Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Kembali beraktifitas


__ADS_3

Sesampainya di kamar Rania segera bersiap tidur.Mengganti baju dan membersihkan wajahnya.


Saat menyentuh keningnya Rania jadi teringat kejadian tadi di mobil.


Ia tak menyangka.Itu adalah ciuman pertama dari seorang lelaki.


Meski hanya batas wajar tapi itu sudah sangat memporak-porandakan jantung Rania.


Pasalnya selama ini dia selalu menjaga dirinya.


Ia yang terlahir dari keluarga pas-pasan,


membuatnya harus pandai menjaga diri.


Ia tak ingin mempermalukan kedua orangtuanya.


Untuk itu,meskipun ada beberapa cowok yang mengajaknya pacaran dulu saat sekolah,Rania selalu menolak.Ia berkeinginan untuk tidak pacaran sebelum bisa cari uang sendiri.


Masa sekolah benar-benar ia gunakan untuk fokus belajar.


Dan Dery,ia adalah pacar pertamanya.


Ia berharap Dery bisa menjaganya.


Sedangkan Dery,ia masuk rumah sambil bernyanyi kecil sambil terus tersenyum.Ia sangat bahagia hari ini.


Suara kakaknya tiba-tiba mengagetkannya.


"Dari mana aja kamu Dery,pergi seharian.Jam segini baru pulang."


Dery melihat jam di dinding lalu membalas pertanyaan kakaknya.


"Baru juga jam sembilan mbak."


"Emang dari mana?Libur bukanya istirahat atau bantuin mbak.eeh...ini malah main seharian."

__ADS_1


"Mbak...aku bukan anak kecil lagi.Aku juga punya urusan di luar sana.Udah ah,capek.Aku mau ke atas dulu.Mau tidur."


Dery segera berlari ke kamarnya yang berada di lantai atas.


Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Huh...capek.Tapi kangen sama Rania.Aneh,padahal baru aja ketemu.Seharian malahan."Gumam Dery dalam hati.


Dery segera membuka hapenya.Ia ingin chat sama Rania.


๐Ÿ“ฑDery:"Hai,udah tidurkah sayang?"


Rania:"Nih lagi siap-siap mau tidur.Mas gak capek,kok belum tidur."


Dery:"Belum.Masih keinget kamu.mas seneng banget,seharian bisa sama kamu.Kapan-kapan pergi berdua lagi ya."


Rania:"Iya...ya udah gih mas tidur.Mas Dery pasti capek habis nyetir jauh.Besok ngampus kan..."


Dery:"Iya dong.Ya udah,met malem,met bobok sayang..."


Rania:"Malem juga...๐Ÿ˜Š"


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Pagi harinya semua beraktifitas seperti rutinitas biasa.Dery berangkat ngajar di kampus.Sedang Rania,ia juga berangkat bekerja.


Rania bekerja seperti biasa.Karna mendekati waktu kirim barang,hari ini semua karyawan bagian finishing akan lembur.


"Kita harus kejar target Rania.Semua lembur sampai malam."Kata pak Anton.


"Baik pak,akan saya umumkan pada seluruh karyawan bagian finishing."Jawab Rania.


Rania memberi pengumuman tentang lembur.Dan juga tentang berapa target yang masih harus di kejar.


Dari jauh nampak pak Arya berjalan ke arah finishing.

__ADS_1


Kali ini Arya akan ikut turun tangan ke bagian finishing.


Pak Arya ditemani sekertarisnya.


"Masih berapa target yang harus di capai."Pak Arya bertanya pada pak Anton.


"Masih sekitar sekian ribu lagi pak."


"Kira-kira butuh berapa hari untuk menyelesaikannya?"


"Kemungkinan lima hari lembur bisa selesai pak."


"Pastikan saat waktu yang sudah ditentukan bisa tepat waktu pengiriman."


"Baik pak."


"Kamu,temani saya cek bagian kualitas dan kuantitas."Arya menujuk Rania.


"Sa-saya pak?"Rania kaget.


"Iya,kamu.Karna mbak Nina harus pulang.Ada kepentingan."Jawab Arya.


"Baik pak."Rania mengangguk.


Rania mengikuti langkah Arya di belakangnya.


Tubuhnya yang mungil membuatnya harus berlari kecil untuk mengejar langkah Arya yang lebar.


"Catat barang yang harus di ambil di gudang aksesoris.Segera suruh karyawan laki-laki untuk mengambilnya."Perintah Arya.


"Baik pak."


Rania mulai mencatat apa saja yang akan di butuhkan.Dan ia menunjuk Wisnu dan kedua temannya untuk mengambil barang tersebut ke gudang.Ia menyerahkan selembar kertas pada Wisnu.Dan mereka segera berlalu.


Rania kembali melangkah mengikuti bos besarnya.

__ADS_1


Selama masa percobaan Arya masih bekerja turun langsung ke bagian produksi.


Sebelum peresmian dan pelepasan jabatan dari Pak Broto yang masih beberapa bulan lagi.


__ADS_2