
"Wah kalian nggak beres semua, besok sudah libur masih korup waktu juga..." Ujar Agung santai namun sambil tersenyum.
Keenam orang itu terdiam dan saling pandang sejenak, sebelum dengan santainya Dewi yang membawa tas berisi gepokan duit mendekati Agung dan berkata.
"Bu boss mana ? Pulang nggak pamit pamit bikin semuanya pada kelabakan." Kata Dewi.
"Ada di dalam ya sudah ayo pada masuk dulu !" Ujar Agung lalu mendahului masuk ke dalam rumahnya, di ikuti para dedengkot karyawannya itu.
Sari yang baru saja masuk ke kamar kecil tiba tiba terbesit pikiran untuk sekalian mandi, ia tak mau kelihatan kusut dan sembab di depan karyawannya terutama Imas yang kini sudah ia anggap sebagai pesaing beratnya.
"Mbak Sari lagi mandi yah? Eh tadi ga ada masalah apa apa kan, soalnya tadi kamu kaya orang ngambek gitu." Kata Dewi lirih.
"Ga ada, emang masalah apa?" Hari ini dapat berapa?" Jawab Agung sembari mengganti topik pembicaraan.
"Oh, nih dapat sembilan ratus tujuh puluh enam totalnya tapi kutinggal di laci yang enam jutanya buat kembalian nanti." Ujar Dewi sambil menyerahkan tas berisi bergepok gepok duit nominal kertas itu kepada Agung.
"Ya sudah, kalo nggak capek tolong bikin minum dulu yah Dew...kita rapat sebentar, Suci dan Izah tolong bantu Dewi bikin minum dulu yah, yang lain silahkan duduk !" Kata Agung sambil berlalu ke kamarnya membawa tas berisi duit itu.
Aceng yang nampak gelisah duduk berjajar dengan Suranto sementara di sofa yang panjang Imas duduk sendirian dengan wajah cantiknya yang terlihat tegang.
"Imas... laporan inventarisnya sudah di buat kan?" Tanya Agung begitu keluar dari kamar, bersamaan dengan Sari yang sudah selesai mandi dan terdengar bercengkrama dengan Dewi di dapur.
"Oh sudah kok Ak, juga laporan pembukuan lengkapnya sampai hari ini tadi sudah aku kirim via wa ke bu boss." Jawab Imas sambil tersenyum kaku.
Di hari kelima uji coba pembukaan tokonya, Agung memang sudah bisa membuat rate omset hariannya yang rata rata selalu diatas 800 jutaan. Angka yang cukup terbilang besar mengingat modal berjalan yang di tanam hanya di kisaran 7 milyar saja, dengan pendapatan hari ini total income selama lima hari ini sudah mencapai 4,4 milyar yang artinya sudah lebih dari separuh modal berjalannya.
Sari tersenyum ramah ke semua orang sebelum kemudian mengambil duduk di sebelah Imas yang tiba tiba memeluknya.
"Aku mohon maaf yah mbak...aku benar benar khilaf." Bisik Imas sangat lirih di telinga Sari.
Sari hanya tersenyum dan mengangguk saja.
"Oh iya mbak, tadi semua laporan sudah aku kirim ke wa mbak...nanti tolong di cek yah, soalnya kayanya belum mbak baca." Ujar Imas lagi.
__ADS_1
"Iya maaf aku belum sempat buka hp, tadi entah kenapa kepalaku sangat pening." Ujar Sari dengan suara agak serak.
Dan setelah Dewi dan temannya selesai menghidangkan minuman dan makanan ringan ala kadarnya, Agung segera meminta mereka berkumpul.
"Seperti yang kita ketahui besok kita akan mengadakan grand opening yang siangnya jika sesuai rencana akan di lanjut hiburan, ini semua sudah tau yah...untuk door prize kira kira ada ide nggak besok kita akan kasih giveaway apa?" Ujar Agung sang big boss.
"Ya anggarannya berapa dulu ?" Sahut Aceng.
"Total semuanya yah mungkin 50 jutaan lah lebih dikit gapapa." Jawab Agung
"50 juta di potong hiburan 5 juta, konsumsi 8 juta yah termasuk beli domba Mang Ujang, lain lain 2 jutaan lah kira kira berarti give away nya sekitar 35 jutaan yah ?" Ujar Aceng.
"Gimana kalo beberapa peralatan elektronik saja." Ujar Dewi memberikan usulnya.
"Itu tadi kaos seragam yang di pesan sama Mumun di hitung belum ?" Ujar Agung.
"Oh iya belum, berapa seh kemaren pesannya ?" Ujar Aceng.
"Nah itu berarti dua jutaan lagi." Ujar Imas sambil mencuri pandang ke arah Agung meski hanya sekejap.
"Kalo gitu anggap saja untuk give away anggarannya 30 juta yah." Ujar Aceng.
"Terserah. ini aku kirim duitnya sekarang ke rekening kamu Ceng, aturlah semuanya !" Ujar Agung sambil mengutak-atik hp nya untuk mentransfer sejumlah dana ke rekening Aceng.
"Jadi kira kira apa ini give away nya ?" Tanya Aceng, setelah melihat notif di hp nya.
"Ya sudah bukankah tadi kata Dewi elektronik kan, bagi bagi saja nggak usah terlalu mewah, tv sama kulkas dan mesin cuci saja untuk pelanggan khusus dan yang reguler kasih saja peralatan elektronik yang biasa seharga seratus atau dua ratus ribuan." Ujar Agung.
"Iya deh tapi aku minta bantuan cewek yah untuk urusan ginian." Ujar Aceng.
"Memang siapa yang akan kau pilih untuk menemani kamu ?" Tanya Agung.
"Siapa saja lah yang mau..." Ujar Aceng sambil cengengesan.
__ADS_1
"Gini saja Ceng, untuk beli give away kamu ajak saja Roni sama Dion, cewek cewek di perlukan di dapur soalnya." Ujar Agung.
"Nah itu baru benar." Timpal Imas, sementara Aceng menjadi agak masam mukanya.
"Baiklah kalo titah boss begitu." Kata Aceng.
"Ini ibu boss kok ga ada suaranya seh dari tadi." Timpal Dewi.
"Maaf Dew, kepalaku hari ini agak pening pokoknya atur saja gimana baiknya." Jawab Sari ogah ogahan.
"Terus empat tangan besi apa kalo begitu tugasnya ?" Ujar Dewi sambil melirik Suranto yang hanya diam saja dari tadi.
Yang di tanya hanya senyum senyum seperti orang tak punya dosa.
"Mereka di perlukan untuk serabutan Dew." Kata Agung yang menjawabnya.
Dewi hanya tersenyum.
"Nah berarti agenda besok sudah jelas yah kalo gitu tolong di info sama yang lain, nah sekarang mumpung kalian disini sekalian aku akan bilang bahwa lusa, aku dan Sari akan pulkam dulu kira kira selama dua mingguan." Ujar Agung.
"Lama amat mau ngapain terus toko gimana?" Sahut Dewi.
"Toko masih jalan seperti biasa cuma nanti aku minta Teh Imas untuk bertanggungjawab penuh di office dan mengirimkan laporan pada Sari tiap harinya, nanti Sari yang akan mengatur inventaris yang dari jawa kalo dari Bandung silahkan koordinasi sama Aceng dan yang dari Tanah Abang nanti Teh Imas bisa ngomong ke Doni apa yang di butuhkan nanti biar dia yang belanja sama Mas Anto." Kata Agung.
"Trus duit pemasukan gimana aku nggak mau kalo di suruh nyimpen." Ujar Dewi terlihat sungguh sungguh.
"Nanti itu tugas Mas Anto sama Mas Trimo yang deposit ke bank nya, bisa kan mas?" Ujar Agung pada Suranto.
"Bisa donk, kecil itu." Jawab Anto.
"Baiklah, bagaimana juga toko harus tetap buka biar dapur tetap ngebul, wokeyyy?" Ujar Agung.
"Okeyyy !!!!" Jawab semuanya serempak.
__ADS_1