OBSESI SEPUPU

OBSESI SEPUPU
Bab 83 Evaluasi


__ADS_3

Setelah pengunjung terakhir terlayani dengan baik dan sudah pergi dari toko, Roni dan Dion yang benar benar berpamitan tak ikut makan malam bersama kami, ku suruh untuk menutup gerbang sekalian meskipun masih menyisakan sedikit celah untuk keluar masuk kendaraan kecil.


Tak seperti hari kemarin dimana tiap orang harus bergiliran saat mengambil jatah makan baik siang maupun malam, kali ini Doni langsung membagikan bungkus makanan yang di kemas dengan menggunakan kotak mika berukuran satu porsi penyajian makanan untuk orang dewasa.


Entahlah Teh Yanah mungkin tak ingin repot membersihkan bekas peralatan makan atau mungkin ingin lebih mengefisienkan waktunya karena malas menunggu antrian, karena begitu Doni selesai membagikan makan malam buat kami, ia langsung pamit buat mengantar Teh Yanah untuk pulang ke rumahnya.


"Ak saya pamit pulang dulu yah." Ujar Teh Yanah berpamitan padaku, aku hanya mengangguk.


"Hati hati Teh..." Ujarku


"Siyap Ak, dah yah yuk semua saya duluan yah !" Kata Teh Yanah kepada para ladies.


"Yoi Teh hati hati yah, jangan terlalu sering entar Mas Doni nya jadi capek." Ujar mereka serempak di tambah terakhir celotehan dari Yeyen.


Lalu para ladies itu tertawa renyah apalagi ketika Teh Yanah tampak malu malu seolah kepergok tengah melakukan sesuatu.


Di dalam toko kini tinggal Dewi dan Sari saja, mereka berdua sedang menghitung dan mengemas uang pendapatan yang kami dapat hari ini, sementara Imas sendirian berada di ruang office untuk memperbarui data inventaris kami. Aceng yang biasanya menempel Imas kemana mana memilih mondar mandir seolah bertugas memeriksa sesuatu.


"Baiklah biar kalian tak terlalu lama menunggu, sepertinya kalian juga enggan mengambil makan malam di emperan begini kan, kita mulai meeting sekarang saja yah." Ujarku pada sembilan gadis tenaga penjualan tokoku yang telah terlihat cukup lelah itu.


"Nggak nungguin nyonya nyonya boss dulu boss ?" Ujar Rasti menanggapi.


"Nggak usah lah nanti mereka juga pasti tau kok hasil pembicaraan di sini." Jawabku.


Mereka kemudian mengangguk dan memperbaiki duduknya.


"Sebelumnya saya ingin bertanya kesan kesan kalian setelah beberapa hari menjalani kerja di sini, apakah terlalu berat apakah terlalu yang lain lain coba gimana pendapat kalian saya ingin dengar dulu." Kataku.


"Biasa saja seh Ak, menyenangkan malah." Jawab Mumun cepat yang langsung di amini oleh yang lain dengan mengangguk anggukkan kepala mereka.


"Baik trimakasih, selain itu kalian punya pendapat nggak barangkali saran setelah dua hari ujicoba ini?" Tanyaku.


Mereka diam sesaat sebelum Suciwati yang mantan geisha dan baru masuk kerja hari ini itu berkata.

__ADS_1


"Maaf Ak, mungkin kita perlu menambah satu lagi bagian kasir karena kasihan Dewi, kami tadi lihat ia sama sekali tak bisa istirahat sedikitpun." Ujar cewe cantik berambut semi pirang itu cukup tepat, karena memang hal itulah yang ingin Kubicarakan.


"Kasir... baiklah lalu ada lagi kira kira yang masih perlu kita benahi sebelum kita jeda untuk persiapan pesta pembukaan toko secara resmi beberapa hari lagi nanti?" Tanyaku.


Kulihat Suci dan Izah tampak tertegun, mereka memang belum tau rencana kami sebelumnya yang terpaksa belum bisa di laksanakan karena tenaga yang sudah terforsir untuk ujicoba buka toko yang hasilnya cukup luar biasa ini, bahkan jujur saja di luar yang aku perkirakan sebelumnya.


"Mungkin toilet Ak, biar kami bisa mandi dulu sebelum pulang ke rumah hihihi.." Kata Yeyen yang memang masuk akal.


"Okey kalian bisa lihat kesamping sebelah itu tuh di bawah jalan layang sudah kita buatkan tiga buah kamar kecil meskipun tak ada klosetnya tapi mungkin cukup membantu buat yang sering pipis." Ujarku.


"Wow amazing cepat sekali boss hihihi fast respon, boss emang jos !!!" Ujar Yeyen semringah.


"Ada lagi ?" Tanyaku kemudian.


Mereka semua tampak diam mungkin sedang berpikir.


"Kalo tak ada lagi baik saya langsung berikan inti dari meeting ini yah, pertama menanggapi bagian kasir yang kurang, baiklah kita akan menambah satu kasir lagi yang kemungkinan akan di pegang ibu boss alias Sari selain Dewi tentunya yang juga mandor kalian." Ujarku, mereka semua setuju dan tampak tak membantah soal yang satu ini.


"Namun bilamana kedua orang itu berhalangan maka harus ada di antara kalian semua yang bisa menggantikan paham yah !'' Ujarku.


"Lalu untuk lantai dua, salah seorang dari kalian terutama yang pintar membungkus kado siapa ?" Tanyaku.


"Saya bisa boss !" Dita lah yang menjawabnya.


"Baik mulai besok Dita tugas di bagian kado yah bersama Aliyah yang jaga stand lantai dua. Dan yang lain di lantai dasar membantu para pengunjung yang mungkin bingung mencari kebutuhan mereka, dan jika kalian bosan kerjaannya itu itu mulu kalian boleh rolling sendiri terserah kalian yang penting pengunjung tetap mendapat pelayanan dengan baik." Ujarku.


"Baik boss siyap laksanakan." Ujar mereka serempak.


"Baiklah kalo gitu saya rasa cukup segitu dulu mari kita akhiri meeting kali ini, jangan lupa untuk slalu jaga kesehatan dan kondisi kalian, dapatkan istirahat yang berkualitas di tengah jam kerja kita yang panjang ini sehingga tetap bisa kerja tanpa harus absen yang akan membuat kalian kehilangan premi hadir yang lumayan nilainya." Ujarku lagi


"Siyap boss !!!" Jawab mereka serempak.


"Nah bagi yang ingin makan makan malamnya disini silahkan bagi yang mau cuci cuci dulu silahkan tapi maaf masih pake toilet yang lama yah karena yang baru belum kering semen nya, dan kalo mau langsung pulang silahkan hati hati di jalan kalo ada apa apa hubungi saja empat tangan besi insyaallah mereka siyap membantu." Ujarku lagi mengakhiri meeting.

__ADS_1


"Siyap Boss...!!!" Jawab mereka.


Satu persatu mereka mulai menyalami ku dan berpamitan untuk langsung pulang saja, beberapa dari mereka berboncengan sementara sebagian yang lain bawa motor sendiri sendiri.


Tak lama kemudian Sari dan Dewi telah keluar dari dalam toko sementara Imas justru masih tampak terlihat sibuk di depan komputer ruang office.


Begitu Sari dan Dewi terlihat keluar, Riko langsung berlari dari basecamp mereka, sambil membawa gembok dan kemudian menutup pintu utama toko dan menggemboknya.


"Dapat berapa hari ini ?" Tanyaku pada Sari dan Dewi yang sudah menghampiriku.


"Coba tebak mas ?" Jawab Sari sambil tersenyum.


"700 lagi ?" Tanyaku.


"Salah. satu koma dua em." Jawab Dewi.


"Hahh...banyak amat... Hehehe..." Ujarku.


"Nanti dulu soalnya tadi juga banyak DP dari barang indent masuk dan jumlahnya cukup gede." kata Dewi.


"Sprei ?" Tanyaku.


"Sebagian besar iya, terus kain panjang batik unggul juga banyak di indent." Jawab Dewi.


"Memang stok kain panjang habis juga ?" Tanyaku.


"Yang dari batik unggul habis tapi yang sekar tanjung masih tapi juga sudah cukup tipis." Ujar Sari.


"Baiklah besok biar empat tangan besi balik dulu ke jawa." Ujarku.


"Imas belum keluar Gung ?" Tanya Dewi.


"Tuh orangnya !" Ujarku.

__ADS_1


Imas keluar dari office tepat saat dia di omongin.


"Ini boss daftar belanjaan selanjutnya, yang aku bikin tebal stoknya benar benar sudah habis." Ujar Imas sambil memberikan selembar kertas padaku.


__ADS_2