OBSESI SEPUPU

OBSESI SEPUPU
Bab 110 Cinta Yang Dalam


__ADS_3

Kali ini Sari lah yang terhenyak, ia sama sekali tak menyangka Agung akan menanggapinya seperti itu. Dan untuk sesaat suasana menjadi hening dan canggung karena keduanya saling diam membisu.


Namun suasana seperti itu hanya sesaat saja setelah tangis Sari kembali pecah dan bahkan lebih memilukan dari sebelumnya.


"Maaf Yank, apakah aku mengatakan hal yang salah?" Tanya Agung begitu lirih lalu mendekap tubuh Sari yang terasa sangat rapuh itu.


Sari semakin tergugu dalam tangisnya, meskipun kemudian ia membalas pelukan Agung bahkan dengan lebih erat.


"Kamu tak salah mas, akulah yang salah." Ujar Sari sambil terisak isak.


"Maksudnya kamu beneran sedang dekat dengan Aceng begitukah ?" Ujar Agung sambil melepaskan pelukannya.


"Bukan...bukan itu maksudku, kurasa aku ingin mati saja mas...!" Kata Sari sangat lirih dalam isak tangisnya.


"Sayank...aku bingung sebenarnya apa yang kita masalahkan ini, kenapa kau selalu berkata lebih baik mati lebih baik mati terus jika ada masalah sebenarnya jujurlah kalo kamu suka Aceng silahkan aku akan mengalah tapi dengan demikian aku juga akan mengakhiri semuanya yang ada di sini termasuk segala usaha yang baru kita rintis ini." Ujar Agung yang sepertinya makin tidak mengerti dengan jalan pikiran Sari.


"Aku berani sumpah mas atas nama Tuhan pencipta alam semesta ini bahwa apa yang kamu tuduhkan itu tidak benar, aku sama sekali tak memiliki perasaan apapun pada Aceng dan pria manapun juga selain kamu, aku hanya mencintaimu seorang saja mas kenapa kau begitu kejam menghukum aku atas sesuatu yang sama sekali tak kulakukan." Kata Sari namun derai air matanya juga semakin deras mengalir.


"Kalo begitu ya sudah lalu kenapa ingin evaluasi segala ? mungkin kalo istilahnya kamu ganti instrospeksi aku agak bisa menerima tapi kalo evaluasi itu tentu ada kesalahan fatal yang harus kita koreksi bukan, dan kau tau aku paling anti di khianati." Ujar Agung begitu tegas.


"Maafkan aku mas...maafkan aku...!" Ujar Sari dengan isak tangis yang semakin dalam dan memilukan.


"Baiklah tapi lain kali aku ingin sedikit menjaga jarak dengan lelaki yang manapun juga, maaf bukannya terlalu ingin mengungkung kamu tapi aku memang beneran nggak suka kalo wanita yang ku cintai dekat dekat dengan pria lain." Kata Agung mulai lunak, sementara tangannya menggenggam erat erat jari jemari tangan Sari.


"Iya mas, kedepannya aku janji tak akan duduk berdekatan dengan lelaki lain lagi." Kata Sari begitu lirih dan pasrah bagaimanapun juga cinta yang telah mengakar kuat dan dalam di hati sanubarinya membuatnya memilih menguatkan batinnya untuk berusaha mempertahankan apa yang telah jadi miliknya.

__ADS_1


"Nah baguslah kalau begitu jangan pernah bersedih lagi, karena aku merasakan hatiku perih seperti teriris jika kau bersedih dan menangis Sayank. Aku mohon maaf yah jika terlalu keras padamu, percayalah Sari aku hanya takut kehilanganmu." Ujar Agung sambil tersenyum manis lalu memeluk erat erat Sari seakan takut akan di tinggalkan.


"Lantas bagaimana dengan Imas dan wanita wanita lainnya itu ?" Ujar Sari mulai tenang.


"Maksudnya gimana sih, lagipula wanita wanita yang lain itu siapa? jangan sotoy ah." Ujar Agung sambil memencet hidung Sari yang begitu mbangir sambil mengecup keningnya.


"Seperti aku bilang tadi di awal mas, Imas sudah berkata terang terangan mencintaimu apa tanggapan kamu soal itu, lalu Tyas yang tiba tiba datang sok kenal dan sok dekat aku yakin tanpa sebab yang jelas bukankah nggak mungkin seorang perempuan bisa seperti kegatelan begitu kan." Ujar Sari agak terdengar ketus.


"Ya yang penting kan di akunya Yank, aku sudah memilihmu dan takkan berubah selama kau tetap setia padaku, lagipula bukankah wajar setiap orang punya rasa cinta tapi masalah itu berbalas manis atau tidak itu urusan yang berbeda." Kata Agung diplomatis dan terdengar bijak.


"Kalau gitu berjanjilah mas, kau juga takkan mengkhianati cintaku." Kata Sari.


"Baiklah aku akan berusaha untuk seperti yang kau inginkan yang jelas cintaku padamu adalah seratus persen dan takkan bisa di ganggu apapun." Kata Agung sambil membelai pipi Sari lalu menyentuh dagunya dan sedikit mendongakkan wajahnya ke atas untuk kemudian mencium bibirnya yang ranum segar kemerahan itu.


"Tinggal dua minggu lagi paling lama Sayank, sabar yah..." Kata Agung dengan wajah memerah karena menahan hasrat yang begitu kuat.


Sementara wajah putih sembab Sari yang sudah memerah makin memerah dengan napas yang berat karena nafsu yang sudah di ubun ubun itu terpaksa dia redam untuk kesekian kalinya.


Tiba tiba saja terdengar suara riuh ramai di luar rumahnya dan di ikuti gemuruh suara kendaraan bermotor yang kemudian berhenti di depan rumah mereka.


"Ini baru jam tujuh kenapa sudah tutup toko." Gumam Agung lalu bergegas beranjak dari peraduan lalu keluar kamar.


Di teras rumah di lihatnya Trimo yang diapit Roni dan Dion tengah berdiri di pelataran sementara Mumun dan Yeyen sudah berada di depan pintu sementara gadis gadis yang lain masih nongkrong di atas motor masing masing.


"Kalian kok sudah pada pulang memang toko sudah tutup ?" Tanya Agung setelah tiba tiba saja membuka pintu rumahnya dan mengagetkan Mumun yang hampir mengetuk pintu.

__ADS_1


Seketika mereka semua langsung merapat mendekati Agung laksana anak ayam yang menghampiri induknya.


"Tadi Dewi menyuruh kami tutup habis maghrib boss, soalnya takut boss dan mbak boss kenapa napa soalnya nggak kembali ke toko." Jawab Mumun yang bernama asli Siti Maemunah itu.


"Oh baiklah, lalu kalian sudah pada makan belum?" Tanya Agung lagi.


"Sudah boss !!!" Jawab mereka serempak.


"Lalu Teteh boss gimana boss damang kan?" Tanya Rasti.


"Damang kok dia baik baik saja, sekarang lagi mandi." Ujar Agung bohong.


"Oh syukurlah kalo gitu boss, tadi kita semua khawatir kalo bu boss kenapa napa, soalnya kata Roni tadi boss buru buru pergi dengan gusar sesaat kembali ke toko." Kata Mumun.


"Hehehe iya makasih ya atas perhatian kalian, kalo begitu lekas pulang dan istirahat karena besok pagi kalian harus kesini agak pagi untuk mempersiapkan semuanya." Ujar Agung.


"Baik boss, kalo gitu kami pamit sekarang yah boss !" Ujar Yeyen.


"Silahkan hati hati di jalan, jika ada apa apa..." Ujar Agung yang tak menyelesaikan ucapannya karena di potong oleh cewek cewek centil itu.


"Hubungi empat tangan besi..." Ujar mereka serempak.


Trimo hanya tersenyum getir lalu pamit duluan bersama Roni dan Dion, sementara cewek cewek itu bergegas pulang.


Tak lama setelah itu dari arah yang lain Imas muncul dengan mengendarai motor maticnya membonceng Dewi dan Suci yang membonceng Izah serta dari arah yang lain lagi Aceng berjalan bersama Suranto, menghampiri Agung yang masih berdiri termangu mangu di teras rumah.

__ADS_1


__ADS_2