribadinya. kemampuan bela dirinya di rasa cukup untuk melindungi dirinya sendiri, terlebih selama ini dirinya memang tidak pernah di serang oleh lawan bisnisnya maupun orang lain yang ingin berbuat jahat padanya, selama ini ia membangun bisnisnya dengan sangat baik dan mengedepankan nilai-nilai moral, hingga membuatnya tak pernah berselisih dengan lawan bisnisnya,pribadinya yang hangat dan bersahaja juga membawa dampak baik pada dirinya dan perusahaan-perusahaan yang di milikinya.


Namun, keadaan seolah berbeda ketika dirinya menikah dengan Rania, banyak hal-hal kriminal yang terjadi pada dirinya dan istrinya lantaran mantan kekasih istrinya yang bernama Rey masih menyimpan rasa pada istrinya. Dan kejadian kali ini, entah suatu kebetulan yang di lakukan oleh orang jahat yang memang ingin mengganggu istrinya saja atau sebaliknya, suatu kesengajaan karena ada orang yang tidak menyukai dirinya maupun istrinya dan mencoba menyakiti mereka hingga terjadi hal seperti itu.


kesalahanku adalah pergi ke sini tanpa membawa pengawal dan mempercayakan istriku tanpa pengawalan di sini. Mulai saat ini akan ada pengawal yang menemaniku kemanapun aku dan istriku pergi. Rania tidak bisa di percaya untuk tetap diam di tempat. Dia terlalu penasaran dengan hal luar dan selalu bertindak ceroboh. Batin Zein kesal.


Kemudian Zein menggeser lagi layar ponselnya untuk menghubungi Yina.

__ADS_1


Begitu Yina menjawab panggilannya.


"Iya, ada apa kau memanggilku , Zein?" tanya Yina dari seberang telepon.


"Kali ini aku ingin meminta bantuanmu." jawab Zein dengan nada tegas.


Meminta bantuanku? Batin Yina penasaran.


"Te... Tentu saja, Zein. Kau boleh meminta bantuan apa saja dariku. Aku akan membantumu. apa yang perlu aku bantu, Zein?" jawab Yina sembari tertawa kecil dan terdengar antusias menanggapi permintaan Zein.


"Tutup semua akses pintu keluar dan masuk sekarang juga...!! Jangan biarkan satu orang pun masuk dan keluar dari dalam Resort ini. Kecuali beberapa orang suruhanku yang akan datang beberapa waktu lagi." ucap Zein dengan nada penuh penekanan.


"Baik, Zein. Aku akan menutup pintu masuk Resort ini untuk sekarang juga." Yina setuju dengan perintah Zein.


Kemudian Yina pun pergi keluar untuk berbicara dengan manager Resort dan meminta mereka menutup akses keluar dan masuk Resort.


Sementara itu, Zein kembali menggeser layar ponselnya dan menghubungi David.


"Halo, ada apa, Zein?" tanya David dari seberang telepon.


"Kita bertemu sekarang juga di kafe yang tidak jauh dari kamarku...! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu." pinta Zein dari dalam telepon.


"Hahaha... Tentu saja, aku akan ke sana sekarang juga." Jawab David sembari tertawa menyetujui untuk datang.


Lalu Zein mengakhiri panggilannya.


Kemudian Zein memeluk tubuh Rania dan mengecup kening Rania sebelum pergi keluar untuk bertemu dengan David.


Zein bangkit dari tidurnya dan merapikan selimut di tubuh istrinya lalu bergegas pergi.


Zein membuka pintu dan keluar, lalu mengunci pintu kamar.


Di depan kamar sudah ada supir pribadinya yaitu Pak Surya yang sedang berjaga di depan kamar.


"Tuan, bagaimana keadaan Nyonya?" tanya Surya.


"Sudah membaik dan sekarang sedang istirahat." jawab Zein. "Oh ya... Pak Surya, tolong tetap berjaga di depan pintu kamar ini dan jangan kemana-mana selama aku pergi sampai Ronald dan pengawal datang. Mereka sedang dalam perjalan ke sini." sambungnya lagi.

__ADS_1


"Baik, tuan." sahut Pak Surya sembari mengangguk sopan.


"Ini kunci kamarnya, jangan biarkan Nyonya keluar sendirian...! Atau segera buka pintunya jika Nyonya butuh bantuan, lalu hubungi aku...! Aku hanya akan pergi sebentar." perintah Zein tegas sambil menyerahkan kunci kamarnya pada Surya.


"Baik, tuan." Surya mengangguk dan menerima kuncinya lalu menyimpan di saku kemejanya.


🌴Di kafe🌴


Zein duduk di kafe sambil menyilangkan kaki kanannya dan menumpuknya di atas kaki kirinya sambil menunggu David datang. Sambil sesekali ia meneguk es kopi yang ada di depan mejanya.


* Di tempat David *


Begitu David keluar dari dalam kamarnya dan mencoba menutup pintu kamarnya.


Bughhh...


"Maaf,tuan... Aku buru-buru." ucap laki-laki itu dengan tergesa sambil berlari.


Seorang laki-laki menabrakkan tubuhnya tepat ke tubuh David yang saat itu sedang berdiri membelakanginya dan mengunci kamarnya.


"Oke, Never mine..." sahut David dengan santai sambil menggerakkan kedua bahunya ke atas dan menarik sudut bibirnya ke bawah.


Eh... Tunggu... Laki-laki itu, sepertinya wajahnya tidak asing. Apa aku pernah melihatnya? Tapi di mana? David membatin dan mencoba mengingat wajah laki-laki yang barusan menabrak dirinya dengan tidak sengaja.


Beberapa detik kemudian


Astaga... Orang itu, bukankah dia adalah orang yang aku pukul tadi pagi, yang mencoba mengganggu istrinya Zein? David mulai mengingat laki-laki yang barusan menabraknya.


Dengan segera David mengejar laki-laki itu, setelah berlari beberapa detik untuk mengejarnya. Brengsek... Kemana perginya laki-laki itu? Batin David dengan napas yang tersengal karena berlari mengejarnya.


Namun sayangnya David kehilangan jejaknya. Laki-laki itu terlalu cepat dalam berlari di tambah ingatan David yang telat menyadari dan mengenali wajah laki-laki itu hingga ia harus kehilangan jejaknya lagi.


*Bersambung.


Jangan lupa dukung author.


➡️LIKE ➡️KOMEN ➡️KLIK FAVORIT ➡️FOLLOW AUTHOR ➡️KASIH RATE BINTANG LIMA ➡️

__ADS_1


VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA.


TERIMAKASIH sudah setia membaca novel NYT.🤗


__ADS_2