
Kini kami sudah dalam perjalanan pulang dengan dua misi yang ingin ku capai lewat perjalanan ini sukses semuanya meski belum sepenuhnya.
Saat ini aku sedang membolak balik isi buku tipis berwarna hijau muda bertulis sertifikat hak milik itu. Beberapa saat lalu sertifikat ini di berikan oleh Mbak Retno dengan berlinang air mata dan Mas Harno yang memelototi aku sampai hampir keluar biji bola matanya.
Mbak Retno mungkin tak tahan melihat aku berdebat dengan suaminya dan menyeret Sari yang tak bersalah apapun dan tak ada sangkut pautnya dengan hal ini, hingga membuatku terpaksa memperlihatkan video bengkok Farhan ketika berbuat mesum dengan pasangan sesama jenisnya pada mereka, yang membuat mereka langsung shock.
Sertifikat ini masih tetap tertulis atas nama Sumarno yang berarti belum di balik namakan oleh Mas Harno, meski herannya kenapa di bawa bawa sampai ke Jakarta segala. Entahlah mungkin ia punya pertimbangan sendiri soal itu.
"Boss tadi bukannya mau bawain Dewi oleh oleh yah ?" Ujar Doni mengingatkan aku pesan Dewi tadi pagi sebelum kami berangkat ke Jakarta.
"Ya kita ke Jakarta nyari sandangan oleh olehnya juga sandangan juga donk, nanti masing masing kalian akan ku beri satu piece untuk kalian pakai terserah kalian mau pilih apa." Ujarku santai.
"Yes...!!! aku pilih celana kargo yang impor tadi boss kalo boleh hahaha." Ujar Suranto sangat senang.
"Boleh terserah saja." Jawabku tenang.
"Kalo aku boleh minta jaketnya saja kan boss ?" Sahut Doni.
"Boleh terserah kalian pokoknya semua empat tangan besi boleh memilih ingin apapun juga tapi cuma satu barang saja dulu yah untuk kali ini." Kataku.
"Bukankah kita lima tangan besi boss bukan empat lagi." Kata Suranto.
"Oh iya aku termasuk yah." Jawabku sambil cengengesan.
Meski begitu tetap saja setelah lepas dari gerbang tol Cikopo kami mampir transit dulu untuk sekedar membeli buah tangan buat yang di rumah. Dan ternyata sampai di rumah baik Doni maupun Suranto terlihat sangat semringah, mungkin janji kecil yang kuberikan tadi di terima dengan baik oleh mereka.
Sampai di toko bahkan Aceng dan yang di bantu oleh Trimo dan Riko sudah selesai melakukan inventarisasi barang masuk baik yang dia dapat dari Bandung maupun beberapa barang yang ternyata sudah datang dari Jawa.
"Gudangnya sudah penuh boss." Ujar Riko ketika aku menyuruh Doni untuk membawa mobil langsung ke atas.
"Ya sudah biarkan saja dulu lah di mobil." Ujarku pada Doni yang menunggu perintahku.
Doni lalu ikut keluar dan bergabung bersama kami. duduk di teras toko, yang lantainya oleh Aceng, di pasang granit.
"Ceng, Imas sudah kau antar pulang ?" Tanyaku.
__ADS_1
"Masih di rumah tadi di ajak Dewi dan istrimu masak masak tadi." Jawab Aceng yang lalu merogoh sesuatu dari kantongnya kemudian ia berikan padaku.
"Duitmu masih sisa 220 juta termasuk kepotong buat di jalan tadi." Ujar Aceng selanjutnya.
"Lah kok masih banyak duitnya kirain kurang ?" Tanyaku.
"Itu juga sudah penuh tadi box nya, mau di bawa pake apa kalo di belanjain semua." Kata Aceng yang kemudian menenggak es teh dalam teko yang di suguhkan oleh Trimo.
"Oh iya Batik Unggul sudah ngirim barang belum mas tadi ? Ujarku pada Trimo.
"Batik Unggul? belum datang kayaknya yah Rik tadi ?" Ujar Trimo.
"Belum boss, tadi yang datang dari batik waskita, batik peni, batik sekar indah trus batik danar dan satu lagi apa tadi lupa..." Kata Riko,
"Kencana merah ?" Ujarku.
"Nah itu boss betul kencana merah." Kata Riko.
Berarti tinggal Batik Unggul dan Merak Cantik yang belum datang, pikirku.
"Sepatu sandal gimana Ceng ?" Tanyaku ke Aceng.
Beberapa saat kemudian dari gerbang muncul bidadari bidadari yang berjumlah sepuluh orang melangkah dengan gemulai menghampiri kami.
"Di tungguin dari tadi malah rapat di sini." Ujar Dewi sambil tersenyum manis merekah.
Wanita wanita cantik itu mendadak tersenyum semringah mungkin setelah melihat kami semua bengong menatap kehadiran mereka.
"Boss kenalin nih karyawan kamu." Kata Dewi kemudian.
Aku segera berdiri menyambut mereka bertujuh yang kemudian saling berebut berjabat tangan denganku, sambil mengenalkan diri mereka masing masing dengan sopan dan ramah.
"Okey trimakasih atas kehadiran semuanya secara simbolis kami semua mengucapkan selamat datang dan selamat bekerja dengan niat dan tujuan baik untuk mencari nafkah yang halal dengan cara yang halal pula. Oh iya apakah kalian semua masih lajang atau ada yang sudah menikah barangkali ?" Kataku pada mereka bertujuh.
"Lajang bosss !!!" Jawab mereka serempak sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Baiklah begitu pula dengan cowok cowok di belakang ini, barangkali juga ada yang menarik minat hati kalian karena mereka juga anggota tempat ini jadi silahkan bersosialisasi yang benar, intinya disini mengutamakan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang sama sama mencari nafkah, jadi sekali lagi selamat datang dan bergabung juga selamat bekerja keras, okey...?" Ujarku ramah.
"Okey boss !!! Trimakasih boss !!!" Ujar mereka semua meskipun tidak serempak.
"Oh iya tadi Teh Dewi sudah menjelaskan belum masalah gaji disini ?" Tanyaku pada gadis gadis berwajah cantik itu.
"Sudah boss." Jawab seorang di antara mereka.
"Apa sudah jelas atau masih ada pertanyaan atau barangkali keluhan soal salary ?" Tanyaku lagi.
Kali ini mereka semua serempak diam.
"Baiklah biar saya jelaskan pula selain gaji pokok untuk bagian penjualan juga akan mendapat bonus kinerja dan beberapa bonus lain yang nanti bisa menyusul, tapi setiap ketidak hadiran akan mengurangi gaji pokok yang kalian terima, apakah bisa di setujui ?" Tanyaku.
"Setuju boss...!!!" Jawab mereka serempak.
"Baiklah silahkan kalian saling berkenalan dengan rekan rekan kerja baru di sini, meskipun nanti secara simbolis acara saling mengenal kita akan di selenggarakan besok malam di tempat ini dalam acara peresmian tempat usaha sekaligus sebagai ajang untuk kita saling mengenal dalam bingkai persaudaraan, setuju kan semuanya ?" Tanyaku
"Setujuuuuuuu !!!!" Jawab semuanya serempak.
"Oh iya saya ingin mengenalkan diri dulu yah yang pertama nama saya Agung dan ini." Ujarku sambil menarik tangan Sari untuk mendekat padaku.
"Ini Sari calon istri saya yang nantinya bertugas membayar gaji buat kalian semua hehehe, nah setelah ini silahkan kalian saling mengenalkan diri yang empat itu jomblo akut, kalo yang satu itu calon nggak jomblo." Kataku sambil menunjuk Aceng yang kemudian hanya menyengirkan hidung dan mulutnya hingga gigi depannya terlihat.
Hal ini ternyata membuat cewek cewek itu jadi tertawa tawa. Selanjutnya satu persatu mereka saling bersalaman dengan Aceng dan empat tangan besi.
"Oh iya sekedar info pria yang suka nyengir itu disini pangkatnya adalah manajer operasional alias pemangku hajatnya tempat ini jadi jika ada keluhan apapun silahkan memberikan laporan keluhan pada beliau atau lewat Teh Dewi selaku manajer penjualan atau atasan kalian nantinya. Bisa di mengerti kan?" Ujarku.
"Siyap boss mengerti !!!" Jawab mereka.
"Kalo Teh Imas pangkatnya disini apa boss maaf ?" Tanya salah seorang diantara mereka.
"Teh Imas yang bertanggung jawab dengan penyediaan barang yang kita jual nantinya jadi pangkatnya juga sama seperti Teh Dewi kira kira begitu." Jawabku.
Ternyata gadis itu tersenyum dan langsung menyalami Imas yang juga terlihat semringah.
__ADS_1
"Kalo Aak aak yang empat ini boss pangkatnya apa ?" Tanya seorang lagi yang kalo ga salah mengenalkan dirinya bernama Rasti, tanpa sungkan.
"Mereka keamanan, dan beberapa tugas lain jadi jika ada yang mengganggu kalian jangan sungkan meminta bantuan mereka." Jawabku