Pengagum CEO Tampan

Pengagum CEO Tampan
Keisengan Arya


__ADS_3

Hari demi hari berjalan semakin indah.


Hubungan Arya dan Rania semakin harmonis.


Meski begitu mereka sepakat akan mengumumkan pernikahan mereka saat acara resepsi nanti.


Resepsi yang akan diadakan di rumah papa Jaya.Rencananya di acara tersebut nanti selain mengundang saudara-saudara tentunya juga akan mengundang para staf kantor di pabrik serta teman-teman dekat Rania dan Arya.


Namun sebelum resepsi pernikahan itu dilaksanakan,mereka masih sepakat menyembunyikan status mereka saat di tempat kerja.


Hari ini Rania berencana ingin menjenguk Intan di rumah sakit.Dua hari yang lalu ia melahirkan.Namun karna kesibukannya Rania baru akan menjenguk.


"Mas,rencana sore nanti mau jenguk Intan ya..."Pamit Rania pada sang suami.


"Aku ikut!"Dengan cepatnya Arya menjawab.


"Mas gak capek?Kan sibuk?"Rania menyiapkan berkas-berkas milik Arya yang akan di gunakan untuk meeting pagi ini.Meskipun weekend tapi Arya tetap meeting.Demi membahas soal pekerjaan dengan klien nya dari luar negri yang baru bisa datang.


Pagi ini Arya meeting di temani sekertaris Roy,dan selesai meeting pertama langsung ada janji dengan klien kedua pada siang hari.


Begitulah pekerjaan Arya,tak bisa di pastikan jika weekend dia bisa benar-benar liburan.


"Nanti tunggu aku pulang,jangan berangkat sendiri.Ok!"Arya sudah mengingatkan Rania agar dia bisa ikut.Arya tak mau jika Rania datang menjenguk temannya itu sendirian.


Sebab bisa dipastikan jika nanti pasti akan ada si mantan pacar.Tentu tak kan rela jika nanti Rania harus bertemu mantannya sendirian.


"Iya..."Rania pun hanya bisa pasrah.


Seharian penuh Rania di rumah bersama mama Anita dan nenek.


Seperti kegiatan biasanya mereka lebih suka menghabiskan waktu liburan dengan tanaman bunganya.


Mereka punya hobi yang sama yaitu berkebun bunga.


Sore harinya Arya pulang di saat Rania sudah bersiap-siap untuk berangkat.


Arya masuk kamar dan melihat Rania yang sudah siap.


"Sudah siap ya?"Arya masuk kamar lalu melepaskan jas yang ia kenakan.


"Iya,sambil nungguin mas Arya."Rania mendekat lalu membantu Arya melepas jas nya.


"Mas Arya beneran mau ikut?Apa gak capek?"Melihat Arya yang sepertinya kecapek'an.


"Capek sih,tapi gakpapa,aku tetep mau ikut.Tunggu dulu ya,aku mau mandi dulu."Arya bergegas pergi ke kamar mandi.Kasihan jika Rania terlalu lama menunggu.


"Iya..."Rania berinisiatif membuatkan kopi untuk Arya yang terlihat capek.


Ia pun segera turun ke dapur.


"Nia,jadi jenguk Intan?"Tanya mama Anita saat mereka berpapasan di dapur.


"Iya ma,tapi nungguin mas Arya dulu,lagi mandi."Rania membuat secangkir kopi.

__ADS_1


"Lha itu,buat siapa?"Melihat kopi yang sedang dibuat Rania.


"Buat mas Arya ma."Menunjuk kopinya.


"Oh...kirain.Kamu jangan minum kopi ya,program hamil biar mama cepet punya cucu."Mama Anita mendekat dan mengusap perut Rania yang tertutup baju.


"Ma..."Rania ingin menjawab namun mama Anita segera memotongnya.


"Maafin mama,bukan maksud mama buat memojokkan kamu atau bagaimana,mama hanya berharap saja,jadi mama harap kalian jangan menunda buat punya anak ya."Berganti mengusap pundak Rania.


"I-iya ma."


"Andai saja mama tau kalau kita belum pernah melakukan hubungan suami istri."Batin Rania yang tak tau harus bilang apa pada mama Anita.


Selesai bicara dengan mama Anita,ia segera kembali ke atas.


Sesampainya di kamar Rania melihat Arya yang sudah keluar dari kamar mandi menuju kamar ganti.


"Kopi mas,aku taruh sini ya."Rania meletakkan kopi di meja.


"Hemmm."Jawab Arya sambil berlalu.


"Sini aku ambilin bajunya."Rania membuka lemari pakaian Arya dan mengambilkan baju.


"Aku taruh sini ya mas,aku tunggu di kamar."Menaruh baju yang baru di ambilnya di meja dekat lemari.


"Iya."Dengan cepat Arya berganti baju.


Tak butuh waktu lama ia pun siap.


Rania mengangkat dagunya.Heran melihat Arya yang sudah di depannya dengan tampilan Rapi.


Tercium bau parfum khas Arya.


"Oh...cakep banget sih suamiku.Pakai baju apa aja terlihat tampan.Mungkin karna emang sudah dari sananya kali ya."


"Sayang."Arya mengibaskan tangannya di depan muka Rania,membuat Rania tersadar dari kekagumannya.


"Eh,iya mas."Rania segera mengalihkan penglihatannya dari Arya.


"Kok malah ngelamun...jadi gak,atau...kita tiduran di kamar aja."Arya mengedipkan matanya genit mulai menggoda istrinya.


Rania yang tak melihat mata Arya pun tak tau maksud godaan suaminya.Ia mengira jika Arya kecapek'an.


"Mas capek?Kalau gitu mas istirahat aja."Khawatir Rania.


"Aku gak capek,aku cuma kangen sama kamu.Seharian baru bisa ketemu kamu,pas pengen berduaan di kamar malah harus pergi."Gerutu Arya.


"Mas...kan kita mau jenguk Intan...atau mas di rumah aja,biar aku berangkat sendiri."Tawar Rania.


"Gak!Aku mau ikut.Yang ada nanti kamu ketemu sama mantan kamu itu."Bicara dengan mulut sengaja di buat manyun.


Rania sontak mengangkat wajahnya sambil tertawa.

__ADS_1


"Mas,jangan bilang mas Arya cemburu.hehehe..."Rania tertawa sambil menutup mulutnya.


"Emang gak boleh cemburu sama istrinya sendiri?"Mulai pura-pura marah lalu duduk di ranjang.


"Lhoh...kok jadi ngambek.Ya udah ayok.Kenapa malah jadi ribut sih."Rania menarik pelan tangan Arya,mengajaknya untuk segera berdiri.


"Gak mau!Cium dulu!"Ucapnya sudah seperti anak kecil yang sedang merajuk.


"Cium?"Rania terbelalak kaget.


"Iya,sini!"Menunjukkan pipi kanannya.


Mau tak mau Rania menuruti keinginan suaminya jika tak ingin drama ngambeknya semakin lama semakin tak terkendali.


Cup


Satu kecupan mendarat kilat.


Tapi ternyata Arya justru ganti menunjuk pipi kirinya.Lagi-lagi Rania meladeni drama sang suami.


Cup


Bukannya berhenti sampai disitu tapi Arya kembali menunjuk dahinya.


Cup


Kecupan di dahi pun di turuti oleh Rania.


Setelahnya Arya kembali menunjuk bibirnya.


"Mas...udah yuk.Keburu sore."Rania mencoba membujuk Arya.


Bukan Arya namanya jika menyerah begitu saja.


Ditariknya tubuh Rania hingga ia jatuh kepangkuan Arya.


Arya pun mencium bibir Rania dengan mesra.Melepaskan kangen yang sedari tadi ditahannya.


Mata Rania melotot kaget saat mendapati sikap jahil suaminya.


Mencoba melepaskan diri dari eratnya pelukan Arya namun sangat sulit bagi tubuh mungilnya.


Namun ia segera berusaha untuk menyadarkan Arya.


Mencoba menarik diri dari dalam dekapan Arya.Hingga Arya tersadar dari sikapnya yang tak bisa mengontrol diri.


Ia pun melepaskan ciuman itu pada istrinya.


Mengambil nafas yang masih setengah ngos-ngosan karna sikap Arya.


"Mas,ki-ta ha-rus segera berangkat."


"Hahahaha...."Arya tertawa terbahak-bahak melihat wajah istrinya yang terlihat panik dan pucat,apalagi jika melihat lipstik di bibirnya yang berantakan.

__ADS_1


Arya menuntun Rania menuju meja rias.Menghadapkan wajah sang istri di depan kaca besar di meja rias itu.


Saat sadar dengan keadaannya yang berantakan Rania segera membenahi make-up dan juga jilbabnya.Setelah rapi kembali ia segera mendekat pada Arya dan mengajaknya berangkat.Sebelum mereka benar-benar gagal menjenguk Intan karna keisengan sang suami.


__ADS_2