
"Baiklah pak, bolehkah saya menaruh taruhan saya pada pilihan besar atau kecil saja ?" Tanyaku ramah.
"Tentu, silahkan kalo anda menebak benar maka taruhan anda akan di kalikan lima kelipatan, tapi jika menebak jumlah keseluruhan angka dadunya bisa dikalikan dua puluh kelipatan." Jawab bandar itu tak kalah ramah meski dengan senyum seringai tersungging di sudut bibirnya.
"Baik aku menaruh pada angka kecil." Ujarku sambil menaruh sepuluh koin pada kotak yang bertuliskan kecil.
"Baik saya buka yah !" Ujar bandar itu sambil membuka gelas stainless yang menutup dadu itu.
"Satu satu tiga...! Yes kecil..." Ujar Doni setengah berteriak kegirangan.
Bandar itu tersenyum bias lalu menyerahkan lima puluh koin dalam lima tumpukan padaku.
"Boss itu nilainya lima ratus juta kan?" Ujar Doni di dekatku sambil tersenyum semringah.
Rupanya kemenanganku yang pertama ini berhasil menarik minat beberapa orang untuk mendatangi meja dadu.
Bandar mulai mengocok kembali gelas dadunya dengan kali ini gerakannya lebih cepat dan terlihat lebih rumit.
"Brukkk..." Bandar meletakkan gelas dadunya dengan suara cukup keras menggebrak.
Aku kembali menaruh pada taruhan angka kecil, masih dengan jumlah taruhan yang sama sepuluh koin.
Kali tetap hanya aku saja yang memasang taruhan meski beberapa orang mulai berkasak kusuk mengenai peluang angka angka dadu yang akan keluar.
"Dua dua satu....kecil lagi bosss, yesss !!!!" Teriak Doni keras sambil meninjukan tangannya ke udara.
Bandar itu mulai terlihat gusar, namun ia tetap terlihat sukarela memberikan lima tumpuk koin hasil kemenanganku lagi.
Satu milyar dari dua putaran, membuatku di atas angin.
Bandar segera mengocok kembali gelas dadunya seolah tak ingin memberiku kesempatan untuk berpikir segera mengakhiri permainanku.
"Brukkkkk!!!" Bandar kembali meletakkan gelas dadunya lebih keras dari sebelumnya.
Ini agak rumit untuk aku memasang taruhan besar atau kecil karena nada tumbukan dadu yang kudengar tadi sangat serasi yang artinya kemungkinan tiga buah dadu itu akan keluar angka sama begitu besar.
"Ayo pasang !!!" Ujar Bandar sedikit menghardik ketika aku agak lambat untuk segera memasang taruhanku.
Aku memasang pada pilihan triple 15x artinya jika pilihan benar angka keluar pada ketiga dadu sama nilainya berarti taruhanku akan dikalikan lima belas kali lipat.
__ADS_1
Bandar menatap tajam kepadaku.
"Kau yakin dengan pasangan kamu ?" Tanya Bandar padaku.
"Tentu, kenapa apa nggak boleh ?" Ujarku santai.
"Boleh saja tapi apa kamu tak berpikir untuk menaikkan taruhan mu?" Ujar Bandar itu sambil tersenyum sinis seolah ingin memprovokasi aku.
Sementara kulihat dari arah lain ada seorang pria flamboyan yang diikuti oleh beberapa lelaki datang mendekati bandar.
"Baiklah kalo itu maumu aku akan pasang tiga tumpuk koin." Ujarku sambil menyodorkan dua tumpuk koin lagi pada taruhan triple.
Bandar itu lalu membuka gelas stainless penutup dadunya..
"Tiga tiga tiga...triplee....!!! Boss menang lagi..." Ujar Doni kegirangan bahkan ia tak berpikir aku akan menang lagi kali ini.
"Boss kau hebat banget..." Ujar Doni berbisik padaku namun aku tak bergeming.
Bandar itu tampak tertunduk lesu, seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Maaf pak koin persediaan tidak mencukupi bagaimana kalo uang kemenangan anda langsung kami transfer ke rekening anda." Ujar pria flamboyan yang baru datang tadi kepadaku
Dari nada bicaranya yang terdengar ramah aku paham jika ada emosi terselubung memenuhi rongga dadanya, itu terlihat dari tatapan mata tajamnya yang terlihat mengintimidasi bandar malang yang hari ini nasibnya kurang beruntung saat berhadapan denganku itu.
Dengan hanya sebuah kode dari pria itu, sekejap berikutnya telah datang seorang wanita muda membawa sebuah alat yang biasa di gunakan untuk transaksi elektronik.
"Taruhan anda tadi 300 juta ya pak, jadi kami akan mengirimkan empat setengah milyar ke rekening anda. Tolong nomor rekening anda di tulis disini." Ujar pria flamboyan itu tetap terdengar ramah dan dingin.
Aku pun segera menuliskan salah satu nomor rekening bank himbara ku pada sebuah kertas yang di sodorkan oleh pria itu.
Tak lama kemudian terdengar notif pesan aplikasi banking di hp ku.
"Ya pak sudah masuk terimakasih..!" Ujarku sambil tersenyum.
"Sama sama kalo gitu silahkan meneruskan senang senang anda di permainan kami yang lain, untuk meja dadu ini maaf kami akan skors dulu selama setidaknya satu jam." Ujar pria itu terdengar ramah di sertai senyum namun tatapan matanya jelas menunjukkan sesuatu yang berbeda.
"Baiklah pak trimakasih kurasa aku sudah cukup beruntung kali ini, biarlah aku menikmati fasilitas lain yang tersedia juga di gedung ini." Ujarku sambil mengulum senyum.
"Oh hehehe tentu...saya jamin anda akan puas dengan pelayanan yang ada di tempat ini." Ujar pria flamboyan itu sebelum kemudian sekali lagi berpamitan dan segera berlalu dari hadapanku.
__ADS_1
"Kau dengar kan tadi kita bisa di jamin puas dengan fasilitas yang lain." Ujarku pada Doni yang masih tertegun.
"Boss tadi apakah orang itu beneran mengirimkan empat setengah milyar?" Tanya Doni.
"Yupz, mari kita gunakan sebagian untuk menyegarkan badan aku ingin sedikit menikmati fasilitas spa di tempat ini, tapi terserah kamu jika kamu ingin bermain maka aku akan memberimu setengah dari koin koin ini." Ujarku pada Doni.
"Nggak boss aku nggak bisa judi, tapi ini sudah hampir jam tiga kita akan terlalu malam tiba di rumah kalo harus spa dulu." Kata Doni.
"Apakah kau sedang memikirkan Teh Yanah hehehe?" Tanyaku seolah meledeknya.
"Hehehe iya boss, tadi masalahnya aku telah janji untuk mengantarkan dia menjenguk ibunya yang sakit." Ujar Doni.
"Ibunya Teh Yanah bukankah ibunya Mih Onah juga?" Gumamku.
"Iya boss." Jawab Doni.
"Gini saja kamu telpon saja dia jika kamu hari ini belum pasti bisa mengantarnya karena masih ada urusan denganku di Jakarta, kamu bisa mengirim sedikit uang untuknya minta saja nomor rekening nya aku akan transfer sekarang juga atas namamu." Ujarku.
"Tapi boss ?" Kata Doni terdengar gamang.
"Kita sudah disini bukankah rugi jika tak menikmati fasilitas spa, mungkin lain kali kita tak akan seberuntung ini." Ujarku agak keras.
Aku yakin tempat ini di penuhi kamera dan perekam untuk mengamati apapun yang terjadi.
"Baiklah kalo itu mau boss tapi asal boss tau tarif spa di sini bisa mencapai puluhan juta loh sejam nya." Ujar Doni.
"Bodo amat kita punya duit milyaran kenapa mencemaskan puluhan juta." Kataku.
"Hehehe...iya iya benar boss" Kata Doni sambil terkekeh.
"Ayolah kita tukar dulu koin koin ini !" Ujarku sambil meraih koin koin itu di bantu Doni.
"Wow ini abang yang tadi itu kan menang banyak yah?" Ujar wanita muda penjaga stand koin.
"Yah lumayanlah mbak, oh iya nama mbak siapa?" Tanyaku ramah pada wanita muda berparas cantik yang sepintas mirip sama artis yang film di bintanginya tengah naik daun.
"Laura hihihi." Jawab wanita itu.
"Laura hihihi ?" Tanyaku lagi.
__ADS_1
"Laura saja ga pake hihihi tulis nomor rekening mu !" Ujarnya agak kesal.
"Oh siyap..." Ujarku sembari menulis nomor rekeningku yang lain dari sebelumnya meski masih sama sama rekening bank grup himbara.