OBSESI SEPUPU

OBSESI SEPUPU
Bab 67 Mulai Kompak


__ADS_3

Pagi datang menghapus malam dengan begitu cepatnya terutama bagi yang terlambat mengambil waktu istirahatnya. Namun sesulit apapun mata yang sedang nyaman terpejam untuk di buka, aku tetap mampu bangun lebih awal mungkin juga karena terbiasa.


Begitu pula Sari yang bersyukurnya bukanlah model figur perempuan pemalas yang lebih suka berlama lama di atas ranjang daripada segera beraktivitas meskipun itu hanya sekedar memasak air untuk minum saja.


Dia bahkan bisa bangun lebih awal dariku, mungkin karena takut ketahuan tidur bersamaku di mobil telah mendominasi pikirannya, karena ketika aku bangun dan ke kamar kecil kekasihku itu telah sibuk di depan kompor meski masih terlihat jelas raut wajahnya yang letih dan kecapekan.


"Yank kalo masih ngantuk mending tidur lagi saja lah." Ujarku menyapanya sebelum aku bergegas ke kamar kecil untuk bersuci.


"Kamu kok malah ngajarin yang nggak bener seh mas." Jawabnya tak terima.


"Bukan ngajarin sayank tapi kasihan saja soalnya lihat kamu tampak lelah gitu loh." Jawabku dari kamar kecil.


Sebenarnya tadi niatnya hanya ingin bersuci saja, namun setelah merasa air di bak terasa segar tanpa sadar aku malah membuka baju dan mandi sekalian yang ternyata membuat tubuh justru jadi lebih fresh.


Setelah mandi selesai barulah aku bersuci untuk persiapan menunaikan ibadah subuh.


"Yank masaknya kalo masih lama tinggalin saja dulu, kita sembahyang bersama dulu yuk !" Kataku pada Sari.


"Eh mas sendirian saja, hari ini aku libur mas." Ujar Sari sambil tersenyum.


"Loh kok libur yank ?" Ujarku belum paham.


"Masa harus di jelasin mas kalo wanita libur ibadah itu kenapa." Ujar Sari agak ngegas.


"Oh iya iya hehehe pantes." Kataku sambil tertawa kecil.


Rupanya semalam mood Sari sedang kurang baik karena efek pre menstrual syndrome yang membuat emosinya menjadi labil dan mudah tak terkendali, tapi harus aku akui intuisinya membaca gelagat apapun dariku hampir selalu tepat hingga memaksaku melakukan kebohongan padanya yang juga aku yakin akan jadi penyakit laten di kemudian hari.


Selesai sembahyang ternyata Yeyen dan Maemunah yang biasa di panggil teman temannya Mumun juga sudah bangun, karena aku sudah mendengar gurauan mereka bersama Sari.


"Mbak Sari !!!"


Terdengar suara teriakan Dewi dari luar pintu depan rumah. Ku dengar juga setelah itu suara langkah berlari bergegas untuk segera membukakan pintu. yang sebenarnya dari semalam tidak kami kunci.


"Yen ! sudah bangun elu, ibu boss bilangin nggak usah masak mamahku bikin nasi goreng banyak banget buat kita sarapan." Ujar Dewi langsung nyerocos ketika pintu telah terbuka.


"Telat Wik, noh bu boss juga sudah hampir komplit masakannya. Ada tumis ada ayam goreng juga sudah matang semua." Ujar Yeyen.


"Hihihi ckckck rajin bener bu boss yah." Kata Dewi sambil melenggang masuk ke dalam.

__ADS_1


Dan seperti yang sudah kuduga suasana langsung pecah riuh ramai ciri khas kalo kaum hawa sedang berkumpul ada saja hal yang bisa di jadikan bahan obrolan dan gurauan.


"Eh kita berisik amat tar gangguan bapak boss loh." Ujar Mumun yang langsung menghentikan tawa dan canda mereka.


"Ah kamu salah besar wayah gini mah boss sudah kemana, emangnya kamu kalo belum terik belum bangun." Tukas Yeyen bercanda.


"Lah bukannya kamu juga, tadi aza aku duluan yang bangun." Ujar Mumun nggak mau kalah.


Sari dan Dewi hanya terkekeh mendengar dua sahabat itu berdebat meski hanya sebatas candaan.


Aku memutuskan keluar dari ruangan yang telah ku jadikan sebagai tempat ibadah kami, karena tak ingin di bilang ngumpet karena cemen menghadapi perempuan perempuan cantik itu.


"Ehem...hem..." Aku berdehem.


"Eh boss sudah bangun yah, selamat pagi boss !!" Ujar Mumun sangat ramah.


"Selamat pagi boss !" Ujar Yeyen juga menyapaku dengan sopan.


"Selamat pagi semuanya, loh Dewi kok nggak ikut ngucapin selamat pagi juga hehehe ?" Ujarku sambil tersenyum menggoda mereka.


"Eh lah memang kurang yah ucapan selamat paginya ?" Jawab Dewi yang membuat wanita wanita muda itu tertawa terkekeh, termasuk Sari.


"Jorrr weh !!!" Ujar Dewi sambil menjulurkan lidahnya yang membuat mereka semakin tertawa ngakak apalagi mungkin mereka melihat raut wajahnya yang menjadi kecewa meski aku hanya pura pura saja.


Tak lama kemudian Nia, Dita, Rasti, Aliyah dan Fitri muncul dari pintu depan.


"Asalamualaikum!!!" Ujar mereka berlima serempak.


"Walaikumsalam !! masuk masuk...ayo kumpul semua di sini sekalian." Ujarku menjawab salam mereka dengan ramah yang membuat mereka tak sungkan lagi segera menghampiri kami.


Satu persatu dari mereka berlima lalu menyalim tanganku secara mereka semua memang lebih muda dariku meskipun rata rata hanya berselisih 2 tahun saja usiaku dengan usia mereka.


"Nah ini baru bener ya kan ?" Ujarku sambil gantian yang terkekeh.


"Tumben seh boss nggak olahraga, biasanya kalo wayah gini kan sudah lari lari." Ujar Dewi santai.


"Lah mau lari juga gimana kalo di rumah lagi banyak cewek cewek ngumpul gini nanti malah di kira gimana gimana lagi." Ujarku sambil tersenyum semringah.


"Emang kenapa boss kalo ada banyak cewek ngumpul di rumah ?" Ujar Mumun menyahut, dia memang orangnya supel dan nggak maluan.

__ADS_1


"Ya nggak kenapa kenapa seh Mun ya nggak enak aza masak ada cewek cewek malah di tinggal." Ujar menjawab Mumun dengan jawaban yang ambigu.


"Halah bilang aza rugi kalo ninggalin kita kita ya nggak." Tukas Dewi dengan penuh percaya dirinya.


Aku hanya terkekeh, sebelum kemudian terdengar deru deru motor di depan rumah, yang sebenarnya bisa di pastikan itu motor motor gadis gadis ini yang semalam di amankan oleh empat tangan besi ke toko.


Yeyen langsung berlari keluar.


"Mas disini !!!" Teriaknya sambil melambaikan tangannya.


Aku yakin saat ini empat tangan besi hatinya sedang melambung mendapatkan perlakuan seperti itu dari perempuan secantik Yeyen. Lelaki manapun aku kira juga akan meleleh mendapatkan perlakuan semacam itu dari seorang wanita apabila yang berparas menawan seperti Yeyen.


Tak lama kemudian keempat kawanku seperguruan itu telah menghambur masuk ke dalam rumahku dengan senyum semringah mereka. Sebagai boss yang baik tentunya akupun ikut senang dengan kondisi semacam ini, karena juga akan berimbas positif pada kinerja mereka. Dan itu artinya positif juga buat usaha yang kami jalankan.


"Hei boss hehehe, mau nyerahin kunci motor nih." Ujar Doni cengengesan sambil menunjukkan kunci kunci motor yang di pegangnya padaku.


Sementara yang lain tampak tersenyum malu malu karena di hadapan mereka tampak wanita wanita cantik yang berada di belakangku juga seakan tersenyum menyambut mereka.


"Ya sudah serahin aza sama yang punyanya, nih mereka di sini semua." Ujarku sambil tersenyum meledeknya.


"Hehehe iya biar aku taruh di meja saja yah boss." Ujar Doni yang entah kenapa hilang rasa percaya dirinya saat ini.


Tentu saja tingkah konyolnya langsung di sambut dengan gelak tawa menggoda dari cewek cewek ini, yang membuat mereka berempat semakin mati gaya.


"Badan kekar kekar gitu masak ama cewek saja jadi kusut begitu seh malu maluin saja." Kataku meledek mereka berempat dengan tujuan bercanda, yang semakin membuat tawa dari perempuan perempuan ini makin meriah.


Namun mereka hanya tersenyum cengengesan lalu dengan cueknya duduk satu persatu di sofa ruang tamu.


Kemudian justru Yeyen, Rasti, Nia dan Fitri yang ke depan untuk mengambil kunci sepeda motor mereka.


"Trimakasih banyak yah mas sudah jagain motor kita." Ujar Rasti ramah sambil tersenyum manis lalu mengambil kunci motornya.


"Iya mbak...iya teh..." Jawab mereka tidak serempak karena gugup.


"Makasih banyak yah mas saya ambil kunci motor saya yah." Lanjut Nia sambil mengambil kunci motornya di ikuti Yeyen dan Fitri yang mengucapkan hal yang sama sebelum mengambil kunci kunci mereka.


"Ya sudah sekarang waktunya untuk sarapan, ini gimana karena bu boss juga sudah repot masak apa di bagi bagi saja siapa makan di sini siapa makan di tempatku tapi ya itu cuman nasi goreng saja." Ujar Dewi kemudian.


"Ya sudah Dew, ladies makan di tempat kamu saja biar cowok makan disini, tolong panggil Aceng untuk sarapan disini saja yah sekalian." Kataku setelah beberapa saat mereka hanya berdiam diri.

__ADS_1


"Okey boss setuju." Ujar Rasti yang juga di setujui oleh yang lain.


__ADS_2