OBSESI SEPUPU

OBSESI SEPUPU
Bab 120 Mencoba Perfect


__ADS_3

Setelah Aceng berhasil membawa dua orang bintara kepolisian itu meninggalkan tempat itu, Agung segera bergerak cepat.


"Pak Rt kami pamit dulu ke tempat Teh Nenih, tolong untuk anak anak ini bapak selesaikan langsung saja tapi kalo masih bandel tak mau berdamai, para polisi tadi masih di tempat Pak Suryadi." Ujar Agung.


"Baik Ak, mereka hanya anak anak bau kencur kerjaannya hanya merepotkan orang orang tua saja." Kata Pak Sanusi Ketua Rt 36.


Agung segera memberi kode pada Suranto dan Dion untuk membawa Maman, namun ternyata bukan hanya kedua orang itu saja yang mengikuti melainkan juga beberapa orang dewasa yang turut serta mengiringi mereka.


Sampai di rumah Nenih yang hanya berjarak beberapa rumah saja dari kediaman pengurus lingkungan Rt 36, tampak teras yang tadi di penuhi oleh pecahan kaca sudah di bersihkan.


Sari yang duduk bersama seluruh anak buahnya di teras rumah Nenih, langsung berlari kecil menyambut kedatangan kekasihnya itu.


"Bagaimana Mas?" Tanyanya lirih pada Agung.


"Teh Nenih mana Yank ?" Tanya Agung.


Lalu Sari melambaikan tangannya ke arah Nenih yang duduk di dekat Yeyen. Nenih yang merasa di panggil segera menghampiri.


"Teh Maman tadi sudah mengakui perbuatannya merusak jendela rumah Teteh, dan motifnya adalah karena cintanya di tolak Teteh. Jadi menurut Teteh gimana kira kira hukuman apa yang pantas untuk dia?" Tanya Agung.


Nenih terdiam sesaat namun sorot matanya tertuju pada Suranto seolah meminta pertimbangan dari kekasihnya itu.


"Sebaiknya kita harus menyelesaikan persoalan ini dengan cepat karena kita terburu waktu, dua jam lagi hiburan akan di mulai dan tamu undangan akan segera berdatangan kita akan sibuk." Ujar Agung lagi.

__ADS_1


"Baiklah Ak, soal kaca yang rusak aku hanya minta Maman menggantinya dengan kaca yang sama persis dengan kaca yang dia rusak. Selain itu biarlah dia segera pergi lagipula aku dan Maman tak akan pernah ada hubungan apapun karena terlalu jauh perbedaan kami lagipula aku sudah mempunyai calon suami yang aku cintai." Ujar Nenih sambil menatap Suranto.


"Nah Maman apa katamu ?" Tanya Agung pada Maman yang hanya bisa tertunduk lesu.


Harapannya akan bisa mendapatkan Nenih terasa di putus langsung oleh si empunya sendiri. Dan yang paling ia salahkan dalam hal ini adalah kedua orang tuanya sendiri yang sebelumnya tak pernah menyetujuinya jika ia berhubungan dengan Nenih.


"Seperti yang aku bilang tadi Ak, aku akan bertanggung jawab penuh, aku akan mengganti seluruh kerugian di rumah Nenih hari ini juga paling lambat nanti sore." Kata Maman lirih.


"Bagaimana kalo sekarang saja kau bilang pada Mang Jaya untuk mengganti kacanya, kau sebentar lagi akan ada keramaian yang barangkali seluruh keluarga Teh Nenih juga ingin menonton ke depan jadi kau paham kan yang aku maksudkan ?" Ujar Agung.


"Baiklah Ak, sekarang juga aku akan bilang sama Mang Jaya. Dan kepada Ak Agung aku mohon maaf atas sikapku yang kurang sopan tadi." Ujar Maman terdengar sangat tulus.


"Baiklah aku juga mohon maaf karena sudah ikut campur bagaimanapun juga aku memang harus ikut campur karena orang orang yang sudah kamu rusak rumahnya itu sedang bantu bantu di tempatku." Kata Agung.


"Baiklah Ak kalo gitu aku permisi sekarang." Ujar Maman pada Agung.


"Baik Ak, Nenih sekali lagi aku mohon maaf yah, aku doakan semoga kamu bahagia." Ujar Maman sebelum benar benar pergi menghampiri motornya yang di taruh di samping pasar.


Dalam pada itu urusan di kediaman Ketua Rt 36 juga sudah rampung setelah Haji Oyok sendiri berkenan menjemput dan menyelesaikan masalah anak anak muda itu dengan mengutamakan jalan damai dan kekeluargaan.


Asih ternyata tetap dengan keputusannya bahwa ia tak memilih diantara Alex maupun Ryan yang sama sama menginginkan cintanya.


Tepat pukul satu bakda dhuhur hiburan yang di sediakan untuk acara grand opening A&S COLLECTION akhirnya di mulai setelah hampir kursi tamu undangan telah penuh di duduki.

__ADS_1


Dibuka dengan beberapa pidato dari perwakilan aparat keamanan dari Polres lalu berturut turut kepala desa dan kepala kampung yang juga ikut menghaturkan ucapan terimakasih karena pengaruh kegiatan ekonomi yang semakin meningkat pasca berdirinya A&S COLLECTION di wilayah kecil itu.


Acara semakin semarak dengan bagi bagi giveaway yang ternyata cukup menarik minat kalangan tamu undangan yang kebanyakan datang dari jauh itu. Mereka begitu menikmati acaranya begitu juga para penduduk sekitar yang juga berdatangan untuk menikmati hiburan dan beberapa giveaway kecil kecilan namun justru sangat berkesan bagi mereka.


Sementara di tempat yang lain Doni yang sudah tak begitu banyak aktivitas setelah memasang kamera tadi pagi lebih memilih mengajak Yanah yang kini sedang mengandung anak darah dagingnya untuk berquality time di rumah akomodasi yang senyap karena hampir semua orang justru sedang menonton hiburan di depan.


Mereka memang telah sepakat untuk mulai mengurangi frekuensi untuk berhubungan intim setelah Yanah diketahui positif hamil pertama kalinya minggu lalu, namun entah kenapa kali ini Doni begitu bernafsu untuk menggauli wanita yang telah memiliki dua orang anak itu.


Sementara Tyas mulai merasakan kejenuhan yang amat sangat karena Agung sama sekali tak pernah lepas dari Sari yang terus saja menempelnya kemanapun Agung melangkah.


Pada akhirnya kemeriahan hari ini berakhir dengan lancar tanpa adanya kericuhan lagi di lanjutkan lagi dengan acara doa dan makan bersama dari beberapa tokoh masyarakat itu di teras rumah Aceng yang memang sedari awal selalu di gunakan untuk kegiatan semacam itu mengingat tempatnya yang cukup luas dan nyaman.


Imas yang waktunya banyak digunakan untuk melayani anggota keluarganya yang hampir semuanya hadir dalam peresmian itu sama sekali tak memiliki waktu untuk memperhatikan Agung.


Barulah ketika Sari pamit untuk mandi, Tyas mengajak Agung dengan pura pura untuk mengantarkan dirinya ke kampung orang tuanya di Babakan untuk berpamitan, saat itulah keduanya menyempatkan untuk transit di kebun rambutan milik Agung lalu melanjutkan romantisme yang tadi sempat terpotong.


"Ak, yakin nggak minta lebih ?" Tanya Tyas dalam bisikan saat ini mereka tengah bergumul di dalam mobil yang telah di setel dalam mode tempat tidur.


"Yakin Sayank, nanti kalo sudah saatnya aku takkan ragu untuk itu." Jawab Agung sambil terus mengecupi pipi dan bibir Tyas yang sungguh sangat mempesona.


"Takutnya kesempatan itu nggak pernah datang lagi Ak. Aak tau kan aku telah jatuh hati sama Aak, aku rela jika Aak ingin dan Aak pasti tau aku akan melayani Aak dengan segenap hatiku." Kata Tyas.


"Aku tau Sayank, tapi maaf kali ini itu memang belum waktunya untuk hal itu." Kata Agung.

__ADS_1


"Apakah ada kesempatan untuk kita merajut hari depan bersama Ak ?" Tanya Tyas.


"Entahlah Tyas soal itu pun aku belum yakin tapi yang aku bisa pastikan itu aku juga mencintaimu." Kata Agung berkharisma.


__ADS_2