OBSESI SEPUPU

OBSESI SEPUPU
Bab 70 Mungkinkah Akan Ada Affair


__ADS_3

"Ini beneran buat bapak Ak...?" Ujar Imas seakan tak percaya aku memberikan baju batik premium cuma cuma.


"Kalo tak percaya tanya saja ibu boss itu, atau kau bisa pilihkan sendiri yang mana saja yang kira kira pantas buat Pak Haji." Ujarku sambil kemudian menatap Sari yang sedang sibuk memastikan kerapian etalase.


"Mbak Sari ini beneran kah, bapakku juga di kasih jatah." Ujar Imas kepada Sari dengan mata yang berbinar.


"Bener kok Teh, bahkan Pak RT serta Pak Amil juga di kasih juga kok." Ujar Sari sambil tersenyum.


"Yank nanti yang buat Pak RT dan Amil serahkan saja ke Aceng biar di kasihkan." Ujarku pada Sari, sebelum aku permisi untuk naik ke lantai dua dimana Aceng dan Dewi sedang mengatur etalase untuk produk alas kaki dan tas yang kebanyakan produk dalam negeri.


"Dew, sudah mau maghrib suruh teman teman istirahat dulu, pantry gimana makan malam sudah siap belum ?" Tanyaku sambil menghampiri mereka kakak beradik itu.


"Itu sebagian sudah mulai istirahat, aku sudah mengatur untuk giliran saja istirahatnya dan sekarang tahap uji coba." Ujar Dewi.


"Iya Dew, hari ini habis makan malam langsung off saja dulu, kasihan semalam habis begadang soalnya takut besok malah pada ngedrop." Ujarku.


"Baiklah gimana kata boss saja, omong omong gimana kalo besok kita mulai uji coba melayani penjualan boss." Kata Dewi.


"Kalo bisa di kondisikan kenapa nggak, memang nya harga harga sudah terprogram semua ?" Tanyaku.


"Ya cuma sepatu sandal dan tas ini yang belum di input soalnya data harganya juga baru di terima tadi kan." Jawab Dewi.


"Ya sudah nanti malam biar aku bikin sekalian kalo besok sudah mau berjualan, kira kira harga yang kita tawarkan kompetitif nggak ?" Tanyaku.


"Bukan kompetitif lagi, di bawah harga pasar malahan aku justru takut kita nanti ada untungnya apa nggak, soalnya terlalu murah kamu bikin harganya." Tukas Aceng mengutarakan pendapatnya.


"Jangan cemas bro, untungnya sudah ku kalkulasi pasti cukup kok untuk gaji kalian semua." Jawabku.


"Ya sudah yang jelas kita jangan sampai rugi saja." Kata Aceng lagi.


"Nggak, bro nggak ada sejarahnya orang dagang rugi." Kataku sambil tersenyum.


"Oh iya Dew, nanti kamu pilihkan baju batik danar yang couple untuk Mih dan Bapak yah yang premium. Dan kamu Ceng nanti tolong bawain baju yang mau di kasih ke Rt dan Amil yah, semua sudah di siapin sama Sari." Ujarku, sebelum aku pergi naik lagi ke lantai paling atas dimana ada pantry dan gudang yang tersekat oleh tembok pemisah.

__ADS_1


Namun aku mengurungkan niatku untuk naik ke lantai atas setelah mendengar sebuah kasak kusuk dan tawa cekikikan jelas sekali itu suara Doni dan Teh Yanah, entah apa yang terjadi di antara mereka tapi melihat keakraban mereka jelas cepat atau lambat akan menjadi sebuah affair yang mungkin akan memunculkan masalah lagi.


"Loh nggak jadi makan Gung ?" Tanya Dewi yang ternyata masih berada di lantai dua.


"Nggak ah biar yang lain dulu, kalo kamu mau makan silahkan duluan saja." Ujarku sambil bergegas menuju tangga untuk turun.


Di lantai dasar ternyata Imas dan yang lainnya masih betah mengatur etalase.


"Loh ibu boss kemana Teh ?" Tanyaku kepada Imas.


"Oh tadi pamit ke office Ak." Jawabnya.


Aku pun buru buru menyusul kekasihku itu yang ternyata sedang di depan komputer dan tampak sibuk.


"Yank nanti abis maghrib kita off dulu yah kasihan kayaknya pada kelelahan semuanya." Ujarku sambil menghempaskan tubuhku di sofa yang tersedia di ruang office ku itu.


"Terserah saja mas, tapi mumpung disini aku sekalian mau selesaikan daftar harga sepatu dan tas dulu biar sampai di rumah langsung bisa tidur." Jawab kekasihku itu tanpa menatapku karena jari tangannya sibuk ngetik.


Kulihat jam dinding ternyata sudah pukul setengah delapan, yang berarti aku ketiduran selama satu jam lebih tanpa terasa.


"Yah aku melewatkan maghrib an ku yank." Keluhku.


"Gapapa mas, namanya juga kelelahan kan nanti bisa di jamak saja mas." Ujar Sari sambil tersenyum manis padaku.


"Sudah pada pulang semua yank ?" Tanyaku lagi karena aku lihat toko sudah gelap di padamkan lampunya.


"Cewek cewek iya sudah pada pulang tadi ingin pamitan ke kamu tapi kamunya kan lagi enak tidur jadi pada nggak tega banguninnya. Jadi ya ku suruh langsung pulang saja." Ujar Sari.


"Kamu sudah selesai bikin daftar harganya ?" Tanyaku.


"Sudah baru saja, yuk mas kita pulang." Kata Sari sambil memasukkan sebuah flashdisk ke dalam tas nya kemudian menarik tanganku.


Sementara di bangunan pinggir kandang mobil yang tadinya oleh Aceng mau di bikin sebagai warung kopi namun oleh empat tangan besi di jadikan base camp mereka, aku hanya melihat tiga orang saja dari empat tangan besi dimana Doni nggak kelihatan dan mobil box juga cuma ada satu.

__ADS_1


Ketiga saudara seperguruan ku itu tampak asyik membolak balikan jaket dan celana kargo, hadiah pemberian ku yang mereka pilih sebelumnya.


"Kemana Doni ?" Tanyaku pada ketiga serangkai Doni itu.


"Biasa lagi sibuk nganterin milf nya boss..." Jawab Trimo yang mungkin maksudnya Doni sedang mengantar pulang Teh Yanah.


"Terus yang jaga disini nanti giliran siapa ?" Tanyaku.


"Aku sama Doni boss." Kata Suranto.


"Ya sudah aku pulang ke rumah yah, nanti klo butuh makanan ke rumah saja." Ujarku.


"Kita pulang dulu ya mas semuanya." Pamit Sari sambil tersenyum ramah.


"Iya ibu boss hati hati !" Jawab mereka bertiga serempak, Sari hanya tertawa kecil. Setelah itu kami melangkah pergi.


Sampai di rumah Sari langsung mandi dan setelah itu ke peraduannya yang sebentar saja segera membawanya terlelap dan pergi ke alam mimpi.


Aku sendiri setelah mandi justru nggak bisa tidur lagi meskipun berulang kali aku berusaha keras untuk memejamkan mata namun tetap saja aku sudah kehilangan rasa kantukku.


Akhirnya hp lah yang menjadi satu satunya teman untukku saat ini. Entah kenapa tiba tiba saja aku teringat akan Yesi dan Widya namun mereka tak akan bisa menghubungi aku lagi jika bukan aku yang hubungi mereka karena nomor ku yang mereka ketahui sudah aku ganti.


Ting... sebuah notif pesan wa masuk.


"Masih online Ak..." sebuah pesan dari nomor Imas.


"Lagi gabut nih nggak bisa tidur lagi aku Teh." reply dariku.


Ya sudah ku temenin dulu Ak, sebentar saja tapinya yah." Balas Imas.


"Boleh, Teh aku mau nanya boleh nggak ?" Reply dariku.


"Silahkan saja Ak, tapi bayar yah. emoticon ngakak." reply dari Imas.

__ADS_1


__ADS_2