OBSESI SEPUPU

OBSESI SEPUPU
Bab 68 Ayo Mulai Kerja


__ADS_3

"Kenapa nggak makan bareng lagi aza boss seperti tadi malam kan biar ramai." Kata Doni sambil cengengesan dan matanya lirak lirik memandang cewek cewek.


"Boleh tapi buat yang menentang peraturan ini, siap siap kena penalti gajinya di potong separuh." Ujarku bercanda namun aku buat seakan serius, dengan senyum licik terkembang dari sudut bibirku.


Empat tangan besi langsung bengong, membuat cewek cewek kembali tertawa pecah menertawakan tampang keempat saudara seperguruan aku itu yang memang menjadi lucu.


"Ya sudah biar kami siapkan dulu sarapan kalian yang disini yah." Kata Sari yang sudah semringah kembali wajah cantiknya.


tuing tuing tuing....tuing tuing tuing... bunyi dering hp ku yang ku simpan di dalam kamar. Baru saja aku mau beranjak untuk mengambil hp, Sari telah mendahului untuk mendapatkan benda pribadiku itu dan mengangkat panggilan itu pula.


"Halo...dengan siapa ada yang bisa di bantu." Ujar Sari berucap formal.


"Apakah betul ini nomor Pak Agung A & S COLLECTION ?" Ujar pria pemanggil terdengar jelas karena Sari sengaja mengaktifkan loud speakernya.


Oleh Sari hp ku lalu di serahkan ke aku.


"Halo pak saya Agung ada yang bisa kami bantu ?" Tanyaku sopan.


"Pak Agung kami bagian distribusi Batik Unggul mau mengantarkan produk kami yang bapak pesan, posisi kami saat ini di Pamanukan." Ujar pria dengan suara agak nyaring itu.


"Baik pak silahkan jalan terus saja dulu nanti sampai kira kira di Ciberes kurang lebih 30 kilo lagi baru ambil kiri lalu aktifkan aplikasi map saja pak cari A & S COLLECTION Krajan nanti pasti sampai." Ujarku. ramah.


"Oh iya pak, di mengerti, trimakasih atas info dari bapak mungkin sekitar satu setengah jam lagi kami akan sampai di A & S COLLECTION pak." Ujar distributor Batik Unggul itu


"Baik kami tunggu pak, hati hati di perjalanan smoga lancar !" Ujarku.


"Baik pak baik trimakasih banyak, kalo gitu panggilan kami tutup dulu ya pak trimakasih." Ujar distributor Batik Unggul itu terdengar senang.


Setelah panggilan di tutup barulah aku memberi kode untuk segera bergegas. Makanan yang di siapkan Sari bahkan sudah terhidang komplit di meja.


"Oh iya ladies and gentleman pengumuman penting yah mulai hari ini untuk bagian penjualan mulai aktif bekerja yah jam kerja aktif dari mulai dari jam 7 pagi sampai jam berapa Dew ?" Ujarku sambil menatap Dewi.


"Jam 8 malam." Jawab Dewi singkat.


"Oh iya sampai jam 8 malam fasilitas langsung adalah makan siang dan malam, bonus kinerja dan bonus target penjualan ada selain gaji pokok tentunya yah dan bonus bonus itu biasanya akan di bagi rata jadi biar enak, oke ada yang keberatan ?" Tanyaku.


Semuanya hanya menggelengkan kepalanya namun tak ada yang menjawab dengan ucapan.

__ADS_1


"Baik silahkan kalo mau ambil sarapan, karena hari ini kerjaannya baru menata barang nanti bisa di mulai jam delapan saja." Ujarku.


"Iya boss trimakasih soalnya kami perlu mandi dan ganti baju dulu di rumah boss." Ujar Rasti sambil tersenyum senang.


"Hoiii...rapat mulu... sarapannya kapan, tuh nasi goreng nya keburu dingin." Ujar Aceng dari luar pintu rumah sambil cengar cengir gayanya.


"Ya sudah ayo gimana ini cewek atau cowok yang sarapan di sini ?" Ujar Sari.


"Boss boleh nggak saya sarapan di sini ?" Ujar Yeyen sambil menatap hidangan di meja yang terdiri dari nasi putih, tumis oseng lombok ijo, sayap ayam goreng dan telur dadar sayur memang cukup menggugah selera makan.


"Cewek cewek yang ingin sarapan di sini angkat tangan !" Kataku.


Tanpa sadar cewek cewek itu mengangkat tangan semuanya termasuk Dewi.


"Brarti cowok cowok makan nasgor dulu yah untuk sarapan, ayo guess kita kemon !" Ujarku pada empat tangan besi yang dengan berat hati lalu beranjak dari duduknya dan mengikuti aku mengambil sarapan nasi goreng di tempat Mih Onah.


Tak lama setelah mengambil sarapan pagi mereka cewek cewek itu serempak berpamitan untuk pulang setelah membantu membereskan peralatan makan mereka, namun mereka juga bilang akan segera kembali lagi.


"Nanti langsung ke toko saja yah !" Ujarku.


"Mbak Sari aku mandi dulu ya !" Ujar Dewi.


"Iya Teh, aku juga kok." Jawab Sari.


Empat tangan besi pun tak lama setelah menghabiskan sebatang rokok mereka juga pamit mau kembali rumah akomodasi mereka untuk sekedar membersihkan diri.


"Ceng kemarin yang belum datang dari Jawa Batik Unggul sama apa lagi ?" Tanyaku ke Aceng yang duduk di amben sambil mainin hp nya.


"Sekar Tanjung kalo nggak salah." Jawabnya.


Aku pun segera membuka hp ku dan melakukan panggilan pada sebuah nomor.


"Hallo Pak Sutris maaf saya Agung dari A & S COLLECTION mau tanya untuk pesanan kami kenapa belum ada konfirmasi kiriman yah ?" Tanyaku sopan.


"Oh iya maaf Mas Agung, kemarin kami sempat dapat kendala terlambat pasokan kainnya dari Surabaya, tapi sekarang sudah masuk finishing produksi kok, dalam dua hari kedepan semua pesanan A&S COLLECTION akan di kirimkan, mohon maaf yang sebesar besarnya yah Mas." Jawab Pak Sutris awalnya hanya seorang pemilik konveksi kecil namun sekarang menjelma menjadi Vendor besar di kotamadya.


"Oh baiklah kalo begitu Pak Sutris, trimakasih banyak atas informasinya." Ujarku ramah.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian kami masih sedikit basa basi sebelum sepakat mengakhiri percakapan.


"Ceng itu si Dewi sudah kau belikan hp belum ?" Tanyaku.


"Lah emang dia nggak ngomong gitu sama kamu, Hp nya saja harganya lima juta lebih itu juga Imas sudah nawar dengan bermacam cara juga kok." Jawab Aceng.


"Lalu kamu beli motor kapan atau mobil sekalian ?" Tanyaku.


"Yupz setang bundar boss, tapi duitnya masih kurang dikit entar lah sabar ngumpulin gaji dari kamu dulu dua tiga bulan lagi ?" Ujarnya sambil cengengesan.


"Gayamu itu bro, ya sudah kalo pengin mobil pake aza dulu duit sisa Bandung kemarin itu." Kataku.


"Hush itu mah duit modal dodol nggak boleh di pakai selain untuk modal." Ujarnya.


"Lah trus kalo gantung trus gitu, jadinya kapan kamu akan melamar Imas ?" Tanyaku.


"Entahlah Gung, kayaknya Imas tidak sreg deh sama aku." Ujar Aceng membuatku tertegun.


Namun jika melihat raut muka Aceng yang tidak begitu sedih dan terlihat tabah rasanya akupun tidak perlu berprihatin berlebihan pula. Namun jika mengingat Aceng yang lebih dari sekedar sahabat buatku itu, aku berniat membantunya sampai titik tertinggi sebuah keputusan.


"Jadi sebenarnya kamu itu mencintai Imas apa nggak ?" Tanyaku agak tegas.


"Ya cinta tapi buat apa kalo cinta itu hanya sepihak." Jawab Aceng tak kalah tegas.


"Jadi bagaimana apakah kau akan menyerah begitu saja ?" Tanyaku lagi, tapi Aceng hanya menggidikkan bahunya saja.


"Sebenarnya urusan ginian tuh malas aku tuh untuk ikut campur tapi Ceng jujur aku juga gemas dengan sikapmu itu kok kayaknya cuma santai gitu seperti gimana yah antusias kamu itu kurang banget tau nggak ?" Ujarku justru yang merasa kesal.


"Sudahlah bro, kamu ga perlu terlalu memikirkan hal hal semacam ini kita perlu fokus untuk usaha kita dulu, nanti kalo sudah waktunya aku memiliki pendamping pasti aku juga akan gentle seperti kamu hanya saja Imas mungkin jauh di luar jangkauanku." Ujar Aceng tampak bijaksana.


"Iya tapi masa harus lepas begitu saja Ceng." Kataku lagi masih tak habis pikir.


"Jangan cemas bro aku tetap akan profesional kok, urusan semacam ini bukan sekali dua kali terjadi padaku jadi tak akan membuatku down." Ujarnya santai dan sangat tabah.


"Tapi sekarang akulah yang ketar ketir Ceng, taukah kamu?" Sebuah pertanyaan yang terucap dalam hatiku saja.


"Mas !!!" Teriak Sari sambil melambaikan tangannya padaku.

__ADS_1


__ADS_2