
"Begitu banyak? apakah kita butuh sebanyak itu mas? bagaimana kita nanti membayarnya? itu bukan jumlah yang sedikit." Ujar Sarti sambil membalikkan tubuhnya menghadap lelaki berbadan kekar yang merupakan anak sulung sekaligus kepala dalam rumah tangganya.
"Tadinya aku juga hanya minta pinjaman 15 juta saja tapi malah di beri 25, kupikir Agung tak bermasalah dengan duit sekarang. Masalah bayar biar aku pikirkan nanti yang penting kamu harus segera sembuh Mak, aku tak ingin kau menderita dan kesakitan setiap kali karena penyakitmu." Ujar Irfan sambil membelai wajah dan kepala Mamaknya itu.
"Malam ini mungkin terakhir aku melayani kamu mas, sebelum kamu harus sabar untuk libur panjang setelah aku operasi nanti." Bisik Sarti sambil tersenyum.
Irfan mengangguk lalu tersenyum dan kemudian merangkul wanita yang melahirkan dirinya 26 tahun yang lalu saat wanita itu baru berumur 19 tahun kurang satu bulan. Mereka berangkulan mesra menuju kamar Irfan.
Sementara itu Agung baru saja hendak memejamkan matanya setelah mengakhiri percakapan via video call dengan Sari, ketika ternyata Agung masih harus menerima panggilan telepon seluler dari Imas yang merajuk karena rasa kangen yang begitu besar pada Agung meski baru sehari saja tak ketemu.
"Ak kita vicol sebentar yah kangen banget tau..." Ujar Imas merajuk.
"Baiklah sebentar saja Sayank, aku ngantuk banget." Ujar Agung sambil menguap.
Hanya beberapa saat saja setelah panggilan suara itu di matikan kini mereka telah beralih dalam mode panggilan video cemerlang yang langsung menampakkan kondisi masing masing. Agung telah menutupi sebagian besar badannya dengan selimut karena saat ini ia memang tengah bugil total seperti kebiasaannya ketika hendak tidur.
Sementara itu Imas justru sebaliknya, ia sama sekali cuek dengan penampilannya yang sangat terbuka karena hanya mengenakan gaun tidur tipis model terbaru yang ia beli sendiri tadi sore dari toko tempatnya bekerja selain itu tak ada lagi yang mengcover tubuh indah sempurnanya itu.
"Lihat Ak, barang daganganmu aku pakai." Ujar Imas sambil berdiri di atas ranjangnya sambil berputar kiri kanan untuk menunjukkan betapa sempurnanya dirinya.
Agung hanya diam terpana melihat kecantikan itu.
"Tapi aku beli loh ini." Ujar Imas lagi sambil tersenyum manis sekali.
__ADS_1
"Iya Sayank, kenapa harus beli kamu boleh kok mengambil apapun yang kau mau di toko dengan cuma cuma." Ujar Agung sambil tersenyum, matanya yang tadi sempat kantuk kini langsung terang kembali.
Apalagi setelah junior berukuran jumbo miliknya juga langsung merespon penampakan indah itu dengan bangun dan bergeliat.
"Ya nggak boleh gitu donk Ak, nanti toko kita hanya akan jadi agen dinas sosial kalo seperti itu, bukankah aturannya buat karyawan yang juga menginginkan barang yang ada di toko tetap harus beli." Kata Imas.
"Iya seh hehehe, kamu sekarang bikin aku nggak bisa tidur." Ujar Agung sambil menyorot sebuah gembungan di bawah perutnya yang membuat selimutnya seperti sebuah bukit.
"Pengen ini yah kesayanganku itu?" Ujar Imas sambil menyibak sedikit saja bawahan gaun tidur transparan yang langsung menampakkan sesuatu yang rimbun miliknya lalu membelai dan mengusap usapnya.
Agung semakin bengong terpana melihat Imas bergaya seperti itu.
"Ak...itu selimutnya di buka donk ! jahat banget seh masa aku sendiri yang ngasih penampakan."Ujar Imas meradang, membuat dia semakin tampak cantik.
Tak berpikir panjang Agung langsung menyibak selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya yang langsung memperlihatkan sesuatu seperti tugu yang berdiri kokoh kencang besar dan panjang dengan urat urat besar yang semakin membuatnya terlihat gahar.
"Nah bagaimana caramu membuatnya tidur lagi Sayank...?" Ujar Agung sambil tersenyum nakal.
Raut wajah Imas kini benar benar menampakkan sebuah hasrat dan gairah yang begitu tinggi, tanpa sadar wanita jelita itu mengusap bagian ************ miliknya dengan tambah dalam secara intens, membuatnya tanpa sadar mendesah dan melenguh.
Imas terus melakukan itu sambil berbaring sampai tak sadar bahwa Agung telah mengakhiri panggilan video itu.
Agung sendiri yang sudah lelah secara menyeluruh baik lahir maupun batinnya langsung terlelap bahkan beberapa kali bunyi dering hp yang terdengar tak ia hiraukan lagi.
__ADS_1
Meski sedikit kesal karena koneksinya di putus secara sepihak oleh Agung namun Imas akhirnya berhasil menemukan kepuasannya sendiri dan kemudian bisa tidur nyenyak setelahnya.
Sementara itu Sari yang sudah terbiasa tidur di dekapan Agung, kini sama sekali tak bisa memejamkan matanya dengan nyenyak, seolah masih ada hal yang membebani pikirannya.
Akhirnya hp nya lah yang jadi pelampiasannya untuk membuka beberapa sosmed kemudian stalking teman temannya terutama para karyawan di tokonya sampai kemudian ia merasa bosan dan lelah sendiri lalu tepar.
Agung sendiri dalam lelap tidurnya bermimpi Tyas hadir kepadanya di tempat asing yang sama sekali tak diketahuinya, Dia hadir dengan wajahnya yang bersinar dengan bau harum wangi semerbak tersenyum manis sangat menawan.
Melihat wanita itu seakan begitu fit dan sehat, Agung begitu bahagia namun Tyas sama sekali tak menyapanya meskipun senyumnya tak berhenti menghiasi bibir indahnya itu.
Agung berusaha mendekati Tyas, namun wanita itu justru mundur menghindarinya dan kemudian sama sekali tak pernah tergapai sampai pudar hilang meskipun Agung berusaha sangat keras untuk bisa menyentuh Tyas yang kini terlihat secantik bidadari itu.
"Tyas...!!!!.....Tyas..!!!!! Tunggu Sayank....!!!!" Teriak Agung dalam tidurnya.
Agung terbangun tepat pukul satu dini hari, napasnya terengah engah seolah habis berlari jarak jauh. Segera ia beranjak dari peraduannya lalu melangkah ke kamar kecil yang juga ada di kamarnya itu lalu bersuci dan bersujud sembahyang wajib yang sejujurnya ia hanya lakukan seingatnya saja.
Setelah itu berturut turut ibadah sunah yang kali ini ia khususkan untuk shalat gaib untuk Tyas yang di iringi doa doa khusus untuk almarhumah, barulah ia tutup dengan sembahyang sunah tiga rekaat sebagai penutup. Barulah kemudian ia kembali ke peraduannya untuk memejamkan matanya yang tiba tiba saja di serang rasa kantuk yang luar biasa.
Hanya beberapa saat saja ia kembali terlelap, dan Tyas kembali hadir menemuinya, kali ini bukan saja harum wangi semerbak dan wajahnya yang sangat cantik berseri dan bersinar bagai bidadari, namun pakaian yang dikenakannya kini juga lebih indah penuh hiasan warna warni bermotif bunga bunga yang sangat indah.
"Aak, trimakasih yah atas hadirmu dengan cinta yang terindah, hadiah yang Aak kirimkan telah di perkenankan dan aku terima." Ujar Tyas sambil tersenyum menawan.
Namun kini justru Agung lah yang merasa bibirnya kaku dan kelu sehingga tak mampu berucap apapun untuk membalas.
__ADS_1
"Aak, terimakasih juga karena telah menjagaku untuk tetap suci sehingga aku di berkati di sini, dan nanti aku harap Aak mau menemukan aku di sini yah." Ujar Tyas kembali dengan senyumnya yang sungguh cantik menawan.
Setelah itu sosoknya semakin pudar dan menghilang, barulah saat itu Agung mampu berteriak memanggil Tyas yang tak pernah kelihatan lagi.